CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Jatuh


__ADS_3

Tumben Minggu sore kayak sekarang Dinda pergi ke rumahku.Dan aku terkejut dengan apa yang dia sampaikan.


"Apa?Pedekate?",tanyaku.


"Iya,pleasee,Ras!Bantu aku pedekate sama Satrio.Kamu bilang,kan,kalau kamu nggak ada perasaan apa-apa dengannya".


"Nggak,ah!Aku nggak bisa!Aku belum pernah jadi mak comblang.Nanti kalau gagal bagaimana?"


"Nggak papa,Ras.Yang penting kamu usaha dulu.Ya,Ras!Pleasee!".Dinda mengeluarkan jurus andalannya.Matanya berubah memelas seperti mata kucing.Dan kayaknya dia tahu kalau itu kelemahanku.


"Ya udah!Ya udah!Aku bantuin!"


"Iyeeee!! Terimakasih ya,Laras!Kamu memang bestie aku yang paling best!".Dinda memelukku dengan erat.


"Udah!Udahh!Lepasin!Nggak bisa nafas,nih!"


Aduh,gimana,ya.Aku jadi ragu dengan perasaanku.Apakah aku ada rasa atau nggak ya sama Satrio?Terus..Aku terlanjur mengiyakan lagi.


---


Kukayuh sepedaku dengan kencang dan penuh semangat.Aku sekarang sudah mulai terbiasa naik sepeda ke sekolah.Bahkan aku merasa senang.Aku sangat menikmatinya.Dan kakiku sudah nggak pegal-pegal lagi waktu sampai di sekolah.


Sebenarnya aku dikasih uang,sih,sama Tante Ayu seperti yang ia janjikan.Tapi uangnya aku tabung kembali.Tabunganku kan sudah kosong melompong karena dipakai untuk membayar hutang Tante Ayu.


Eh,ya.Aku jadi ingat kejadian kemarin.Begitu Jojo pulang ke rumah,Tante Ayu langsung menamparnya.Bukan hanya menampar.Bahkan Tante Ayu menjambak dan membenturkan kepala Jojo ke dinding.Tante Ayu marah habis-habisan.


"Kamu ini keterlaluan,ya! Bisa-bisanya kamu ngutang ke Tante Eva hanya untuk party-party yang nggak jelas itu!",kata Tante Ayu kemaren.


"Jadi Mama mau aku malu di depan teman-temanku,hah?"


Plakkkk!!!


"Tante,udah Tante!"


"Kok kamu ngebelain Jojo? Bukannya dia selalu jahat sama kamu?"


"Bukannya ngebelain.Tapi sudah cukup Tante.Jojo sudah babak belur.Tante mau Jojo mati?"


Tante Ayu terdiam..


"Rassss!!!!"


Hendra teriak-teriak dari sampingku.


"Kok kamu teriak-teriak,Hen?"


"Habis kamu aku panggil dari tadi,kamu nggak dengerin!Kamu ngelamun,ya? Hati-hati,loh.Jangan naik sepeda sambil ngelamun"


"Iya",jawabku singkat.Lama-lama Hendra ini kayak nenek-nenek,ya.Ceramah melulu.


Kemudian mataku tertuju ke kerumunan yang ada di seberang jalan."Sudah mulaikah mereka?",tanyaku sambil memperhatikan kesibukan di tempat itu.


Hendra mengangguk."Kayaknya restoran itu mulai dibuka hari ini.Hmmm..Banyak sekali pengunjungnya,ya? Antriannya sampek ke jalan kayak gitu!"


"Restoran Pizza itu sudah terkenal.Katanya rasanya enak.Hanya saja baru dibuka di sekitar sini".


"Udara mendung terus sejak pagi",katanya.


"Iya.Tadi aja waktu mau berangkat ke sekolah rasanya malesss banget.Pengennya mau tidur sepanjang hari".


"Bagaimana keadaan Jojo?",tanya Hendra."Dia masuk sekolah?"


"Sepertinya nggak.Mukanya babak belur.Mana berani dia pergi ke sekolah dengan muka begitu".


"Mungkin ini yang namanya karma".


"Karma?Kenapa?"

__ADS_1


"Iya.Selama ini kan dia selalu jahat sama kamu.Sekarang dia kena karmanya,kan?"


"Aku nggak tau,sih.Itu karma atau bukan.Tapi yang aku mau mereka berdua bisa berbaikan!"


"Hahhh?Emang kamu anak baik,Ras"


"Apa?Apa,Hen?Aku nggak dengar tadi".


"Nggak..Nggak apa-apa",ujar Hendra sambil menyeringai.


Brukkk!!


"Aduh!"seruku.Entah kenapa sepedaku tiba-tiba oleng hingga aku terjatuh.Aku meringis.Kakiku keseleo dan lututku berdarah.


"Laras!Kok kamu bisa jatuh?Lututmu sampek luka gitu!"


"Iya..Ad..Aduhh!Sakit,Hen!"


"Laras!!"Teriak Satrio yang entah muncul darimana."Kamu nggak papa?Ayok ikut aku!".Satrio langsung mengangkat dan menggendongku.


"Berhenti!Aku sudah pesan taxi online!Sebentar lagi datang.Biar aku yang mengurus Laras!Dia tanggung jawabku.Aku yang bersama dia saat dia terjatuh!"


"Tanggungjawab?Tanggungjawab apanya?Terbukti kamu sudah lalai menjaga Laras!Masih bicara tentang tanggungjawab?Mulai sekarang jangan bertemu dengan Laras lagi.Kalau mau membantu,sana bawa sepeda Laras ke bengkel!"


"Ta...Tapi..", Hendra tidak dapat menyanggah Satrio lagi.Karena yang dia sampaikan memang sebuah kenyataan.


--


"Dek,silahkan duduk di sana!",perintah seorang suster kepada Satrio.Sementara aku didudukkan di kursi roda dan masuk ke ruang pemeriksaan.


Lukaku diobati dan bengkak di kakiku diolesi cream anti bengkak.Setelah itu,Dokter menuliskan sebuah resep untukku."Tidak apa-apa,kok!Hanya keseleo.Tapi semingguan ini jangan dipakai berjalan,ya?Apalagi ke sekolah.Sementara libur sekolah dulu,ya.Nanti saya resepkan beberapa obat"


Aku mengangguk.


"Sekarang Adek boleh pulang".


"Iya,Dok.Terimakasih".


"Terimakasih,Satrio.Besok kamu ada acara?Bisa pergi ke restoran untuk makan malam?"


"Hahh..?Bisa..Bisa!",jawab Satrio antusias.


"Oke,nanti aku kasih tahu tempatnya,ya?",kataku.


"Oke!",kata Satrio sambil mengedipkan sebelah matanya.


Begitu masuk mobil,aku langsung tertidur.Aku merasa lelah.Mungkin karena sedari tadi menahan rasa sakit.Atau karena kelelahan setelah mengayuh sepeda.


"Ras..Laras!",kata Satrio sambil menepuk-nepuk pipiku.


"Eh,aku ketiduran,ya?Maaf,ya".


"Ya,nggak papa!"


"Loh,Laras kenapa?",teriak Tante Ayu begitu membuka pintu.


"Laras jatuh dari sepeda,Tante!",jawab Satrio sopan.


"Ayo..Masuk.. Masuk!"


Setelah aku duduk,Tante pergi ke dalam dan tak beberapa lama dia sudah kembali membawa baki berisi es teh dan beberapa kue yang diatur di atas sebuah piring kecil.


"Laras nggak papa,Tante.Cuma luka di lutut dan kakinya keseleo.Sudah diobati tadi.Tadi dia sudah saya bawa ke Dokter!"


"Hhhh..Syukurlah".Tante Ayu menghembuskan nafas lega."Tapi,kamu ini siapa,ya?Kok rasanya familiar"


"Saya Satrio,Tante!"

__ADS_1


"Satrio??...Satrio?",Tante Ayu bergumam sendiri dan berusaha mengingat sesuatu."Ahhhh!!!Iya,Benar.Aku pernah lihat di TV!Kamu Satrio anak artis Mimi Tambunan,kan?Ayo diminum teh-nya.Kuenya juga dimakan!"


"Hehe..Iya,Tante!",kata Satrio sambil meminum es teh yang berada di atas meja.


"Kok bisa?Kok bisa kamu temenan sama Laras!Bahkan sampek repot-repot nolong Laras lagi.Atau..Jangan-jangan kamu suka sama Laras,ya?"


"Uhukkkkk!!!!", Satrio tersedak.Es teh nya keluar membasahi bajunya.


"Eh,kamu kenapa,Nak?"


"Ngg..Nggak papa Tante!"


Aku menyenggol-nyenggol bahu Tante Ayu."Tante..Kenapa Tante ngomong kayak gitu?Malu tauk!"


"Hahhh..Tante dulu juga pernah muda.Tante tahu kalau cowok berkorban sampai sejauh itu berarti dia suka sama kamu"


"Iiihhh,Tante!",aku menyilangkan tangan dan memasang muka cemberut.


Tante Ayu mencubit-cubit pipiku."Ihhh..Keponakan Tante yang cantik ini kok cemberut,sih?"


"Habis Tante ngomong kayak gitu.Aku kan jadi malu".


"Hahaha..Iya..Iya..Maaf..Maafkan Tante,ya,anak manis!"


"Eh,iya.Kok Tante di rumah? Bukannya harusnya di minimarket?Apa Jojo yang jaga minimarket?"


"Nggak.Jojo seharian mengurung diri di kamar.Ini tadi pulang sebentar mau ambil cincin.Tante mau pergi ke toko emas.Mau menjual cincin kawin Tante untuk membayar hutang".


"Hutang?Kalau boleh tau hutang apa,ya,Tante?",tanya Satrio.


"Itu..kemaren"


"Tante..Jangan ceritakan,Tante",kataku setengah berbisik.Berusaha mencegah Tante Ayu bercerita ke Satrio.Bukan apa-apa.Aku tidak mau saja Satrio tahu masalah di rumahku.


"Nggak papa,Ras.Aku mau mendengarkannya"


"Tuh,Satrio aja bilang nggak papa",ujar Tante Ayu."Gini,Nak.Jojo berhutang ke rentenir untuk pesta ulang tahunnya.Yang dia pinjam sejumlah sepuluh juta.Darimana Tante punya uang sebanyak itu di akhir bulan seperti ini?Uang Tante sudah habis untuk membayar tagihan-tagihan dan biaya kehidupan sehari-hari.Untung saja Laras membantu Tante.Dia memberikan uang yang selama ini dia tabung ke Tante.Tapi jumlahnya hanya delapan juta.Jadi masih kurang dua juta.Makanya Tante mau jual cincin kawin Tante untuk membayar kekurangannya".


"Tidak usah,Tante.Tunggu sebentar",Satrio merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone nya.Kemudian dia mengetuk-ngetuk handphonenya.Entah apa yang dia lakukan."Berapa nomor rekening,Tante?"


"Eh,jangan.Jangan Satrio!",kataku sambil memegang tangannya berusaha untuk mencegahnya.Aku kaget.Ternyata Satrio mengambil handphone untuk mentransfer uang ke rekening Tante Ayu.


"Nomor rekening Tante 0xxxxxx-xxx-xxx"


"Tante,jangan Tante"


"Kenapa?"


"Aku nggak enak,Tante sama Satrio.Lagian aku juga baru mengenalnya".


"Nggak papa,Ras!Aku ikhlas membantu",kata Satrio."Tante sudah masuk,ya.Bisa dicek di aplikasi Tante".


Kemudian Tante Ayu mengambil handphone nya.Kemudian setelah mengetuk-ngetu handphone nya.Dia terperangah menatap layar handphone nya."Du..Dua puluh juta?"


"Apa?Kenapa kamu transfer dua puluh juta?Hutang Tanteku sepuluh juta saja!"


"Nggak papa,Ras.Sepuluh juta dong ntuk bayar hutang.Sepuluh jutanya lagi untuk kebutuhan sehari-hari kamu dan keluargamu",jawab Satrio."Aku ikhlas,kok!"


"Ta..Tapi.."


"Sudah..Sudah,Ras.Nggak baik nolak rejeki.Terimakasih,ya,Nak Satrio.Ayo..dimakan..dimakan kuenya!"


"Iya,Tante"


Setelah itu,Tante masuk ke dalam kamar.Sepertinya dia sengaja meninggalkan kami berdua supaya lebih leluasa mengobrol.


Akupun asyik mengobrol dengan Satrio.Satrio anaknya asyik.Dia sering melucu dan wawasannya luas.

__ADS_1


Hingga tak terasa hari sudah sore.Satrio pun berpamitan pulang.


Hari ini, walaupun kakiku sakit.Tapi aku bahagia.Hatiku terasa berbunga-bunga.Apakah aku telah jatuh cinta?Atau aku bahagia karena masalah hutang sudah beres?Entahlah..


__ADS_2