CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Awkward


__ADS_3

"Kita jadian,yuk!",kata Satrio.


Di siang ini aku sedang makan berdua dengannya.Kutatap lekat-lekat wajahnya.Wajahnya sangat ganteng kurasakan saat ini.Apa memang benar wajah ini bisa jadi milikku?


"Ras!",seru Satrio."Kok kamu nggak jawab pertanyaan ku?"


"Ta..tapi aku nggak bisa,Satrio!",jawabku terbata-bata.


"Kenapa?Kenapa,Ras?"


"Dinda suka sama kamu"


"Dinda..Dinda siapa?"


"Dinda temanku"


"Ooohh..Yang sering jalan bareng kamu,ya!"


"Iya"


"Terus..Terus kenapa?Aku,lo,nggak kenal sama Dinda temanmu.Apalagi aku menyukainya".


"Ta..tapi kenapa harus aku,Satrio?Selain Dinda banyak cewek lain yang suka kamu.Kenapa harus aku?"


"Memang aku nggak bisa pungkiri kalau banyak cewek yang suka sama aku.Tapi aku cintanya sama kamu,Ras!"


Hhhhhh...Aku menghela nafas panjang.


"Oke..Oke.. Baiklah"


Satrio menggenggam tanganku."Maksudnya? Maksudnya apa dari kata baiklah itu?"


"Masak belum jelas.Baiklah akuau jadi pacar kamu".


"Apa?"


"Kamu mempermainkan aku,ya?Aku bilang kalau aku mau jadi pacar kamu!"


"Yesssss!!!!!!Yess..Yessss!!!",teriak Satrio kegirangan.


"Tapi jangan senang dulu.Ada syaratnya",kataku.


"Syarat?Apa itu?".Satrio menatapku penasaran.


"Aku mau kita backstreet"


"Backstreet?"


"Iya.Kita backstreet.Aku nggak mau ada yang tau kalau kita pacaran".


"Kok gitu?Kenapa?"


"Kamu kan artis.Aku nggak mau jadi bahan gossip nya orang.Selain itu,Dinda suka sama kamu.Aku nggak mau dia kecewa".


"Hmm..Baiklah.Kita udah jadian aja aku sudah senang".


"Terus ada syarat kedua"


"Ada syarat kedua lagi?"


"Iya,yang kedua kamu harus mau nge-date sama Dinda satu kali saja".


"Apa?Nggak mau,ah!Masak aku nge-date sama orang yang aku nggak suka".


"Apa?Kamu nggak suka sama temanku?"

__ADS_1


"Bukan.Bukan itu maksudku.Maksudku aku maunya nge-date nya sama kamu".


"Oke.Nanti setelah nge-date sama Dinda kamu boleh nge-date sama aku sepuasnya.Gimana?Kalau kamu nggak mau,ya,nggak papa.Berarti kita nggak jadi pacaran".


"Mau..Mau,kok!Masak nggak mau.Hehe".


"Oke,kalau gitu.Kita masuk kelas, yuk!Kayaknya udah mau bel!"


Kemudian aku beranjak berdiri dan segera mau beranjak dari tempat itu.Tapi tangan Satrio menarik tanganku.


"Kenapa?",tanyaku penasaran.


"Gandeng,dong.Kita kan udah jadian.Hehe!"


Aku pura-pura menjewer telinganya."Mulai nakal,ya!,kataku."Kan aku udah bilang kalau kita backstreet!"


"Iya..Iya..Becanda kaleee!Gitu aja dijewer!"


"Ooohhh..Kacian anak Mama...Guci..guci..Sakit,ya",kataku sambil memainkan pipinya.


Satrio menepis tanganku.Aku tertawa terbahak-bahak."Bye!!",kataku sambil melambaikan tanganku."Jangan lupa bayarin jajanku tadi!"


Akupun meninggalkan Satrio sendiri di kantin.Aku tadi sempet meliriknya.Mukanya terlihat kesal.Dia ngomel-ngomel sendiri.Aku cekikikan.Habis mukanya lucu kalau lagi marah.Pipinya yang putih itu bisa berubah jadi merah.


---


"Aku antar pulang, yuk!",kata Satrio sambil menghentikan mobil mewahnya di depanku.


"Iiihh..Kamu ini gimana,sih? Kan udah kubilang.Kita ini backstreet.Kalau aku kamu anterin,nanti semua orang bakalan curiga".


"Hehe..Iya..ya..Kok aku nggak kepikiran,ya?"


"Hahh...Iya memang benar kata orang.Ketampanan berbanding terbalik dengan kepintaran"


"Iya...Iya.Percaya.Sudah sana pergi".


"Ya..iya.."


"Bye-bye anak pintar!!"


Satrio menoleh kepadaku dan mengacungkan tinjunya.Akupun tertawa terbahak-bahak.


"Ras!Ada apa,sih!Kok kamu ketawa-tawa sendiri?",tanya Alfisa yang entah muncul darimana.


"Nggak..Tadi, biasalah!Ada orang nyebelin?"


"Orang nyebelin?Siapa"


"Udah.Nggak usah dibahas!Eh,Dinda sama Riyanti mana?Katanya mau naik angkot bareng?"


"Iya,ya..Mana, ya!",Alfisa melihat sekeliling."Itu..Itu mereka!"


"Hai,besti!!",ujar Riyanti begitu mendekati kami.


"Ehhh,Riya! Kenapa kamu datangnya lambat?"


"Iya.Tadi dipanggil Pak Irvan".


"Pak Irvan?Ada masalah apa?",tanyaku.


"Nggak..Nggak ada masalah,kok!Aku dia suruh mengikuti olimpiade kimia!"


"Oh,hebat kamu,Ri.Masih kelas sepuluh sudah bisa mewakili sekolah!"


"Hah..Kamu sama aja.Kamu mau tampil di Jakarta Fest,kan Minggu depan?"

__ADS_1


"Iya,sih!Baru inget aku.Nanti kalian bisa temenin aku nggak!Nanti hari Minggu.Aku mau cari gaun dan sepatu buat tampil.Disuruh Pak Husen".


"Pak Husen itu gimana,sih?Sudah tau anak yatim piatu,masih aja disuruh beli gaun dan sepatu sendiri untuk tampil",kata Dinda yang sedari tadi cuma diam.


"Udah..Udah..Nggak papa,kok.Aku masih punya tabungan,kok!Bisa dipakai dulu untuk beli gaun dan sepatu",jawabku.


"Eh,, dari tadi ngobrol mulu.Laper,nih!Makan, yuk!",kata Riyanti.Sepertinya perutnya yang besar itu memang saatnya minta diisi.


"Makan?Mau makan apa?",tanya Alfisa.


"Kita makan pentol 'Terkabul' aja di seberang jalan!",usulku.


"Sepertinya ide bagus.Ayokk.Capcus!",kata Riyanti dengan penuh semangat.


Kamipun segera menyeberang jalan menuju ke tempat penjual pentol.


"Kenapa kamu nggak nyuruh bucin-bucin kamu aja,Ras?",tanya Alfisa kepadaku.


"Bucin-bucin aku siapa?Terus untuk apa menyuruh mereka?"


"Tuuuu!!Si Hendra dan Satrio"


"Hendra dan Satrio?"


"Iya,ajak aja salah satu dari mereka untuk ngebeliin kamu gaun dan sepatu.Pasti mereka mau ngebeliin kamu dengan sukarela!"


"Hisshhh..Kamu ini ngapain bilang gitu.Laras nggak suka,kok sama Satrio.Dia aja bilang mau nyomblangin aku sama Satrio.Iya,kan,Ras?",tanya Dinda sambil menyenggol bahuku.


"Eh..I..Iya",jawabku gelagapan."Oh,iya,Din.Aku sudah tanya Satrio.Dia bilang mau nge-date sama kamu!"


"Apa?Beneran?Beneran dia mau nge-date sama aku?",tanya Dinda seolah tak percaya.


"Iya.Beneran.Nanti malam Minggu dia tunggu kamu di Kafe Bodong"


"Ye...Terimakasih,ya,Ras!Kamu memang bestie aku!"


Dinda memelukku dengan erat..Entah mengapa hatiku terasa gamang..Apakah aku nggak rela kalau Dinda nge-date sama Satrio?


---


Malam Minggu yang dinantikan Dinda akhirnya datang juga.Saat ini aku berada di rumahnya.Aku membantu makeup-in Dinda.


"Gimana?Cantik,kan?",tanyaku.


"Iya,cantik banget.Lama-lama kamu jadi pinter makeup-in orang kayak Barbie Koo.Itu,loh.Youtuber Korea yang isi kontennya tentang makeup"


"Ohhh..Barbie Koo yang itu?Nggak,lah.Lebih jagoan dia,kok.Kamu ini ada-ada aja!"


"Eh,ya,Ras.Kamu udah denger berita terbaru,nggak?"


"Berita?Berita apa?"


"Azril kabur dari penjara!"


Aku kaget.Tiba-tiba badanku lemas."Apa?Kok bisa?"


"Iya.Denger-denger,sih!Dia melumpuhkan semua penjaga dan kabur dari penjara.Aku bilang gini ke kamu supaya kamu siap-siap.Dugaanku pasti dia akan nyari kamu!"


Hmmm... Azril..Aku kira aku tidak akan mendengar namanya lagi.Aku tidak menyangka.Bisa-bisanya dia kabur dari penjara.Aku takut kalau sampai dia mendengar aku pacaran sama Satrio,dia akan mencelakai Satrio.


"Ras..Ras!Kamu nggak papa,kan?",tanya Dinda sambil menggoyang-goyangkan pahaku.


Hhhh..Aku menghela nafas panjang.Tidak mungkin aku menceritakan masalahku ke Dinda Sedangkan dia tau aku pacaran sama Satrio aja tidak.


"Udah,yuk!Ayo kita berangkat! Satrio pasti sudah menunggu!"

__ADS_1


__ADS_2