CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 46. Menemani Rangga


__ADS_3

Telah lebih satu minggu Arimbi mendekam di penjara. Rangga merasa hampir tidak percaya jika Arimbi tega melakukan itu padanya. Nyawanya hampir melayang saat kecelakaan. Namun, Rangga merasa beruntung karena Cinta yang telah memaafkan dan menerima dirinya.


Hari-hari terasa sedikit lebih berat bagi Cinta sejak suaminya, Rangga, mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup parah. Dia harus rela menunggu setiap hari di rumah sakit menemani suaminya yang sedang berjuang untuk sembuh. Rangga mengalami cedera pada kakinya yang harus menjalani terapi fisik intensif agar bisa pulih dari cacat.


Namun, Cinta tidak pernah mengeluh. Dia ikhlas setiap hari harus ke rumah sakit menemani suaminya.


“Terima kasih, Sayang, karena telah menemaniku selama ini,” kata Rangga dengan suara serak.


Rangga tidak bisa membayangkan jika harus menjalani semua ini seorang diri. Beruntung saat ini, dia selalu ditemani istrinya. Setiap hari dia mengucapkan syukur atas semua ini. Rasa cintanya pada sang istri setiap hari makin tumbuh subur.


Cinta tersenyum lembut. “Tentu, aku ingin kamu cepat sembuh, Mas. Kita masih banyak rencana masa depan yang harus dijalankan bersama.”


Rangga menggeleng-gelengkan kepalanya. “Maafkan aku, emang berat banget ya harus menungguku seperti ini?" tanya Rangga. Dia merasa kasihan melihat istrinya yang sedang hamil harus menemani setiap hari.

__ADS_1


“Tidak Mas, kamu jangan berpikir seperti itu. Aku akan selalu ada untukmu,” ujar Cinta.


Pada hari berikutnya sesi terapi fisik, Rangga terus menerus mengeluhkan rasa sakit yang dialaminya selama latihan. Cinta mencoba untuk memberikan semangat agar suaminya mau terus melanjutkan terapi dan menjaga semangatnya.


“Bukankah kamu ingin segera pulih, Mas? Semua usaha yang kita lakukan sekarang demi masa depan. Kita harus sabar dan bersabar,” ujar Cinta penuh semangat.


“Ya, kamu benar, Sayang. Aku mau mencoba lebih keras lagi. Selama aku masih bisa berusaha, aku akan terus berjuang," jawab Rangga. Dia ingin saat anaknya lahir, dia juga telah sembuh dan bisa membantu istrinya.


“Kamu hebat ya, Mas. Kamu keren banget.” Cinta melempar pujian pada Rangga.


Setelah beberapa bulan terapi, hasilnya mulai kelihatan dan Rangga terlihat lebih bersemangat menjalani sesi terapi. Cinta merasa terhibur dan rela menjadi pemandu terapi terbaik bagi suaminya.


“Kamu membuatku merasa semakin sehat dan semangat, Sayang.” Rangga berucap lembut pada Cinta sang istri.

__ADS_1


“You're welcome, Mas. Kita jangan berhenti sampai disini. Kita harus tetap berusaha dan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” jawab Cinta.


Perlahan, Rangga ingin semakin mandiri dan berusaha untuk bangkit lagi. Cinta merasa kagum dengan keuletan suaminya dalam berjuang dan bagaimana dia berusaha untuk kembali normal.


“Kamu pintar mengambil motivasi dari setiap rintangan yang kamu temui,” kata Cinta bangga pada suaminya.


“Kita harus terus bersabar dan mendukung satu sama lain, Sayang. Kita harus selalu berjuang,” ujar Rqngga, memberikan pelukan hangat pada istrinya.


Cinta tersenyum bahagia. Meskipun masa-masa sulit masih berlanjut, dia merasa bahagia karena dapat melihat suaminya mengalami progress yang positif dalam proses pemulihan dirinya.


Dalam benaknya, Cinta bertekad untuk selalu mendukung suaminya dan tetap menjadi pendamping setia dalam segala keadaan. Warisan dari pengalaman sulit itu, dia tahu akan selalu ada tantangan yang akan dihadapi dalam hidup, tapi selalu ada peluang untuk menjadi lebih baik setiap hari. Dia memeluk erat Rangga, merasa amat bersyukur dan bahagia karena mereka masih bisa bersama-sama untuk melewati semua rintangan kehidupan dengan kekuatan cinta yang tulus.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2