CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 26. Album Foto


__ADS_3

Cinta duduk di taman belakang rumah Nick. Dia tampak termenung, sehingga tidak menyadari kehadiran Nick. Pria itu menatap wajah Cinta tanpa kedip. Tadi mamanya telah mengatakan semua tentang Cinta sesuai dengan yang wanita itu pikirkan.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi denganmu? Kenapa suamimu bisa meragukan anak yang kau kandung? Apa dia pernah melihat kau berselingkuh?" tanya Nick dengan suara yang tegas dan jelas.


Cinta yang sedang melamun, terkejut mendengar suara Nick. Dia menoleh dan menatap Nick. Pria itu tampak salah tingkah di tatap dengan intens, sehingga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Saat Cinta tersenyum, Nick menjadi makin gugup. Dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali adiknya Rachel. Masa mudanya dihabiskan dengan menjalankan bisnis keluarga. Papa Nick telah meninggal sejak mereka kecil.


"Aku tidak minta Mas percaya, tapi yang pasti aku bicara apa adanya. Buat apa aku bohong?" Cinta bicara dengan suara jelas.


Nick tampak menarik napas dalam. Dia memperhatikan wajah Cinta. Usianya pasti seumuran dengan Rachel, pikir Nick.


"Jika kamu tidak berselingkuh, kenapa suami kamu bisa meragukan anakmu. Apa ada yang memfitnah kamu?" tanya. Nick lagi.


"Mungkin saja. Awal aku kenal dengan Mas Rangga, orangnya baik. Namun, semua berubah sejak kami menikah. Mas Rangga berpikir aku penyebab adiknya bunuh diri."


Cinta menunduk, menahan air matanya. Dia tidak pernah menyangka nasib rumah tangganya akan berakhir begini. Air mata mulai jatuh membasahi pipinya.


Nick lalu duduk di samping Cinta. Dia tidak bisa melihat seorang wanita menangis. Hatinya ikut terluka melihat itu.


"Sudahlah, kamu tidak usah pikirkan suamimu jika memang dia tidak pantas untukmu," ucap Nick. Mereka berdua akhirnya diam, larut dalam pikiran masing-masing.


***


Rangga membuka pintu sebuah apartemen mungil yang telah kosong sejak satu tahun lalu. Di sini tempat ditemukan jenazah adiknya. Dia hanya meminta seseorang membersihkan sekali seminggu. Awalnya tidak ada yang mau, setelah mengetahui dalam apartemen itu ditemukan jenazah orang bunuh diri.

__ADS_1


Rangga melihat suasana apartemen masih sama saat ditempati Rafael. Dia langsung menuju kamar dan membongkar isi lemari adiknya. Tidak ada petunjuk siapa Rachel itu.


Setelah satu jam mencari, Rangga beristirahat. Dia belum menemukan apa pun. Tiba-tiba matanya tertuju pada sesuatu di atas lemari. Rangga berdiri. Mencoba meriahnya.


Sebuah album foto yang penuh debu. Rangga lalu membersihkan dan membawa pulang. Dia ingin melihat di rumah saja.


Rangga meninggalkan apartemen yang dulu ditempati adiknya itu. Dia ingin membuka album yang terkunci itu. Dengan rasa penasaran Rangga mengendarai mobil menuju rumah.


Satu jam kemudian dia telah sampai. Rangga mengambil sesuatu dari dalam mobilnya, mencoba membuka kunci album itu. Dengan usahanya, album itu terbuka.


Lembar pertama terdapat foto Rangga dengan wanita muda yang cantik. Pria itu mencoba membuka lagi, masih foto Rafael dengan wanita yang sama.


"Apakah ini wanita yang bernama Rachel?" tanya Rangga pada dirinya sendiri.


Rangga yang penasaran, menarik foto dari albumnya. Di belakang foto ada tulisan, "Rachel, aku mencintaimu. Maafkan aku, Sayang."


Satu persatu album dibuka, semua foto kemesraan adiknya dengan wanita yang sama bernama Rachel. Rangga menarik rambutnya frustrasi.


"Berarti bukan Cinta yang Rafael cintai tapi Rachel. Apa benar kata Cinta, jika dia dan Rachel tidak ada hubungan. Mereka hanya dekat karena Rafael KKN di desa tempat dia tinggal!"


Rangga kembali menarik rambutnya. Merasa sangat bersalah karena menuduh Cinta penyebab kematian adiknya.


Kembali Rangga membuka dan menarik foto itu dari albumnya. Dia ingin tahu ada tulisan apa dibalik semua foto itu.


Hingga sampai pada satu lembaran, Rangga begitu kaget melihat foto siapa dalam album itu. Rasanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Di sana jelas terpampang foto Arimbi sedang mencium pipi Rafael.

__ADS_1


Tangan Rangga terkepal menahan amarah melihat itu. Tidak mungkin Arimbi foto semesra itu dengan Rafael jika mereka tidak ada hubungan. Dia menarik foto itu dari albumnya. Dan membalikan, ingin tahu ada tulisan apa dibalik semua itu.


"Maafkan aku Rachel, maafkan aku Mas Rangga. Aku telah mengkhianati kalian berdua. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan hingga bisa berselingkuh dengan kekasih Mas aku sendiri."


Membaca itu, kembali tangan Rangga terkepal tidak percaya dengan apa yang terjadi. Jadi adiknya Rafael dan Arimbi adalah pengkhianat. Dia tidak menyangka jika Rafael tega melakukan semua itu.


Dengan emosi yang memuncak, Rangga kembali membuka lembaran terakhir album itu. Tangan pria itu gemetar menarik fotonya. Dia menarik napas dalam menahan amarah yang telah memuncak. Foto Rafael dan Arimbi di atas ranjang dengan dada yang terbuka hanya ditutupi selimut. Rangga tahu pasti itu foto di apartemen adiknya.


Rangga melempar album itu ke dinding. Perasaan kecewa yang kini dia rasakan. Adiknya yang dia sayangi tega mengkhianati dirinya.


Rangga meraih ponsel dari dalam saku celananya dan menghubungi bawahannya. Bertanya tentang perkembangan penyelidikan. Pria diseberang itu mengatakan jika dia telah mulai mendapat titik terang siapa Rachel. Besok dia janji akan mengatakan semuanya.


Setelah menghubungi bawahannya, Rangga lalu menghubungi Arimbi. Dia ingin tahu apa yang akan Arimbi katakan tentang foto yang dia dapati ini.


Rangga memesan makanan. Dari pagi perutnya belum terisi. Sambil makan pikiran Rangga tertuju pada Cinta istrinya.


"Maafkan aku Cinta. Selama ini aku salah menilai. Aku pikir kamulah penyebab adikku mengakhiri hidupnya. Cinta, aku akan mencari kamu untuk meminta maaf. Aku akan terima apapun yang kau lakukan padaku sebagai balasan atas perbuatanku padamu!" ucap Rangga.


"Apakah foto dan video yang aku lihat itu juga salah? Cinta tidak pernah mengkhianati aku. Apakah itu berarti anak yang Cinta kandung itu benar anakku?" tanya Rangga pada dirinya sendiri.


Rangga menyesal, karena dia yang selalu terbawa emosi. Dia selalu saja mudah dihasut dan ditipu. Selalu mengedepankan emosi tahap berpikir panjang. Dia akan menyelidiki sendiri ada hubungan apa antara istrinya dengan pria itu. Dia mendapat kiriman foto dan video kebersamaan istrinya dengan seorang pria.


Setelah mandi dan berpakaian rapi, Rangga langsung keluar dari rumahnya. Dia sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Arimbi jika melihat foto yang dia tunjukkan. Kebohongan apa yang akan wanita itu katakan.


Dengan kecepatan sedang mobil itu. dikendarai Rangga menuju satu restoran. Di sana ternyata telah menunggu Arimbi dengan dandanan yang menor. Bibirnya menyunggingkan senyuman.

__ADS_1


"Pasti Rangga ingin mengatakan jika dia ingin menjalin hubungan denganku lagi. Akhirnya usahaku berhasil untuk membuat Cinta pergi dari rumah!" ucap Arimbi dengan perasaan senang.


...----------------...


__ADS_2