CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 34. Permintaan Maaf


__ADS_3

Nick yang memperhatikan Rangga dan Cinta mendekati keduanya. Dia melihat tangan wanita yang telah dianggapnya adik itu ditahan, menjadi sedikit emosi, apa lagi melihat siapa pria itu.


"Ada apa, ini?" tanya Nick saat telah berada dihadapan keduanya. Cinta yang melihat Nick menyentak tangannya agar terlepas dari Rangga dan langsung memeluk lengan Nick erat.


Rangga menarik napas dalam. Ternyata benar dugaan bawahannya jika selama ini Cinta berada di rumah Nick. Kenapa istrinya bisa sampai di rumah lawan bisnisnya ini, pikir Rangga dalam hatinya.


"Aku ingin bicara dengan istriku," ucap Rangga dengan suara penuh penekanan agar Nick sadar jika dia masih terikat pernikahan dengan Cinta.


"Apa kamu ingin bicara dengannya?" tanya Nick dengan suara pelan. Cinta menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kamu lihat sendiri, Cinta tidak mau bicara denganmu. Jadi aku minta, jangan paksa dia!" ucap Nick dengan tegas.


Rangga mendekati Cinta dan meraih tangan wanita itu, tapi ditepisnya. Sesungguhnya melihat Cinta memeluk Nick, dada Rangga terasa sesak. Namun, dia harus bisa menahan emosinya jika ingin mendapat maaf dari sang istri.


"Cinta, pulanglah! Aku janji akan merubah semua sikapku. Kita akan membesarkan buah cinta kita bersama," ucap Rangga mencoba merayu wanitanya.


Cinta makin mempererat pelukannya di lengan Nick. Menyembunyikan kepalanya di punggung pria itu. Dia masih teringat saat Rangga memaksa akan menggugurkan kandungannya. Walau telah memohon, pria itu tidak menggubris juga permintaannya.


"Maaf, Mas. Untuk saat ini aku tidak bisa pulang. Bukankah Mas tidak pernah menginginkan anak ini. Mas juga meragukan anak ini. Jadi mungkin sebaiknya saat ini kita berpisah. Mas bisa jalani hidup seperti biasa, dan aku akan menjalani hidupku juga," ucap Cinta dengan terbata.


Rangga kembali menarik napasnya. Dia tahu akan sulit mendekati Cinta lagi setelah apa yang dia lakukan pada wanita itu. Dia juga sadar semua yang dilakukan dulu pada wanita itu sangatlah keterlaluan.

__ADS_1


Tanpa Cinta duga, Rangga berlutut dihadapannya. Memohon maaf pada wanita itu.


"Cinta, aku tahu begitu sulit bagimu percaya dengan apa yang telah aku ucapkan. Aku minta kamu memberikan aku satu kesempatan lagi, akan aku buktikan padamu jika aku sungguh menyesali perbuatanku dulu padamu. Aku bodoh karena tidak mencari tahu dulu semuanya. Aku mohon, maafkan aku Cinta," ucap Rangga dengan suara serak. Sepertinya dia menahan tangisnya.


Cinta melihat banyak pasang mata memperhatikan mereka. Dia menjadi malu. Wanita itu tidak menyangka seorang Rangga yang arogan bisa dan mau berlutut dihadapannya.


"Maaf, saat ini aku hanya ingin minta maaf padamu. Maaf, jika selama ini aku tidak mampu membuat kamu bahagia. Maaf atas semua kekuranganku. Maaf karena aku selalu membuat kamu susah. Saat ini aku hanya ingin kamu tahu, bahwa semua hal yang tidak kamu suka dariku, kini aku selalu mencoba merubahnya agar kamu bisa menerima aku kembali. Maaf jika selama ini aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau, tapi aku berjanji akan menjadi yang terbaik untukmu. Aku mohon Cinta, kembalilah padaku."


Cinta sebenarnya dapat melihat sedikit perubahan pada diri Rangga, tapi dia takut semua ini hanyalah karena ingin dia kembali. Cinta takut saat nanti dia telah berada di rumah kembali, suaminya itu melakukan hal sama.


"Cinta, aku tidak bisa terlalu ikut campur urusan rumah tanggamu. Bagaimanapun dia masih suami kamu yang sah. Aku hanya bisa melindungi kamu jika dia melakukan kekerasan. Semua keputusan ada di tangan kamu!" ucap Nick.


Cinta mengulurkan tangannya, agar Rangga kembali berdiri. Dia malu menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Rangga berdiri berhadapan dengan Cinta saat ini. Nick mundur beberapa langkah, membiarkan Cinta menyelesaikan masalahnya. Dia mengamati saja, takut Rangga melakukan kekerasan.


"Cinta, saat aku melihatmu, aku merasa begitu bodoh dan menyesal atas kegagalan ini. Aku minta maaf atas semua yang aku katakan dan lakukan selama beberapa waktu terakhir. Aku tahu bahwa kesalahan dan luka yang aku timbulkan padamu tidak bisa dihapus dengan mudah, tapi aku janji akan selalu berusaha untuk membuatmu merasa nyaman dan aman dalam setiap kesempatan nantinya,” kata Rangga.


Cinta hanya diam mendengar permintaan maafku. Aku melihat tatapannya yang mengkhawatirkan dan merasa semakin tidak tenang di dalam hati. Namun, aku terus berusaha untuk mengendalikan situasi menghindari perdebatan yang memanas.


“Aku ingin kamu tahu bahwa aku tidak akan pernah lagi membuatmu merasa tersinggung atau kecewa dengan kebodohanku. Aku menyadari kesalahanku dan aku akan bekerja keras untuk menunjukkan kepadamu bagaimana aku sangat mencintaimu dan menghargaimu. Aku minta maaf merusak spontanitas dan kebahagiaan kita bersama, dan aku harap bisa memulihkan hubungan kita dalam waktu yang sangat cepat," ucap Rangga lagidengan suara serendah mungkin.


Cinta masih menatap Rangga diam seribu bahasa tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Rangga merasa benar-benar terpukul dan kebingungan. Namun, dia yakin bahwa dia harus terus berbicara kepada Cinta dan membuka hatinya dengan jujur.

__ADS_1


“Apakah kamu, bisa memaafkan aku, Cinta?” Tanya Rangga dengan suara yang masih ragu-ragu.


Rangga merasa sedikit lega di wajah saat Cinta berkata, “Aku akan memikirkannya.”


Rangga merasa bertumpuk pinangan batu yang besar telah terangkat dari pundaknya saat mendengar jawaban Cinta. Dia berterima kasih dan bersyukur bahwa dia telah menemukan Cinta lagi dan berjanji untuk melakukan apa pun untuk memperbaiki hubungannya.


“Terima kasih, Cinta. Atas kesempatannya mengungkapkan perasaanku dan meminta maaf,” ujar Rangga sambil mengeluarkan nafas lega.


"Tapi ...," ucap Cinta.


"Tapi apa, Cinta?" tanya Rangga mulai diliputi rasa kuatir lagi.


"Untuk saat ini aku belum bisa kembali ke rumah lagi. Beri aku waktu untuk dapat mengobati dan melupakan luka yang kamu torehkan. Biarlah waktu yang akan bicara, apakah pada akhirnya kita akan bersama atau bukan," ucap Cinta.


Rangga merasa tubuhnya yang semula telah merasa kuat, kembali lemah mendengar ucapan Cinta. Itu sama saja jika istrinya tidak mau kembali ke rumah. Akan tetapi dia memang tidak mungkin langsung memaksakan kehendaknya.


Rangga sadar ucapan Cinta itu benar. Pastilah tidak mudah bagi istrinya itu memaafkan semua salahnya. Rangga berdoa agar waktu berpihak padanya dan akan membawa Cinta kembali padanya.


"Cinta bukan jam alarm. Kamu tidak dapat membuatnya berdering pada waktu tertentu ketika itu tepat dan nyaman. Cinta hanya dapat hadir di antara dua orang sampai tiba saatnya. Mungkin dia memang harus memberi waktu untuk Cinta, agar bisa tahu seberapa besarnya cinta mereka. Bukankah jika memang kami ditakdirkan bersama, sejauh apapun Cinta pergi dia pasti akan kembali padaku. Jika memang Cinta bukan jodohku, sekuat apa pun aku menggenggamnya pasti akan terlepas juga," ucap Rangga dalam hatinya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2