CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 32. Ada Hubungan Apa Rachel dan Rafael?


__ADS_3

Nick mengambil sebuah kotak besar yang ada di atas lemari. Dia menurunkan ke lantai. Pria itu membersihkan debu yang menempel. Kotak itu di kunci dengan gembok kecil. Cinta duduk di samping Nick dengan mata yang melihat tanpa kedip.


"Ini kotak apa, Bang?" tanya Cinta saat Nick mencoba membuka kotak itu.


"Ini kotak berisi foto-fotonya Rachel bersama sahabatnya. Saat dia baru meninggal aku sempat melihat isinya. Karena tidak ada yang aku anggap perlu, aku menutupnya kembali," ucap Nick.


Nick mengeluarkan satu persatu album dari kotaknya. Berdua Cinta, pria itu membuka satu demi satu album itu. Dia dan Cinta tidak menemukan foto Rafael. Lima album telah dibuka. Tersisa satu album lagi.


"Aku tidak melihat ada foto Rafael di dalam semua album ini," ucap Cinta.


"Tapi abang pernah mendengar nama Rafael di Sebut. Foto itu juga rasanya pernah abang lihat," ucap Nick.


Dia memegang satu album yang tersisa. Berharap ada petunjuk dari sana. Perlahan pria itu membukanya. Lembar demi lembar, hingga lembar terakhir, dia akhirnya tersenyum.


"Ini dia yang kita cari," ucap Nick akhirnya. Dia menunjuk ke album itu.


Cinta memperhatikan dengan intens, foto siapa yang ada dalam album itu. Dia terkejut, karena memang foto Rafael yang dia kenal ada di dalam album itu.


"Sama'kan dengan adik suamimu itu?" tanya Nick.


Cinta hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Tiba-tiba Nick membanting salah satu album itu. Cinta langsung mundur dan tampak ketakutan. Dia teringat dengan Rangga suaminya yang pemarah.


"Aku baru tahu kemarin jika meninggalnya Rachel ada hubungan dengan Rafael ini. Menurut orang suruhanku, sebelum naik taksi, Rachel dari apartemen kekasihnya ini. Aku harus menyelidiki lagi, apa yang terjadi sehingga Rachel datang di tengah malam ke apartemen cowoknya?" Nick berucap dengan penuh penekanan.


Nick heran melihat Cinta yang duduk ke sudut ruangan. Tangannya gemetar dengan wajah pucat. Pria itu berjalan mendekati dan menangkup kedua pipi Cinta.


"Kamu kenapa ketakutan begini?" tanya Nick heran.

__ADS_1


"Jangan marah-marah. Aku takut ...," ucap Cinta dengan suara gemetar. Nick baru menyadari kemarahannya tadi yang membuat Cinta ketakutan. Dia lalu memeluk Cinta. Mencoba membuat wanita itu tenang dan nyaman dalam pelukannya.


"Maafkan aku! Aku tidak bermaksud membuat kamu takut," ucap Nick dengan suara yang penuh penyesalan.


Setelah cukup lama, Nick merasa Cinta telah tenang. Dia lalu melepaskan pelukannya. Pria itu lalu tersenyum, Cinta membalasnya.


"Aku janji tidak akan marah, sekarang kamu istirahat. Nanti malam kamu jadi'kan menemani aku ke pesta temanku?" tanya Nick.


Dua hari yang lalu dia mengajak Cinta untuk menemaninya ke pesta. Cinta menyetujui setelah mama merayu. Awalnya wanita itu juga menolaknya.


Setelah dua bulan tinggal bersamanya, Nick mulai sayang pada Cinta. Dia merasa Rachel hidup lagi. Apa lagi sikap dan sifat Cinta hampir sama dengan adiknya. Mereka berdua sama-sama lembut dan manja.


"Apa aku harus ikut, Bang?" tanya Cinta. Dia masih ragu untuk ikut. Malu harus mendampingi Nick. Dari penyelidikannya dengan para pekerja di rumah ini, Nick seorang pengusaha muda yang sukses. Apa dia pantas mendampingi pria itu.


Kemarin dia menyanggupi karena desakan dari mama. Namun, jika dia saat ini membatalkan niatnya untuk mendampingi Nick, dia merasa sangat bersalah dengan mama. Wanita paruh baya itu telah membeli baju gaun untuknya ke pesta.


"Bukan harus ikut, tapi aku ingin kamu menemani karena aku malas ke pesta jika berjalan sendirian. Dulu juga yang sering menemani aku ke pesta," ucap Nick pelan.


"Semua ini karena Rachel yang mendatangi kekasihnya itu. Aku harus menyelidiki lagi, kenapa Rachel harus datang ke sana dan langsung pulang tanpa pria itu temani, padahal saat itu tengah malam?" tanya Nick.


"Rafael juga telah tiada, Bang," ucap Cinta.


Nick lalu memandangi wajah Cinta. Dia menarik napas dalam. Tersenyum dengan terpaksa. Dia baru teringat dengan cerita Cinta tadi.


"Kenapa suami kamu mengira kamulah penyebab adiknya Rafael bunuh diri?" tanya Nick ingin tahu.


Setahun sejak meninggalnya Rachel, dia masih terus menyelidiki penyebab meninggal adiknya itu. Walau pelaku telah tertangkap dan dihukum mati, tapi dia masih merasa ada sesuatu yang ganjil dengan penyebabnya.

__ADS_1


Saat dipersidangan, kedua orang pelaku mengatakan jika Rachel masuk ke mobil mereka karena mobilnya mogok.


Namun, Nick juga baru tahu kenyataan jika Rafael meninggal karena bunuh diri. Jika adiknya dibunuh, Rafael mengakhiri hidupnya sendiri.


"Apa sebenarnya hubungan antara meninggalnya Rafael dan Rachel? Jika aku tahu Rafael ada hubungan dengan meninggalnya Rachel, itu juga aku tidak akan bisa menuntut karena pria itu juga telah meninggal," ucap Nick dalam hatinya.


"Mas Rangga melihat ada foto aku berdua dengan Rafael. Dia mengira aku menolak cintanya Rafael, dan itulah alasan pria itu bunuh diri," ucap Cinta.


"Bodoh sekali Rangga itu. Apa dia tidak bisa menyelidiki dulu, masa mengambil keputusan hanya dari sebuah foto?" ucap Nick geram. Dia saja tidak bisa langsung menyalahkan Rafael atas kematian adiknya. Dia harus menyelidiki dengan pasti hubungan Rafael dan Rachel.


"Itu karena rasa sayangnya pada Rafael, sehingga menjadi buta. Tidak menyelidiki dulu sebelum bertindak," ucap Cinta.


Nick membenarkan ucapan Cinta. Dia bisa menyimpulkan jika semua yang dilakukan Rangga karena rasa kehilangan yang mendalam pada adiknya itu. Dia yang kehilangan adiknya, bisa memahami semua itu.


"Sudahlah, lain kali kita bahas ini. Sekarang kamu istirahatlah. Biar nanti kita ke pesta kamu tidak mengantuk," ucap Nick tersenyum. Dia hanya bercanda.


Nick meninggalkan kamar itu, agar Cinta bisa beristirahat. Dia ingin memperkenalkan Cinta pada semua rekan bisnisnya.


Setelah Nick pergi, Cinta langsung naik ke ranjang. Tiba-tiba dia teringat Rangga, suaminya.


"Aku berusaha menghapus satu nama dalam hidupku. Aku membunuhnya dalam sejarahku. Aku bahkan menyingkirkan seluruh ketertarikanku tentangnya. Mudah? Tidak. Itu semua tidak mudah, tapi harus aku lakukan demi kesehatan mentalku. Harus aku lakukan demi kedamaian jiwaku. Walaupun itu harus mengerahkan sisa tenaga yang aku punya. Aku tau, aku yakin aku mampu. Dan Tuhan memilih jalan ini untukku lebih bahagia," gumam Cinta dalam hatinya, sebelum mencoba memejamkan matanya.


Di tempat yang berbeda, Rangga tampak termenung di dekat jendela kamarnya sambil memandangi jalanan.


"Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan, dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan kita terima. Aku marah karena tak bisa menghentikan penyesalanku, aku marah karena tak ada lagi yang membujukku untuk tenang. Salah satu penyesalanku, ketika aku kehilangan sketsa mimpimu yang lupa kutaruh entah dimana, hingga menjadi linglung."


Rangga mengusap kasar wajahnya. Air mata yang tumpah di pipinya tidak berguna. Dia sadar semua mungkin telah terlambat tapi Rangga tidak akan putus asa. Sebelum dia mendengar langsung dari mulut Cinta jika dia tidak ingin bertemu dengannya, Rangga akan tetap mencari keberadaan istrinya itu.

__ADS_1


"Penyesalanku adalah menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus untukku. Menangisi penyesalanku, aku tahu ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, kenyataan jika waktu nggak akan bisa kembali lagi. Seandainya aku terlahir kembali, akan kuperbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu," ucap Rangga dalam hatinya.


...----------------...


__ADS_2