
Sudah jam delapan.Aku masih bermalas-malasan di depan TV menonton Doraemon.Pronto bergelung di kakiku.Rupanya dia sedang malas juga.Pronto adalah anjing kecil milikku.Rupanya karena majikannya malas,dia ikut malas juga.Aku pernah lihat di TV,kata pawang anjing yang ada di acara itu menyebutkan bahwa sifat anjing mengikuti tuannya.Haha..Becanda.Aku pekerja keras,ko!Bahkan malah terlalu keras.Sampek-sampek nggak tahu kapan harus berhenti.
Baru mau beranjak setelah menonton Doraemon,eh..Acara dilanjutkan acara gosip kesukaanku.Udah,deh.Aku ndlosor lagi.Menikmati acara gosip di TV.Boleh, dong, sekali-kali males-malesan.Mumpung hari Minggu.
"Maaf,ya,Bu,saya belum bisa mengembalikan uang itu!"kata suara dari ruang sebelah.Ugh,kenapa sih harus ada tamu? Konsentrasiku jadi terpecah antara acara gosip yang sedang menayangkan perselingkuhan Jayus dan suara dari ruang sebelah.
"Nggak bisa,Bu.Ibu kan janjinya mengembalikan uang itu tanggal satu.Nah,ini sudah tanggal sepuluh!Saya sudah memberikan kelonggaran satu Minggu lebih!",itu suara Bu Eva, rentenir satu-satunya di komplek ini.
Uang?Kok ngomongin uang?Apa Tante Ayu berhutang ke Tante Eva?Kan Tante Eva rentenir.Pasti bunganya tinggi.
"Tapi kan yang berutang Jojo,Bu?Bukan saya"
"Lah,mana saya tahu.Jojo bilangnya disuruh Ibunya pinjam uang sama saya!Pokoknya saya nggak mau tahu,Ibu harus bayar sekarang!"
"Kalau sekarang,saya nggak punya uang,Bu.Semua uang sudah habis untuk bayar kontrakan dan biaya Rumah Sakit Ibu saya!"
Jojo?Kok ngomongin Jojo? Konsentrasiku pada acara gosip yang kutonton benar-benar buyar.
"Saran saya,Bu.Lebih baik Ibu menasehati Jojo supaya nggak usah bikin party-party!"
"Aduh,Bu.Saya sudah kehabisan akal.Sebenarnya saya sudah curiga,kok dia bisa bikin pesta ulang tahun di kafe.Dapat uang darimana?Tapi dia bilangnya dipinjemin temen.Saya nggak nyangka kalau Jojo pinjam uang ke Ibu!Tampaknya Jojo terpengaruh teman-temannya.Dia pengen seperti mereka.Temannya kan kaya semua.Jadi dia pengen bikin pesta kayak pesta ulang tahun temannya".
"Lah,kok kamu malah curhat,to!Aku nggak mau dengar curhatan Ibu.Yang saya mau duit..duit..duit!"
Aku terkesiap.Itu suara Tante Ayu.Kali ini aku mengecilkan suara TV.Tidak kecil betul,hanya agar aku bisa mendengar pembicaraan mereka dengan lebih jelas.
Aku berjingkat mendekat ke ruang tamu.Kemudian aku mengintip dari balik gorden.Emang nggak baik,sih.Menguping pembicaraan orang.Tapi rasa penasaran ku mengalahkan itu semua.
Aku lihat kepala Tante Ayu menunduk memandang lantai.Dia tidak sanggup melihat ke wajah Tante Eva yang sedang marah.Pipinya yang putih sampai bersemu merah.
"Bulan depan saya usahakan,Bu!",kata Tante Ayu dengan suara lemah.
"Ya,udah!Tapi kalau bayar bulan depan.Berarti bunganya naik,Lo!"
"Ya,Bu.Nggak papa".
"Beneran dibayar,lo,ya,bulan depan!",kata Tante Eva sambil berdiri.
"Ya,Bu.Saya usahakan".
__ADS_1
Aku membeku.Volume TV aku keraskan lagi.Aku nggak mau Tante Ayu tahu kalau aku menguping pembicaraan mereka.
Jojo keterlaluan sekali,ya! Berbuat hal seperti itu ke Ibunya sendiri.Dan bukan digunakan untuk hal mendesak.Kalau dia pinjam uang karena nggak bisa bayar SPP misalnya.Itu masih dimaklumi.Tapi ini,cuma dia pakai foya-foya sama teman-temannya.
Walaupun Tante Ayu jahat sama aku.Aku tetap kasihan sama dia.Walau bagaimanapun dia saudari Ibuku.
Tante Ayu melewati ruang tengah tempatku menonton TV dan langsung menuju ke kamarnya.Aku lihat wajahnya sangat murung.
Aku mematikan TV dan menuju ke kamarku.Aku memecahkan tabunganku yang aku kumpulkan bertahun-tahun dari kerja sambilan.Kemudian aku menghitungnya.
Setelah kuhitung, jumlahnya sekitar delapan juta.
--
Dari lobang kunci aku melihat Tante Ayu sedang menangis di pinggir tempat tidur.Aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tok!Tok!Tokkk!
Tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Krieeettt!!
"Maaf,Tante.Boleh saya masuk?"
Tante Ayu mengusap air matanya dan merapikan pakaiannya.Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Ada apa,Ras?"
Aku agak ragu mendekatinya.
"Ngapain kamu kemari?",tanya Tante Ayu.Matanya tidak menatapku.Sinis,tapi setidaknya ia berbicara.
"Mau memberikan ini.Mungkin jumlahnya tidak seberapa.Tapi mungkin bisa membantu Tante",kataku.
Tiba-tiba Tante Ayu memelukku."Kenapa,sih,kamu baik sama Tante?Padahal Tante sudah sangat jahat sama kamu".Air matanya merebak.Aku terharu.Air mataku juga langsung menetes.
"Tante.Walau bagaimanapun Tante Ayu adalah Tanteku.Saudari satu-satunya Ibuku.Tentu saja aku harus membantu Tante kalau sedang kesulitan".
"Tapi kamu dapat uang darimana,Ras?".Tante Ayu mendorong bahuku dengan perlahan.
__ADS_1
"Itu uang tabunganku dari hasil kerja sambilan,Tante".
"Aku sayang kamu,Ras",kata Tante Ayu terisak-isak."Gara-gara kejadian ini,Tante jadi tahu siapa yang sayang sama Tante dan mana yang tidak.Maafin Tante selama ini jahat sama kamu,ya.Tante nggak nyangka,anak kandung Tante sendiri tega menusuk Tante dari belakang.Dan kamu,keponakan Tante yang selalu Tante jahatin,malah yang ngebantuin Tante".
"Sudah,Tante lupakan saja masa lalu.Laras juga sayang Tante".Aku juga terisak-isak.
"Sebenarnya berapa uang yang dipinjam Jojo ke Tante Eva,Tante?",tanyaku setelah suasana menjadi tenang.
"Tiga puluh juta.Tapi angsurannya lima juta dan dibayar sepuluh kali"
"Apa?Jadi total lima puluh juta,dong?"
"Ya, namanya juga minjem ke rentenir,Ras!"
"Dan angsurannya sudah lambat dua bulan.Jadi harus Tante bayar sepuluh juta.Belum penambahan bunganya"
"Ini jumlahnya semua delapan juta, Tante.Masih kurang dua juta,ya?..Tante tenang aja,nanti aku cari tambahan dua jutanya".
Tante Ayu menatap mataku dan membelai rambutku."Kamu memang anak baik,Ras!Tapi nggak usah.Biar Tante yang cari kekurangannya.Kamu fokus sekolah aja!"
"Tapi Tante".
"Ssstt.. Sudah.Tante ada rencana.Rencananya Tante mau jual cincin kawin Tante"
"Loh,cincin itu kan satu-satunya peninggalan almarhum Om Harno,Tante!"
"Sudah..Nggak papa.Oh,ya.Mulai bulan ini kamu Tante Bayar,ya".
"Bayar? Maksudnya Tante?"
"Yah,selama ini,kan kamu nggak dibayar waktu menjaga mini market Tante.Jadi mulai bulan ini akan Tante bayar gajimu".
"Nggak.Nggak usah Tante!Nggak papa,kok!Tante kan banyak kebutuhan.Gaji saya untuk Tante saja".
"Sudah.Keputusan Tante sudah bulat.Tante tahu kamu lagi nggak punya uang.Kamu lagi nggak ada kerja sambilan,kan?Kamu sampek bela-belain naik sepeda ke sekolah karena nggak bisa bayar ongkos angkot.Kamu pasti sangat butuh uang saat ini.Jadi kamu nggak usah nolak,ya!Masak anak Tante yang kayak kampret aja,Tante Bayar.Masak kamu yang manis gini,Tante nggak gaji".Tante Ayu mencubit kecil pipiku yang agak chubby ini.
"Terimakasih,ya,Tante",aku memeluk pinggang Tante Ayu yang kecil.Refleks,Tante Ayu membelai rambutku.
Akhirnya aku kembali menemukan kehangatan yang sudah lama tidak aku rasakan.Kehangatan dari seorang Ibu.
__ADS_1