CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 28. Penyesalan


__ADS_3

Arimbi berlari mengejar Rangga. Dia tidak mau pria itu berpikiran buruk tentang dia. Bisa-bisa tidak ada maaf lagi untuknya.


Rangga yang akan masuk ke mobil, terkejut saat tangannya di tahan seseorang. Dia melirik ke arah orang itu. Matanya menatap tajam saat mengetahui Arimbi-lah pelakunya.


Dengan keras Rangga menghentakan tangannya agar pegangan Arimbi terlepas. Pria itu juga mendorong tubuhnya. Beruntung Arimbi bisa menahan, sehingga tidak sampai terjatuh.


"Rangga, kamu harus dengar penjelasanku. Semua yang kamu lihat itu tidak seperti yang ada dalam pikiranmu. Aku malam itu mabuk, dan tidak sadar melakukan semua itu, percayalah Rangga. Aku hanya mencintai kamu saja. Apakah selama ini kamu pernah melihat aku jalan dengan pria lain? Tidak'kan?" ucap Arimbi dengan air mata yang berderai.


"Apa kamu pikir aku akan percaya dengan apa yang kamu katakan? Satu kata saja dari bibirmu tidak ada yang bisa dipercaya lagi. Omong kosongmu tidak akan membuatku terperdaya lagi. Aku bahkan curiga, kau yang mengirim foto dan video saat Cinta di supermarket dengan seorang pria!" ujar Rangga dengan suara lantang dan tegas.


"Bukan aku. Kenapa kamu jadi menuduh aku?" tanya Arimbi.


Rangga mengambil ponselnya dan menghubungi nomor yang mengirimnya foto dan video saat Cinta di supermarket. Terdengar suara berdering dari dalam tas Arimbi. Wanita itu tampak sangat terkejut. Dia pura-pura tidak tahu dan tidak mendengar.


"Angkat ponselmu itu!" perintah Rangga dengan suara tinggi. Namun, Arimbi mengabaikan ucapan Rangga. Pria itu langsung emosi dan menarik tas Arimbi.


Arimbi menarik tasnya yang berada di tangan Rengga. Demi mempertahankan tas itu, Rangga mendorong tubuh Arimbi hingga tersungkur ke tanah. Pria itu cepat mengambil ponsel itu dan mengangkatnya. Ternyata tersambung ke telepon seluler milik Rangga.


"Kamu masih mau mengelak jika semua ini ulahmu!" teriak Rangga. Dia melempar ponsel itu ke lantai hingga hancur. Arimbi hanya tertunduk, tidak berani menatap wajah pria itu. Rangga lalu melempar tas wanita yang pernah dia cintai itu ke tubuh Arimbi. Setelah itu masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraan meninggalkan halaman parkir restoran itu.


Arimbi berdiri setelah melihat kepergian Rangga. Menatap nanar ke jalan yang dilalui mobil pria itu.


"Aku tidak akan membiarkan kau bahagia bersama Cinta, jika aku tidak bisa memiliki kamu begitu juga cinta," ucap Arimbi pada dirinya sendiri.


Rangga memukul setir mobil saat berada di lampu merah, teringat dengan perbuatannya pada Cinta. Dia merasa sangat bersalah karena selama ini telah kasar dengan istrinya.


"Menangisi penyesalanku, aku tahu ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, kenyataan jika waktu nggak akan bisa kembali lagi. Dengan penuh harap aku menunggumu, seperti gedung pencakar langit yang tak mampu menembus indahnya awan. Tetapi aku sadar, bahwa aku sedang menunggu sesuatu yang tak pasti dan tak akan tercapai. Aku ingin kau kembali. Maafkan aku. Seharusnya aku tidak pernah membiarkanmu pergi. Apakah aku terlambat? Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu."


Rangga membuat janji dengan bawahannya. Dia ingin tahu siapa Rachel. Dia juga ingin tahu di mana keberadaan Cinta. Pria itu sudah tidak sabar ingin tahu semua kebenaran itu.


Rangga mengendarai mobil menuju tempat yang dia janjikan. Saat memasuki ruangan VIP yang dia pesan, telah tampak dua orang pria menunggu. Pria itu masuk dengan langkah pasti. Dia langsung duduk dihadapan kedua orang itu, yang ternyata bawahannya.

__ADS_1


"Kalian telah tahu tentang Rachel itu siapa?" tanya Rangga tanpa basa basi.


"Rachel itu kekasihnya Rafael. Adik dari Nicholas, saingan bisnis anda, Pak!" jawab salah seorang dari mereka.


"Nicholas dari perusahaan X?" tanya Rangga hampir tidak percaya. Kedua orang bawahannya memberi anggukan sebagai jawaban.


"Lalu di mana sekarang wanita Itu?" tanya Rangga.


Kedua orang bawahan Rangga itu saling pandang. Tampak sekali mereka sulit untuk memberikan jawaban. Mereka saling sikut, meminta salah satu memberikan jawaban.


"Jawab cepat ...!" bentak Rangga tidak sabar ingin tahu di mana keberadaan Rachel. Mungkin wanita itu tahu penyebab pasti kematian adiknya Rafael.


"Rachel telah meninggal dunia satu bulan sebelum kepergian Rafael?" ucap salah seorang dari pria itu.


Rangga tampak sangat terkejut mendengar kenyataan itu. Apakah Rafael bunuh diri karena merasa kehilangan wanita itu? Tanya Rangga dalam hatinya.


"Apa penyebab wanita itu meninggal?" Kembali Rangga bertanya. Rasa penasarannya semakin tinggi.


"Dia meninggal karena di bunuh dua orang pria!" ucap pria itu.


Rangga sangat terkejut mendengar jawaban dari orang suruhannya. Dia menyandarkan tubuhnya yang terasa lemah mendengar semua itu.


"Teruskan ...." Hanya kata itu yang keluar dari mulut pria itu.


"Pada hari itu Rachel datang ke apartemen Rafael, dan menyaksikan adik Bapak sedang bercinta dengan wanita lain. Padahal Rachel sengaja datang tengah malam untuk mengucapkan ulang tahun Rafael."


Pria itu menjeda ucapannya. Dia memandang temannya, berharap melanjutkan ceritanya. Pria yang satu lagi, menganggukan kepala tanda setuju.


"Rachel langsung pergi meninggalkan apartemen dan pulang menggunakan taksi. Di tengah perjalanan taksi itu lalu berbalik arah, membawa Rachel ke sebuah rumah kontrakan yang ternyata ada satu orang pria lain. Kedua pria itu melecehkan Rachel dan setelah itu membunuhnya. Mareka lalu mengambil semua perhiasan dan uang gadis itu." Pria itu menghentikan ucapannya.


Rangga menarik rambutnya frustrasi. Tidak mengira jika kisah meninggalnya Rachel lebih tragis dari adiknya Rafael.

__ADS_1


"Apa ada hubungan antara meninggalnya Rachel dengan Rafael?" tanya Rangga dengan suara pelan karena masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Kedua bawahan Rangga itu tampak menarik napas dalam. Mungkin sedikit sulit untuk memberikan keterangan. Namun, sebagai orang suruhan, mereka harus menyampaikan semua kebenaran yang didapat.


"Rafael adik Bapak bunuh diri karena merasa menyesal atas kepergian Rachel. Dia merasa sangat bersalah. Karena pengkhianatan dirinya menyebabkan kepergian Rachel!" ucap bawahan Rangga itu.


Rangga menarik rambutnya frustrasi. Merasa sangat bersalah karena selama ini menyalahkan Cinta. Dia juga telah membuat wanita yang tidak bersalah itu menderita.


"Cinta, apakah masih ada maaf untukku. Aku sadar jika kesalahan yang telah aku lakukan padamu sangatlah fatal dan kejam. Aku telah membuat hidupmu menderita. Padahal aku tahu, kamu begitu baiknya. Apakah kita masih dapat bertemu? Aku ingin meminta maaf atas semua perbuatanku padamu." Rangga berucap dalam hatinya.


"Siapa wanita yang bersama Rafael di malam itu? Jawab tanpa lama dan berpikir, karena aku yakin kalian telah tahu jawabannya," ucap Rangga. Dia sebenarnya telah dapat menebak siapa wanita itu, tapi dia perlu kepastian.


"Arimbi ...," jawab keduanya serempak.


...----------------...


Bonus Visual


Rangga



Cinta



Nicholas



Arimbi

__ADS_1



__ADS_2