CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 29. Ke Salon Bersama Mama Nick


__ADS_3

"Siapa wanita yang bersama Rafael di malam itu? Jawab tanpa lama dan berpikir, karena aku yakin kalian telah tahu jawabannya," ucap Rangga. Dia sebenarnya telah dapat menebak siapa wanita itu, tapi dia perlu kepastian.


"Arimbi ...," jawab keduanya serempak.


Rangga tampak makin syok mendengar jawaban dari kedua bawahannya. Dia memang telah menebak jika itu Arimbi, tapi tetap saja terkejut menerima kenyataannya.


"Tolong kamu selidiki di mana Rachel tinggal dan jangan lupa tetap mencari keberadaan Cinta!" perintah Rangga.


"Rumah kediaman orang tua Rachel telah kami dapati, tapi penjaga rumah itu mengatakan jika penghuninya jarang pulang mereka lebih sering di rumah yang lain sejak Rachel meninggal," ucap pria itu.


"Kalau begitu, cari tahu di mana orang tuanya sering menginap. Aku ingin minta maaf pada mereka," ucap Rangga.


"Kenapa Bapak tidak mendatangi Bapak Nicholas saja. Dia saudara kandung Rachel. Apartemennya ada di kota ini!" ucap salah seorang dari mereka.


"Tapi, aku takut Bapak mendapatkan reaksi yang kurang menyenangkan. Karena Ibu Rachel dan Bapak Nicholas sampai hari ini belum bisa menerima kepergian adiknya, walau para pelaku telah tertangkap. Jika dia tahu, adik Bapak penyebab adiknya malam itu pulang dengan taksi, kami takut Bapak Nicholas dendam pada Bapak nanti," ucap seorang pria yang lain.


Rangga terdiam merenungi ucapan kedua orang bawahannya itu. Apa yang mereka katakan itu ada benarnya. Pastilah Nick akan marah dan mungkin balas dendam jika tahu adiknya yang menyebabkan Rachel mendapatkan pelecehan.


Rangga akhirnya meninggalkan kedua bawahannya. Kembali ke rumah. Sampai di rumah, pria itu langsung masuk ke kamar yang biasa Cinta tempati. Dia duduk termenung di tepi ranjang. Entah apa yang ada dalam pikirannya.


Rangga membaringkan tubuhnya di ranjang. Tercium bau wangi tubuh Cinta. Tiba-tiba tangannya menyentuh selembar kertas yang telah dilipat kecil. Pria itu meraih dan membukanya. Ada tulisan tangan dari istrinya, Cinta. Rangga membaca tulisan itu kata demi kata.


"Mas Rangga, Jika suatu hari aku pergi, pamit mundur dari hidupmu, karena aku tahu kepergianku tidak akan membuatmu merasa kehilangan. Jika kamu takut kehilangan, kamu pasti akan berjuang untuk hubungan kita. Kepergianku tidak akan membutmu berpikir bahwa kamu telah menyia-nyiakan aku, dan tidak akan membuatmu sadar bahwa akula seseorang yang selalu ingin membuatmu bahagia. Meskipun perjuanganku tak pernah kamu hiraukan, bahkan dengan sengaja kau patahkan dan sekarang berbahagialah, setidaknya aku yang kau anggap tidak baik ini akan pergi dari hidupmu. Satu hal, orang yang kamu paksa menjauh kini sadar dan tahu caranya berjalan mundur."


Rangga menarik napas dalam. Dadanya sedikit sesak membayangkan apa yang dulu sering dia lakukan pada istrinya. Pria itu menarik rambutnya frustrasi. Sejak meninggalnya Rafael, diakui Rangga dia sulit sekali mengendalikan emosi. Sehingga sering melakukan sesuatu yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Walaupun sulit untuk mendapatkan maaf darimu, aku akan tetap memohon setiap hari hingga kata maaf itu terucap dari bibirmu itu, Cinta," gumam Rangga dalam hatinya.


***


Cinta dan Mamanya Nick yang bernama Merlin, pergi ke salon. Awalnya Cinta tidak mau saat di ajak ke salon, tapi setelah dibujuk rayu mamanya Nick, akhirnya dia mau.


"Dek, tolong rambut anak saya ini di potong dan dibentuk. Lakukan perawatan pada wajah dan tubuhnya. Buat dia tampak berubah," ucap mama Nick.


Mereka berdua masuk ke kamar perawatan. Cinta merasa terharu melihat ketulusan mama Nick. Dia sangat baik.


Tidak terasa, sudah dua jam Cinta melakukan perawatan. Dia telah tampak sangat berubah dengan rambut yang telah di tata.


"Kamu cantik banget, Sayang," ucap mama Nick. Dia memeluk tubuh Cinta dengan erat.


Tampak air mata membasahi pipi mama Nick. Cinta lalu menghapus dengan tangannya. Pasti ibu itu teringat anak gadisnya, pikir Cinta.


Cinta menganggukan kepalanya dengan mengeluarkan air mata bahagia. Dia tidak menyangka akan mendapatkan ibu pengganti.


Sambil menunggu Nick datang menjemput, Mama Merlin mengajak Cinta ke butik yang berada di samping salon. Wanita paruh baya itu membeli banyak baju untuk Cinta.


"Aku rasa mama tidak perlu membeli baju sebanyak ini. Baju Mbak Rachel masih banyak dan bagus-bagus," tolak Cinta.


"Kehamilan kamu nantinya akan bertambah besar, baju seperti ini yang nyaman di pakai," ucap Mama Merlin sambil memperlihatkan sebuah dress.


Walau Cinta menolak, tapi mama Nick tetap membelinya. Dia merasa tidak enak dengan kebaikan Mama Merlin. Setelah melakukan pembayaran, mama mengajak Cinta duduk di kafe samping. Dia ingin menikmati es krim berdua Cinta. Dulu ini sering dia lakukan bersama Rachel.

__ADS_1


"Mama pesan rasa strawberry, apa kamu juga?" tanya mama.


"Aku vanila aja, Ma," ucap Cinta. Mama tampak mengerutkan dahi sambil memandangi wajah Cinta. Wanita itu menjadi salah tingkah karena dipandang seperti itu.


"Kenapa, Ma?" tanya Cinta dengan heran dan penasaran.


"Apa kamu juga alergi dengan strawbery?" tanya mama Nick.


Cinta menganggukan kepalanya tanda membenarkan pertanyaan yang diajukan mama Nick. Wanita itu lalu memeluk Cinta, dan kembali menangis.


"Kenapa ada banyak kesamaan antara kamu dan Rachel? Mama jadi merindukan anak itu," ucap Mama Merlin dengan berurai air mata.


"Bukankah mama tadi bilang, kalau aku ini anak mama. Jadi mama jangan bersedih lagi. Ada aku yang selalu menemani mama," ucap Cinta dengan mengusap air mata wanita itu.


"Kamu jangan pergi tinggalkan mama," ucap Mama lagi.


Tanpa mereka tahu, Nick telah berada di belakang. Dia tersenyum melihat mamanya yang tampak kembali berbinar sejak kehadiran Cinta di rumah.


"Rachel, mama akan selalu merindukanmu selamanya dan tidak pernah melupakan saat-saat indah yang kita alami. Satu-satunya hal yang membuat mama terus maju adalah memikirkan semua kesenangan yang bisa kita dapatkan di surga saat kita bersama lagi. Mama sangat menyayangimu, Nak! Kamu akan selamanya dirindukan dan tidak pernah dilupakan, tapi saat ini mama sudah ada pengganti dirimu di dunia. Namun, tidak akan bisa menggantikan tempatmu di hati mama, Nak," gumam Mama Merlin dalam hatinya.


Mengingat orang yang sudah meninggal menjadi satu di antara cara untuk mengurangi kerinduan terhadap orang yang kita rindukan, yang telah berpulang selamanya. Ketika seseorang yang kamu cintai meninggal, rasa sakitnya tidak langsung hilang, dan kamu akan selalu berharap mereka ada di sisimu.


Kematian orang yang kita kasihi dapat berdampak kepada diri kita lebih dalam dari yang kita sadari. Kita dapat mengalami serangkaian perasaan dan reaksi, bergantung pada siapa yang meninggal, terutama kehilangan anak.


Ditinggal meninggal ayah disebut yatim, ditinggal ibu disebut piatu, tapi ditinggal meninggal seorang anak tidak akan ada sebutannya karena memang tidak ada kesedihan melebihi kehilangan seorang anak.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2