CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 36. Nick dan Arimbi


__ADS_3

Nick telah menyelidiki semua tentang penyebab meninggalnya Rachel. Akhirmya dia tahu jika semua berawal dari adiknya yang melihat Rafael sedang berhubungan badan dengan Arimbi. Telah satu minggu Nick mendekati wanita itu untuk membalas sakit hati Rachel.


"Rafael telah dapat balasan dengan dirinya bunuh diri dan hanya tinggal Arimbi. Wanita itu juga ternyata kekasihnya Rangga. Dia juga penyebab hancurmya rumah tangga Cinta. Kita mulai permainan Arimbi," ucap Nick.


Cinta yang melihat Nick sedang menonton, ikut bergabung. Dia tersenyum dengan pria yang telah dianggapnya seperti abang sendiri. Nick yang sedang berusaha mendekati Arimbi, tidak menyadari kehadiran Cinta.


"Hayoo, abang lagi hubungi siapa? Calon kakak ipar ya?" tanya Cinta mengagetkan pria itu.


Nick tersenyum. Seminggu mendekati Arimbi bukan hal yang sulit bagi pria itu, karena dia tahu, Arimbi hanya membutuhkan uang. Dengan uangnya, dia telah bisa menaklukkan wanita itu.


"Bukan calon kakak ipar yang baik. Aku hanya sekadar saja sama wanita ini," jawab Nick.


Cinta hanya tersenyum meledek mendengar jawaban dari Nick. Dia berpikir pria itu malu untuk jujur.


"Jangan katakan sekedar saja, nanti abang bisa bucin!" Cinta kembali mengejek Nick. Pria itu tertawa dan mengacak rambut wanita itu.


"Bagaimana hubungan kamu dan Rangga?" tanya Nick.


Kemarin mamanya berkata, Rangga datang ke rumah, tapi Cinta tidak mau menemui. Satu jam menunggu, wanita itu masih tetap Berkurung diri di kamar, akhirnya Rangga pulang.


"Aku belum siap bertemu, Bang. Aku masih ragu dengan perasaan ini. Apakah aku harus memaafkan atau mengakhiri saja?" Cinta berucap dengan pikiran yang menerawang entah kemana.


"Jangan gegabah mengambil keputusan. Ini menyangkut masa depanmu. Pikirkan semua dengan matang." Nick mencoba menasihati.


Walau sesungguhnya selain rasa sayang sebagai seorang adik, Nick juga menyimpan perasaan suka. Namun, dia bukan pria egois yang memaksakan perasaannya. Dia akan menerima apa pun yang menjadi keputusan Cinta.


Bel rumah berbunyi, bibi yang membukakan pintu mendatangi Nick dan Cinta. Mengatakan siapa tamu yang datang.

__ADS_1


"Ada apa, Bi?" tanya Nick, melihat bibi.


"Ada tamu yang ingin bertemu Non Cinta," jawab bibi sambil menunduk.


"Suruh aja masuk, Bi!" jawab Nick. Dia sudah dapat menebak siapa tamu yang ingin bertemu dengan Cinta. Selain Rangga, tidak ada lagi orang yang mengenal dan mengetahui kehadiran wanita itu di rumah Nick.


Rangga berjalan dengan pasti menuju ruang keluarga di mana Nick dan Cinta berada. Kebetulan mama sedang ke luar rumah untuk mengurus bisnis butiknya.


"Selamat siang, Pak Nick, Cinta," sapa Rangga begitu sampai dihadapan keduanya.


Cinta dan Nick menjawab serempak. Pria itu mempersilakan Rangga duduk. Setelah sepuluh menit berbasa basi, Nick pamit. Dia memberikan kesempatan pada mereka untuk mengobrol.


"Maaf, aku pamit dulu. Masih ada urusan di luar," ucap Nick.


Cinta tersenyum mendengar ucapan Nick. Dia kembali meledek pria itu.


Rangga dengan tanpa kedip, memandangi interaksi keduanya. Dia menjadi sedikit iri melihat keakraban keduanya. Baru pria itu sadari, sebenarnya Cinta wanita yang periang dan ceria. Semua itu hilang sejak menikah dengannya. Rangga makin merasa bersalah. Dia bisa merasakan apa yang Cinta rasakan saat hidup dengannya.


Setelah Nick pergi, Rengga merapatkan duduknya untuk lebih mendekat ke Cinta. Wanita itu masih diam, tidak tahu harus memulai dari mana pembicaraan mereka.


Rangga mengeluarkan isi dari kantong yang dibawanya. Ternyata kotak makanan. Entah apa isinya. Cinta hanya melirik saja.


"Aku kemarin makan di sebuah resto. Mie gorengnya enak banget. Aku jadi teringat kamu yang sering membuatkan sarapan mie goreng untukku. Jadi saat mau ke sini aku sengaja mampir. Siapa tahu kamu suka," ucap Rangga.


Dia membuka kotak makanan itu. Mengambil sumpitnya lalu mengambil mie dan menyodorkan ke Cinta. Wanita itu hanya memandangi sumpit yang dibalut mie goreng itu.


"Cobalah dulu, aku yakin kamu suka. Rasanya tidak jauh beda dengan masakan kamu," ucap Rangga masih dengan menyodorkan mie itu ke mulut Cinta.

__ADS_1


Cinta akhirnya membuka mulutnya dan menerima suapan dari Rangga. Diakui Cinta rasa mie gorengnya memang enak. Sehingga saat Rangga kembali menyodorkan mie ke mulutnya, Cinta kembali menerima. Hingga tanpa sadar, satu porsi mie goreng habis di santapnya.


Rangga tersenyum melihat Cinta yang sudah mulai mau menerima kedatangannya. Sejak pertemuan mereka di pesta itu, setiap hari Rangga datang, tapi biasanya Cinta akan bersembunyi di kamar tanpa mau bertemu.


Sementara Rangga berusaha mendekati Cinta, di tempat lain Arimbi sedang menunggu kedatangan Nick. Dia berdandan sangat cantik dan seksi.


"Aku harus bisa membuat Nick jatuh cinta dan tergila-gila denganku. Aku tidak akan mengemis cinta lagi dengan Rangga. Mangsaku kali ini jauh lebih baik dari pria itu," gumam Arimbi pada dirinya sendiri.


Dua jam menunggu, Arimbi mulai tampak gelisah. Dia telah mencoba menghubungi Nick lagi, tapi tidak aktif. Ketika hampir putus asa, dia melihat kehadiran Nick memasuki restoran tempatnya menunggu. Dari kejauhan Arimbi telah memberikan senyuman semringahnya.


"Ganteng banget. Uangnya juga melimpah. Jika aku dapat menjeratnya, aku yakin hidupku akan bahagia dan sejahtera. Apa lagi dia lembut, tidak pemarah seperti Rangga. Mulai hari ini, aku tidak akan mengurus lagi pria itu. Mau kembali lagi atau cerai dengan istrinya terserah," gumam Arimbi pada diri sendiri lagi.


Nick tersenyum manis saat telah dekat dengan Arimbi. Mengecup pipi wanita itu dengan lembut.


"Maaf, aku telat. Jalanan macet jika hari libur begini," ucap Nick. Dia lalu memilih duduk di seberang Arimbi, bukan di samping wanita itu.


"Tidak apa, Nick. Aku maklum," jawab Arimbi dengan suara lembut agar pria itu terkesan dengannya.


Saat Nick menghubungi Arimbi, wanita itu dot bertanya dari mana dia tahu motornya. Beruntung Nick telah mempersiapkan jawaban. Dia mengatakan jika nomor Arimbi di dapat dari seorang teman. Kebetulan juga teman Arimbi adalah bawahannya. Sehingga membuat Arimbi percaya.


"Sudah lama menunggu?" tanya Nick sambil melihat menu, dia memesan banyak makanan kesukaan Arimbi. Nick memang telah menyelidiki semua tentang wanita itu, termasuk perlakuannya dengan Cinta.


"Tidak ada waktu yang lama bagiku jika itu untuk menunggu kamu. Seberapa lama pun kamu datang, aku akan tetap menanti," ucap Arimbi sambil tersenyum manis.


"Aku tersanjung mendengar ucapanmu. Apakah aku begitu berartinya, padahal kita baru kenal?" tanya Nick lagi. Pria itu dengan susah payah menahan rasa muaknya karena harus berkata lembut dengan wanita yang menjadi salah satu penyebab meninggalnya Rachel. Dia tidak akan membiarkan wanita dihadapannya ini bahagia.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2