
Sudah lebih dari dua bulan Rangga mencari keberadaan Cinta, tapi jejaknya belum juga dapat ditemui. Seakan istrinya itu hilang ditelan bumi.
Rangga telah menyelidiki beberapa kali di desa tempat terakhir dia berpisah, tapi tidak seorangpun yang bisa memberikan keterangan tentang istrinya itu.
"Maaf, Pak. Sepertinya ibu Cinta tidak ada di desa itu. Kami telah bertanya beberapa kali, tidak ada seorang pun yang pernah melihat keberadaannya. Apa ada orang hebat yang menyembunyikan keberadaannya?" tanya bawahan Rangga itu.
Mendengar ucapan pria itu, Rangga jadi emosi. Dia memukul meja keras, membuat kedua orang suruhannya terkejut.
"Aku meminta kalian mencari, bukan justru membuat tanda tanya begini. Jika aku tahu keberadaan Cinta, tidak mungkin aku membayar kalian!" bentak Rangga.
Rangga menarik rambutnya frustrasi. Dia selalu teringat Cinta yang sedang hamil. Pria itu juga telah menyelidiki Farrel. Ternyata dia tidak ada hubungan dengan menghilangnya Cinta.
"Maaf, Pak. Aku dengar di rumah Pak Nick ada seorang wanita bernama Cinta, apakah itu istri Bapak?" tanya salah seorang dari bawahannya.
Rangga langsung berdiri dan mendekati anak buahnya. Dia menatap tajam ke arah mereka berdua. Yang bernama Toni dan Wawan.
"Dari mana kamu dapat kabar ini?" tanya Rangga. Dia merasa ada angin segar atas keberadaan Cinta.
"Ada salah seorang teman saya yang bekerja dengan Pak Nick, dia mengatakan di rumah orang tuanya ada seorang wanita muda bernama Cinta. Tapi wanita itu memanggil mama dengan orang tua Nick."
"Coba kamu hubungi segera, coba tanya lagi ciri-cirinya. Cepat ...!" perintah Rangga.
Toni langsung menghubungi temannya. Dan bertanya tentang wanita bernama Cinta yang ada di rumah Nick. Lebih kurang setengah jam mereka mengobrol dan bicara di telepon.
"Ini Pak, foto wanita yang berada di rumah Nick. Teman saya mencuri-curi mengambilnya kemarin," ucap Toni menyodorkan teleponnya.
Rangga melihat foto itu. Memang dilihat dari samping wanita itu mirip sekali dengan Cinta, tapi penampilannya jauh berbeda.
"Dari samping, wajah dia memang mirip dengan Cinta, tapi penampilan jauh berbeda. Wanita itu tampak berkelas. Apakah itu Cinta?" ucap Rangga dalam hatinya. Dia harus menyelidiki semua ini agar lebih puas.
"Coba minta teman kamu itu selidiki dari mana asal wanita itu!' ucap Rangga.
__ADS_1
"Maaf, Pak. Dia tidak berani. Ini saja saya telah merayunya berulang kali, barulah dia mau. Dia takut Bapak Nick mengetahui, bisa jadi dia nanti diperkarakan. Bapak tahu sendiri bagaimana berpengaruhnya Pak Nick."
Rangga terdiam mendengar ucapan Toni. Memang benar apa yang diucapkan pria itu. Dia tahu bagaimana, kejamnya Nick. Itulah alasan kenapa Rangga tidak jadi menemui Nick.
Jika pria itu tahu, Rachel adiknya terbunuh setelah melihat Rafael bercinta, dia pasti akan membalasnya. Rangga telah mendengar jika dua orang yang melecehkan adiknya dan membunuhnya akan dihukum mati.
Rangga bisa merasakan apa yang Rafael pikirkan hingga memutuskan bunuh diri. Dia pasti selalu dihantui rasa bersalah semenjak meninggalnya Rachel.
"Pantas saja sebulan sebelum meninggal Rafael selalu saja termenung dan lebih sering mengurung di kamar," ucap Rangga dalam hatinya.
Rangga akhirnya meminta kedua bawahannya untuk menyelidiki rumah Nick secara diam-diam. Dia juga ingin tahu siapa wanita yang berada di rumah Nick.
***
Sementara itu di rumah kediaman Nick, Cinta dan pria itu sedang mengobrol di taman. Cinta ingin meminta Nick mengurus surat perceraiannya.
"Kamu yakin ingin berpisah dengan suamimu, Cinta?" tanya Nick.
"Seandainya dia berjanji akan berubah, apakah kamu masih tetap ingin berpisah?" tanya Nick lagi.
Cinta hanya diam, tanpa menjawab ucapan Nick. Dia tidak yakin jika Rangga akan berubah. Kehadiran bayi mereka saja tidak membuat dia sadar dan mulai menghargai Cinta.
"Aku tidak yakin dia akan berubah. Karena Rangga berpikir jika aku penyebab adiknya bunuh diri. Jadi dia menikahiku hanya untuk membalas dendamnya," ucap Cinta pelan.
"Rafael ...?" tanya Nick dengan dahi berkerut. Dia seperti sering mendengar nama pria itu.
"Iya, adiknya suamiku."
"Apa kamu ada menyimpan foto suami dan adiknya?" tanya Nick.
Cinta menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Dia mengambil ponselnya dan mencari di galeri, foto Rangga dan Rafael.
__ADS_1
"Ini Mas Rangga suamiku," ucap Cinta sambil menyodorkan ponselnya.
Nick mengambil dan memperhatikan foto dalam ponsel itu. Dia kaget saat melihatnya.
"Bukankah ini Rangga, pimpinan perusahaan Z?" tanya Nick.
"Aku dengar memang Mas Rangga memiliki perusahaan. Tapi aku tidak pernah bertanya apa-apa. Aku tidak ingin mencampuri pekerjaannya," ucap Cinta.
Nick menganggukan kepalanya. Dia kenal betul dengan Rangga, lawan bisnisnya.
"Foto adiknya Rafael ada?" tanya Nick lagi.
Cinta mencari dalam galeri fotonya. Dia merasa ada menyimpan satu foto mereka berdua, saat hari terakhir pria itu KKN. Setelah mencari cukup lama, dia dapat menemukan satu. Cinta lalu menyodorkan ke arah Nick.
Nick melihat foto itu dengan dahi berkerut. Dia seperti mengenal pria bersama Cinta itu. Namanya juga seperti tidak asing ditelinganya.
"Aku seperti pernah melihat pria ini, namanya juga sering aku dengar," ucap Nick sambil berpikir. Setelah cukup lama berpikir barulah Nick ingat.
"Apakah ini pria yang sama, yang dekat dengan Rachel?" tanya Nick. Cinta memandangi Nick saat dia mengucapkan itu.
"Aku tidak tahu, Bang," jawab Cinta akhirnya.
"Aku ingat Rachel sering menyebut nama temannya Rafael. Tapi kami belum sempat bertemu. Dulu aku lebih sering di luar kota mengurus bisnis. Saat ini perusahaan di luar kota itu telah dipegang orang kepercayaanku," ucap Nick.
Nick lalu berdiri dari duduknya. Dia memegang tangan Cinta, membuat wanita itu sedikit heran.
"Kita cari foto pria yang dekat dengan Rachel, apakah itu memang Rafael adiknya Rangga atau cuma kebetulan nama dan wajah agak mirip," ucap Nick.
Dia mengajak Cinta masuk ke kamar Rachel dan mencari foto Rafael pacar adiknya itu. Apakah mereka orang yang sama? Tanya Nick dalam hatinya.
...----------------...
__ADS_1