
Hari ini Cinta merasa sangat gugup ketika Nick memintanya untuk pergi ke pesta pengusaha ternama yang diadakan di sebuah hotel mewah di kota.
Cinta merasa takut dan tidak percaya diri menghadapi para pengusaha sukses yang pastinya sangat berbeda dengan kehidupan sehari-harinya. Namun, Nick mengatakan bahwa ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa dan dia harus mencobanya.
Mereka berdua tiba di hotel yang memukau dengan jendela-jendela besar dan anggun yang diterangi oleh lampu-lampu berwarna kuning. Tampak sangat ramai dengan tamu-tamu yang sebagian besar mengenakan pakaian mewah. Setelah keduanya melewati barisan pengamanan, mereka masuk ke dalam ruangan ballroom yang dihiasi dengan ornamen-ornamen mewah.
Cinta berjalan di belakang Nick dengan perasaan tidak karuan. Dia baru pertama kali pergi ke pesta para pengusaha begini. Ada rasa minder dan tidak percaya diri.
Nick yang menyadari Cinta berjalan dibelakangnya, menggenggam tangan wanita itu agar sejajar dengannya. Cinta lalu tersenyum dengan manisnya.
"Kamu pasti sangat tegang, Cinta. Jangan khawatir, aku di sini bersamamu," kata Nick untuk meyakinkan Cinta agar tidak malu.
Mereka mulai berjalan-jalan memasuki keseluruhan ruangan. Cinta merasa sangat kagum dengan tempat ini. Di sepanjang sisi kanan ruangan, dia melihat orang-orang yang sedang berbicara santai tentang bisnis mereka.
Beberapa pengusaha itu terkenal di seluruh dunia. Cinta merasa tercengang melihat sejumlah besar orang-orang sukses berkumpul di tempat ini. Dia bisa merasakan aura mereka yang menyiratkan keberanian dan kepercayaan diri mereka.
Berbicara tentang pakaian, Cinta merasa seperti orang asing di sini. Dia mengenakan pakaian yang modelnya sederhana. Mama telah membeli gaun yang mewah, tapi Cinta malu memakainya dan memilih gaun pesta milik Rachel yang masih bagus.
Nick yang menyadari pandangan mata Cinta terarah ke para tamu wanita, mencoba menghiburnya.
"Aku suka cara berpakaianmu, Cinta. Kamu tampak cantik dan elegan," ujarnya sambil tersenyum manis agar Cinta bisa percaya diri.
Ketika Cinta melihat ke atas, dia kembali melihat dua orang pengusaha wanita yang tampak sangat berbeda darinya. Mereka mengenakan gaun yang mahal dengan perhiasan tertentu, dan mereka terlihat sangat percaya diri dan santai. Mereka tampak sangat bahagia mengobrol dengan beberapa tamu undangan.
"Lihatlah mereka, Bang. Mereka tampak sangat percaya diri dan mampu membungkam siapa saja yang ingin mengganggunya," ucap Cinta tanpa bisa menahan rasa iri.
Nick tersenyum dan berkata, "Kamu lebih baik dari pada diri mereka, Cinta. Kepercayaan diri yang sebenarnya dapat dilihat dari pikiran dan akhirnya mencapai impianmu." Cinta tersenyum dan tertegun mendengar kata-kata itu.
__ADS_1
"Apakah kamu ingin bergabung dengan mereka?" tanya Nick menunjuk ke arah lantai dansa yang dipenuhi para tamu undangan dari pengusaha berbagai daerah dan propinsi.
"Abang saja yang ke sana. Aku menunggu di sini saja. Aku cepat lelah jika harus berdansa. Carilah pasangan abang, biar cepat memberikan menantu untuk mama," ucap Cinta dengan bercanda.
Nick tersenyum sambil mengacak rambut Cinta. Dia memperlakukan wanita itu seperti dengan adiknya sendiri.
"Tunggu kamu melahirkan, baru aku memikirkan jodohku," ucap Nick lagi.
Cinta merasa terharu mendengar ucapan pria itu. Padahal mereka tidak ada ikatan darah apa pun. Bertemu baru beberapa bulan, tapi Nick tampak sangat menyayangi dirinya, apa lagi mama, kasih sayangnya seperti ibu dan anak kandung.
"Jangan kemana-mana. Aku mau gabung dengan pengusaha di sana. Ada sedikit bisnis yang ingin aku bicarakan. Jika kamu lapar atau haus, bisa ambil di sana. Ada banyak menu makanan. Tapi ingat, hindari makanan berwarna merah, takutnya mengandung strawbery. Kamu alergi buah itu juga'kan?" tanya Nick dengan penuh perhatian.
Cinta hanya menjawab dengan tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda setuju. Nick pamit untuk bergabung dengan rekan bisnisnya.
Cinta memandangi ke setiap sudut ruangan. Pesta yang sangat mewah. Dari pakaian tamu para undangan dan dekorasinya, tampak sangat berkelas. Cinta merasa bersyukur karena Nick-lah dia bisa merasakan hadir di pesta para pengusaha sukses.
Saat Cinta menolak pemberian pria itu, dia marah dan mengatakan akan membeli setiap hari sampai Cinta mau menerimanya. Dengan terpaksa wanita itu akhirnya menerima pemberian Nick itu.
Saat asyik bermain dengan ponselnya, Cinta dikejutkan dengan kehadiran seseorang. Tubuhnya tampak gemetar melihat kehadiran pria di depannya.
"Apakah kamu Cinta?" tanya pria yang tak lain Rangga itu.
Cinta hanya diam. Keringat dingin mengucur dari dahinya. Tangannya juga mengeluarkan keringat dingin.
"Cinta, ini kamu'kan?" tanya Rangga. Dia ingin meraih tangan wanita itu yang berada di atas meja, tapi Cinta langsung mengelak.
Cinta hanya diam. Tidak tahu melakukan apa. Rangga yang dia lihat jauh berbeda dengan Rangga yang dia kenal. Saat ini wajah Rangga tampak kurang terurus. Dengan jenggot tipis dan wajah makin tirus.
__ADS_1
"Cinta maafkan aku. Aku tahu kata maaf ini tidak akan mampu menebus kesalahanku kemarin. Namun, aku tak akan putus asa untuk meminta maaf kepadamu sampai kau memaafkanku," ucap Rangga dengan wajah penuh penyesalan.
Sebagai manusia, dalam hidup, tidak lepas dari kesalahan. Itulah mengapa minta maaf dan memaafkan merupakan hal penting untuk tetap hidup tenteram dalam damai.
Mengakui sebuah kesalahan dan minta maaf memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Kamu harus mempunyai niat yang benar-benar tulus untuk meminta maaf.
Cinta masih tampak ketakutan. Dia hanya memandangi Rangga, tanpa bicara apa pun. Tampaknya wanita itu masih terkejut dengan pertemuan ini.
"Cinta, Maaf jika aku banyak mengecewakanmu. Maaf jika aku terlalu memaksamu. Maaf juga aku sering berbuat salah kepadamu. Maaf, aku sudah melakukan banyak kesalahan padamu. Seandainya aku punya kesempatan lagi untuk memperbaiki dan menebus semua kesalahanku. Sekali lagi maaf, maaf dan maaf," ucap Rangga lirih.
Cinta masih belum bisa bicara. Dia belum siap bertemu dengan Rangga hari ini.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, mungkin kita memang tidak ditakdirkan bersama. Aku hanya minta Mas mau melepaskan aku dengan ikhlas," ucap Cinta akhirnya dengan suara gemetar.
"Jangan berkata begitu, Cinta. Aku sadar kesalahanku begitu besar dan sulit dimaafkan. Namun, aku minta kamu memberikan aku satu kesempatan lagi. Aku mohon, Cinta. Semua demi anak kita," ucap Rangga dengan suara yang penyesalan.
Cinta berdiri dari duduknya. Dia tidak menjawab lagi ucapan Rangga. Rasa takutnya sudah mulai bisa dia atasi. Cinta teringat Nick. Pasti pria itu tidak akan membiarkan disakiti Rangga.
Dengan perlahan, Cinta mulai berjalan. Rangga yang melihat itu, menangkap tangannya. Tidak akan dia lepaskan Cinta setelah lebih dari dua bulan mencari keberadaan istrinya itu.
"Meski memang ucapan maaf ini tak dapat menyembuhkan kesakitan dalam hatimu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa penyesalan itu teramat dalam. Jika kata-kata kasar membuatmu menjauh, kuharap permintaan maafku akan membawamu kembali lebih dekat denganku. Aku sangat menyesal telah menyakitimu. Tolong maafkan aku," ucap Rangga.
Nick yang memperhatikan Rangga dan Cinta mendekati keduanya. Dia melihat tangan wanita yang telah dianggapnya adik itu ditahan, menjadi sedikit emosi, apa lagi melihat siapa pria itu.
"Ada apa, ini?" tanya Nick saat telah berada dihadapan keduanya. Cinta yang melihat Nick menyentak tangannya agar terlepas dari Rangga dan langsung memeluk lengan pria itu.
...----------------...
__ADS_1