
AKU CEMBURU!
Mungkin itu yang memenuhi otakku sekarang ini.Aku melihat Satrio dan Dinda dari samping pintu masuk Kafe Bodong.Kafe itu sepertinya memang khusus disediakan bagi orang yang lagi pacaran,deh.Suasananya tenang dan romantis,jauh dari keramaian kota.
Aku tidak tahan melihat mereka berduaan.Hatiku terasa sesak.Akupun memutuskan untuk pergi keluar dari kafe.Aku berhenti sejenak dan menengok ke belakang untuk melihat mereka berdua yang sedang berbincang dengan akrab.Hatiku bertambah panas dan kesal.
Huuuuffftttt...Aku menghela nafas panjang.
Aku sekarang sedang duduk di pinggir jalan.Kucopot kedua sepatuku.Highheels yang sedari tadi kupakai terasa menyiksa.
"Brengsekkkk!!",aku berseru."Kalau aku tahu rasanya sesakit ini.Nggak bakalan aku biarkan Dinda nge-date sama Satrio!!!Kenapaaaa!!!Kenapa aku nggak bisa menolak permintaan Dindaaa!!"
"Ras!Kok kamu di sini?",suara Dinda menyapaku setelah lima belas menit berlalu.
"Eh,kamu Din.Udah selesai nge-date nya?",tanyaku."Aku cuma cari angin,kok!".
Cepat-cepat aku mengenakan sepatuku kembali.Setelah memakai sepatu lagi,aku berdiri dan meraih tangannya."Gimana hasilnya?"
"Mmm..Satrio nolak aku".
Akupun memeluknya."Uhhh..Kasian..Yang sabar,ya!"
"Ehh,nggak..Nggak papa,kok!Dari awal aku sudah tahu kalau Satrio nggak mungkin nerima aku.Justru aku bahagia,Ras?"
"Bahagia?Kok?"
"Iya.Setidaknya aku sudah pernah nge-date sama Satrio.Satrio bilang ada orang lain yang sedang disukainya.Aku jadi penasaran.Siapa,sih,wanita beruntung itu".
"Uhuuukkk",aku tersedak.
"Kamu...Kamu nggak papa,Ras?"
"Iya.Aku nggak papa!"
Pada saat yang sama, Satrio tiba-tiba berseru."Hai,Ras!Kamu juga ikut kemari?Kok aku nggak lihat kamu?"
"Eh,iya.Aku nemenin,Dinda",jawabku gelagapan.Aku tidak menyangka Satrio akan muncul di depanku.
"Nah,karena sudah malam,aku antar kalian pulang,yuk!",kata Satrio."Asal kalian mau.Kalau nggak mau juga nggak papa".
"Mau..Mau,kok!Iya,kan,Ras.Mau,kan?",kata Dinda antusias.
"Eh,I..Iya"
Kemudian Satrio terlihat menelpon seseorang."Mas Pardi tolong jemput kami di depan pintu masuk Kafe!"
Tak lama muncullah sebuah mobil mewah di depanku."Ini..Ini mobilmu?"
"Iya.Ini mobilku yang baru.Aku menabung sudah sangat lama untuk mendapatkan mobil ini",jawab Satrio."Ayo,naik!", perintahnya.Kemudian dia naik di depan dan duduk di sebelah Mas Pardi.
__ADS_1
"Din,kamu aja yang masuk duluan!",ujarku ke Dinda.
Dinda mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil.
Setelah itu akupun segera menyusulnya mau masuk ke dalam mobil.Tapi,baru aku naikkan satu kakiku, tiba-tiba mulutku dibekap dengan sebuah sapu tangan oleh seseorang.Aku mencium bau aneh dari sapu tangan itu.Dan perlahan-lahan aku kehilangan kesadaran ku.Sayup-sayup kudengar suara teriakan Dinda..Pett...Aku betul-betul pingsan.Semuanya menjadi gelap.
---
Aduhhh!Aku dimana ini?.. Perlahan-lahan aku buka mataku.Aku melihat tempat yang terasa asing.Sepertinya aku berada di sebuah gudang tua.Gudang tua ini sangat kotor.Selain itu sampah berserakan dimana-mana.
Aku mau berdiri dan menggerakkan tanganku.Aku baru menyadari kalau aku sedang duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat.
"Si..siapa yang mengikatku?..To..Tolonggg!!",teriakku.
"Ha..ha..ha..Tidak ada yang bisa menolongmu,manis!Tempat ini jauh dari mana-mana.Nggak akan ada satu orangpun yang mendengarmu.Ayo teriak lagi.Yang lebih keras!!",ujar laki-laki itu.Dia berdiri di sudut gelap gudang tua ini,sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
"Si..siapa kamu!!Cepat lepaskan aku.Kita berantem satu lawan satu kalau kamu berani!",seruku.
"Haha..hah..Tidak mungkin aku melepaskan dan berantem sama kamu!",kata pria itu sambil perlahan-lahan keluar dari sudut gelap gudang.
"Az... Azril! Kenapa..Kenapa kamu menculikku!Lepaskan aku!", teriakku.
"Hahh..Nggak mungkin aku melepaskanmu.Aku tahu kalau kamu jago taekwondo.Kamu pernah dapat dua medali perunggu dan satu medali perak,kan?Tentunya akan berbahaya untukku!Hahah!"
"Kena..kenapa kamu tega berbuat begini padaku,Zril?"
"Tega?Kamu yang duluan tega padaku!"
"Kamu sudah menyakiti hatiku!Kamu sudah menyelingkuhi aku terus kamu mutusin aku begitu saja.Katakan!Siapa yang lebih tega? Siapa yang lebih kejam?"
"Ma..Maafkan aku,Zril.Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu.Justru aku ingin kamu bisa bahagia dengan yang lain!"
Plakkkk!!!!
"Aaaahhh!",teriakku.Azril menampar pipiku.Pipiku yang putih menjadi merah.
"Bahagia?Bagaimana aku bisa bahagia kalau sampai saat ini saja aku masih mencintaimu?"
"Azril,lepaskan aku.Pleasee!",ujarku sambil menangis."Aku nggak suka diginiin!Aku mau pulang!"
"Oh,kaciannn!!Anak manis mulai menangis,ya!Hahaha!"
"Anak-anak!!!",teriak Azril.Kemudian muncul lima orang bertubuh besar dari luar gudang.
"I..Iya,Kak!"
"Jagain cewek ini!Aku mau merokok dulu!"
"Siap,Kak!"
__ADS_1
Kemudian Azril pergi ke pojokan gudang dan mulai merokok.
Setelah kuperhatikan,kelima orang ini adalah anak Jujitsu di sekolah.
"Heii..Kalian ini anak-anak Jujitsu di sekolah,kan?"
"Iya,memang.Bagus kalau kamu mengenali kami!"jawab salah seorang cowok itu.
"Kalian nggak takut dikeluarkan dari sekolah?Dengan perbuatan kalian ini,kalian bisa dikeluarkan dari sekolah!"
"Kami nggak perduli!Kak Azril adalah panutan dan teladan kami.Perintahnya adalah mutlak bagi kami!"
"Hhhddhh..Ya,udah.Paling nanti kalian rugi sendiri!"
"Hahaha..Rugi?Nggak,lah.Kak Azril bilang kami bisa menikmati kamu sepuasnya setelah Kak Azril menikmati tubuhmu!Hahahaha!"
"Ap..Apa!Nggak..Nggak mungkin Azril berbuat seperti itu!Aku kenal Azril,dia nggak akan berbuat hal nggak bermoral kayak gitu!"
"Hah,siapa bilang?",kata Azril."Kalian semua keluar!Nanti kalau aku sudah selesai,kalian aku panggil!"
"Siap,Kak!",kata mereka seraya pergi.
"Az..Azril,jangan!",kataku gemetar.Aku ketakutan.Apakah kesucian ku akan direnggut saat ini?
"Hahahaha"
Brettttt!
Dia menarik kemeja yang aku pakai.Dalam sekali tarik,lepas semua kancing bajuku,sehingga terlihatlah BH yang aku pakai."Ahhhhh!"
Dengan kedua tanganku aku berusaha menutupi kedua payudaraku yang menyembul dari balik BH-ku."Tidakkkk!!"
Wajah Azril menjadi semakin beringas.Dia benamkan wajahnya ke payudaraku."Lepas!!Lepaskan kamu b******n!"
"Hehehe!",Azril hanya tertawa.
Brakkkkkk!!!!!!
Salah satu anak buah Azril masuk dengan tergopoh-gopoh.
"Heh,b*******!!!Kan aku bilang jangan masuk dulu.Nanti kalian aku panggil kalau sudah selesai!"
"Ga,gawat,Kak!"
Belum selesai anak buah Azril berbicara.
"Azril!Ba*****n kamu!",teriak Satrio.
"Hahaha!!!kamu bilang aku ba*****n,terus kamu apa?Kamu aja berani mencium pacar orang!Terus apa namanya?Mbahnya Ba*****n?"
__ADS_1
"Azril,Ibu tau kamu bukan anak yang begini.Kamu dulu anak yang baik.Ayo,Nak.Lepaskan Laras,nanti kita bicara baik-baik!",kata Bu Victoria.Rupanya Bu Victoria ikut dengan Satrio.Selain itu ada Riyanti,Dinda,dan Alfisa berdiri di belakangnya.
"Hahaha!!Apa?Azril yang baik sudah mati !!!!!"