CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Keputusan


__ADS_3

"Kamu kenapa,Ras?Kok kayak lagi galau?",tanya Alfisa.


Aku menggeleng."Nggak,kok.Nggak papa!"


"Udah jujur saja padaku"


"Emang keliatan banget,ya?"


Alfisa mengangguk.


"Hahhhhh..".Aku menghela nafas panjang."Hendra nembak aku!"


"Apa?Serius kamu?"


"Iya"


"Harusnya kamu seneng,dong!Kok malah galau kayak gini?"


Aku terdiam.Aku membenamkan kepalaku dalam kedua tanganku.


"Loh? Jangan-jangan kamu belum move-on dari Satrio?"


Air mataku berlinang.Entah kenapa hatiku terasa perih.Seperti teriris-iris.


"Loh,kok kamu malah nangis,Ras? Berarti bener,kan?"


Aku mengangguk."Entah kenapa aku nggak bisa melupakan dia.Kenangan bersama dia membuat hatiku terasa sakit".


"Yang sabar,ya,Ras.Ayo udahan nangisnya.Kamu fokus belajar aja.Sebentar lagi kan mau UAS".


Aku mengangguk."Iya,kamu bener"


Tak lama kemudian Pak Irvan memasuki kelas.Pertanda pelajaran Fisika akan segera dimulai.


 


"Gimana,Ras?Kamu jadi ikut ke Studytour ke Bali?",tanya Galih begitu pelajaran usai.


"Mmmm..Nggak tahu,ya.Kayaknya nggak,deh!",jawabku.


"Ikutlah,Ras.Demi aku.Demi anak-anak yang lain juga.Please!".Galih mulai memasang wajah memelas.Seakan-akan dia tahu benar kelemahan ku yang tidak tahan melihat muka melasnya."Pleasssee!!",bujuk Galih sekali lagi.


"Baiklah!Oke!Oke!"


"Maksudnya, kamu ikut?"


"Iya,aku ikut!"


"Yeee!!!"


"Kok kamu segirang itu.Pasti kamu udah ngerencanain yang aneh-aneh!Awas kamu,ya!"


"Ada,deh!"


--


"Itu dia!",teriak Jojo bersemangat."Di situ cewek itu!"


"A..Apa?",aku yang tidak tahu situasi,bingung dengan apa yang telah terjadi.


Tiba-tiba aja empat orang cewek sudah menyergap ku."Bawa dia ke belakang sekolah!", perintah Jojo.


"Jojo,apa yang kamu lakukan?"

__ADS_1


"Diam kamu j***Ng!"


PLAKKKK!!


Sebuah tamparan mengenai pipi kananku.Pipiku terasa panas.


Akupun diseret ke belakang sekolah.Di belakang sekolah sudah ada empat cewek lagi yang sedang duduk berjongkok.


"Apa yang kamu lakukan,Jo?Bukankah dia keluargamu?",tanya salah seorang cewek yang sedang berjongkok dan merokok.


"Diam!Cewek kampung ini bukan keluarga ku! Gara-gara cewek ini aku dihukum guru dan selalu dimarahin mamaku!"


"Ya,udah.Terserah kamu.Tapi aku nggak ikutan,ya?",kata cewek itu.Dia melihat ke arahku."Kau tanggung semua perbuatanmu",katanya dengan logat Sunda yang kental.Ia bergegas pergi.Ketiga cewek yang sedari tadi berjongkok dan merokok juga ikut berdiri mengikutinya.


Akupun didorong oleh mereka hingga kepalaku membentur dinding."Aaahhh!", teriakku.


Byuurrr!!!


Seember air got menyiram tubuhku.Baunya sangat busuk dan menusuk hidung.


"Hahhhh!Rasakan! Pembunuh memang harus diginiin!Dasar pembunuh sampah masyarakat!Hahahaha!". Jojo tertawa terbahak-bahak.


Plaakkk!!


Aku ditampar lagi.


Bugg!!Buggh!!Buggh!!!


Kemudian mereka menginjak-injak aku.Aku hanya bisa meringkuk dengan kedua tangan di depan wajahku untuk melindungi kepalaku.


"Jojo!!",teriak sebuah suara yang familiar di telingaku."Jojooo!!Hentikan!!"


Jojo segera mendengarnya.Dengan panik Jojo dan teman-temannya berlarian kesana-kemari.Karena yang datang ternyata Hendra bersama satpam sekolah.


"Anak itu.Ayo kita tolong anak itu dulu!", samar-samar kudengar Pak Satpam berteriak.Ia memandangi kepalaku."Kepalanya berdarah",teriaknya.Setelah itu semuanya gelap.Rupanya aku pingsan.


 


"Kamu di Rumah Sakit, Nak!".Aku mendongakkan kepalaku.Seseorang duduk di sebelah ranjang ku dan Hendra berdiri melambai-lambai di sampingnya.


"Tante Ayu.. Hendra..Apa yang kalian lakukan di sini?"


"Tante..Tante minta maaf,ya,Nak!Tante mewakili Jojo mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kamu atas perbuatannya".


"Tante..Tante tidak perlu melakukan itu.Jojo yang salah.Bukan Tante".


"Iya.Tapi tetap saja.Tante yang salah karena sudah gagal mendidik Jojo menjadi anak yang baik".


"Tante..Jangan bilang begitu,Tan!"


"Maaf,Tante.Yang dibilang Laras ada benarnya.Ini semua bukan salah Tante.Biar hukum negara ini yang menghukumnya",sela Hendra.


"Oh,iya,Hen!",ujarku."Aku nggak tahu kalau kamu nggak datang apa yang akan terjadi padaku".


"Sudah..sudah..Aku kan sudah berjanji untuk menjagamu.Yang penting kamu sekarang fokus pada kesehatan mu.Kurasa makin cepat kamu sembuh makin baik,Ras",ujar Hendra."Sebentar lagi Ujian Akhir Semester,lo!"


"Iya,betul!",sahut Tante Ayu.Dengan cekatan ia mengambil sendok dan memasukkan nasi serta lauk-pauk ke atas piring."Laras, ayo makan.Biar cepat sembuh!".Tante Ayu menyuapiku dengan penuh rasa sayang.


"Aku sukar bernafas",kataku.Tiba-tiba aja nafasku sesak.


"Pang...Panggil Dokter!",teriak Tante Ayu.


"Iya,Tante", Hendra berlari dengan cepat keluar ruangan.

__ADS_1


--


"Tension?Tension apa tadi,Dok?",ujar Tante Ayu tak paham apa yang diucapkan Dokter.


"Tension Pneumathorax,Bu.Untuk itu kami akan pindahkan pasien ke ruang ICU untuk sementara sampai kondisinya stabil",ujar Pak Dokter.


"Iya,Dok.Apa aja lakukan yang terbaik tolong lakukan untuk keponakan saya,Dok!Tapi apa penyebab sebenarnya,Dok?Tadi soalnya nggak papa.Tiba-tiba saja dia bilang sesak nafas".


"Penyebabnya adalah adanya benturan di dadanya.Mungkin ada tulangnya yang retak atau memar,Bu".


Kemudian aku dipindahkan kenruang ICU.Dokter memberikan bantuan oksigen kepadaku melalui tabung oksigen.Di sekitarku sudah tidak ada siapa-siapa.Hanya pasien yang diam seribu bahasa.


 


Dua hari kemudian..


Dokter dan dua orang perawat berdiri di sisi ranjang ku.


Ia menempelkan stetoskop ke dadaku."Sudah normal.Kamu sudah bisa pindah ke ruangan.Kalau perkembangannya baik.Besok sudah boleh pulang.Tapi di rumah tidak boleh banyak aktivitas dulu,ya!"


Akupun dipindahkan ke ruangan biasa.


"Laras,Tante senang kamu sudah kembali ke ruangan ini.Tante sempat cemas,lo,kamu nggak bisa bernafas dan dipindahkan ke ICU",kata Tante Ayu begitu aku sampai di ruangan.


"Iya,Tante terimakasih!Jojo gimana kabarnya,Tante?"


"Hhhhh",Tante Ayu mendesah."Dia kena pasal 76C.Kayaknya dia bakalan dipenjara tiga tahun",jawab Tante Ayu.Wajahnya terlihat getir.


"Yang sabar,ya, Tante!",ujarku.


"Hmmm,iya.Nggak papa kok,Ras.Tante sudah ikhlas.Biar jadi pelajaran buat dia juga".


Aku tercenung.Aku kasihan juga melihat kondisi Tante Ayu.Wajahnya yang sudah tidak muda lagi itu dipenuhi dengan kerutan di keningnya.Mungkin terlalu berat beban yang dia hadapi.


--


"Selamat pagi!",ucap Hendra ramah.


Aku dan Tante Ayu kaget melihat Hendra sudah muncul di sini sepagi ini.


"Ihhhh...Kok sepagi ini sudah di sini,Hen?Kamu nggak sekolah?",tanyaku.


"Nggak!Hehe!",jawabnya sambil cengar-cengir.


"Lih,kok?Kamu kan termasuk murid teladan di sekolah.Masak bolos?"


"Yah,nggak papa,lah.Sekali-kali.Hari ini kan kamu keluar dari Rumah Sakit.Aku mau ngebantuin kamu",katanya sambil melipat-lipat bajuku yang berserakan di atas kasur dan memasukkannya ke dalam tas.


"Makasih,ya,Hen!Kamu selalu baik padaku.Tapi aku bahkan tidak bisa membalas perasaanmu"


Hendra menempelkan jari telunjuknya ke atas bibirku."Ssssstttt...Nggak usah bilang begitu.Aku ikhlas,kok!..Masalah perasaanku..kamu nggak usah kuatir.Aku akan selalu menunggumu sampai kamu siap.Tapi jika kamu tidak membalas perasaanku pun,aku nggak papa.Aku ikhlas..Aku tetap akan mencintaimu selamanya".


"Maafkan aku,ya,Hen!",sudut mataku menitikkan air mata.


Hendra mengusap air mataku."Ssstt..sudah..sudah..Nggak usah diingat-ingat lagi.Kalau kamu merasa berat.Anggap saja aku tak pernah mengucapkannya".Hendra melihat sekeliling."Oh,ya.Tante Ayu mana?"


"Oh,Tante Ayu lagi menyelesaikan administrasi dan mengambil obat untuk rawat jalan".


"Ohhh.. Kalau gitu biar aku yang beresin semuanya,ya!"


"Ya,udah,terserah kamu.Terimakasih,ya,Hen!"


Mataku nanar.Aku lihat Hendra yang sibuk kesana-kemari membereskan kamarku..Aku berpikir wajahnya yang tampan dan badannya yang atletis itu mengapa tidak mampu menggetarkan jiwaku.

__ADS_1


Hendra..


Aku tersenyum melihatnya.Dia adalah sosok yang baik.Sangat baik malahan.Sepertinya aku harus belajar untuk mencintainya.


__ADS_2