
Tidak terasa telah satu tahun usia Adiba. Kebahagiaan Rangga dan Cinta makin terasa sejak putri mereka lahir dan tumbuh sehat.
Rangga dan Cinta bergegas menyiapkan barang-barang untuk membawa Adiba ke pantai untuk pertama kalinya. Mereka akan bertemu dengan saudara Cinta, Nick dan Triana, yang sudah tiba di sana sebelumnya.
"Sudah siap semua, sayang?" tanya Cinta sambil mengecek isi tas.
"Sudah, lengkap dengan selimut dan pakaian ganti," jawab Rangga sambil mengangkat tas ke bahu.
"Baiklah, ayo kita pergi!" ajak Rangga lagi.
Adiba tertawa girang ketika melihat pantai yang indah dengan laut birunya. Nick dan Triana sedang duduk di bawah payung pantai, menikmati suara ombak dan angin yang lembut.
"Selamat datang di pantai, keluarga kecilku!" sambut Nick.
"Terima kasih, Bang Nick dan Triana!" jawab Rangga sambil menyambut hangat mereka.
"Mari, bermain air!" ajak Triana.
Cinta dan Adiba langsung berlari ke laut, sambil tertawa kegirangan. Rangga hanya tersenyum sambil merekam momen bahagia itu dengan kamera.
__ADS_1
Mereka bermain-main di pantai sepanjang hari, berenang, membangun istana pasir dengan Adiba, dan menikmati lezatnya makan siang ala Triana.
Tiba-tiba, Adiba tergelincir dan jatuh di tepi pantai. Semuanya tampak kuatir.
"Adiba, Apa kamu baik-baik saja?" Cinta panik sambil mengangkat putrinya.
"Tenang, Cinta, sepertinya dia hanya sedikit terkejut. Tapi, mari kita ke dokter untuk memastikan semuanya baik-baik saja," ucap Nick.
Merekapun bergegas menuju klinik terdekat. Setelah memeriksa Adiba, dokter memastikan bahwa semua baik-baik saja dan memberikan obat untuk mempercepat penyembuhan.
Ketika mereka kembali ke villa, Rangga merasa sedih karena liburan mereka yang indah terganggu.
Benar saja, keluarga itu mengalami momen-momen bahagia lainnya sepanjang malam minggu itu. Mereka menikmati sunset yang indah, menonton film bersama, dan memasak makan malam bersama-sama.
"Semua ini akan menjadi kenangan indah untuk Adiba ketika dia besar nanti," kata Rangga.
"Aku setuju, kita harus membuat banyak kenangan yang indah bersama-sama," kata Cinta sambil mengambil Adiba ke dalam pelukannya.
"Benar sekali, setiap momen dalam hidup kita adalah kenangan berharga yang akan selalu menghiasi hidup kita di masa yang akan datang," kata Nick, sambil memeluk Triana.
__ADS_1
Keluarga itu merasa bersyukur telah menghabiskan waktu bersama-sama di pantai, meskipun hanya selama beberapa hari. Mereka berjanji untuk membuat banyak kenangan indah bersama-sama di masa depan dan menghargai kehidupan keluarga mereka.
Setelah dua hari liburan, mereka kembali ke kota. Sepanjang perjalanan Rangga selalu saja tersenyum.
"Sayang, apa kamu tidak ada rencana untuk memberikan adik buat Adiba?" tanya Rangga sambil tersenyum.
"Tunggu Adiba berusia empat tahun baru kita rencanakan adik buatnya," ucap Cinta.
"Apa Triana sudah ada tanda kehamilan?" tanya Rangga.
Pernikahan Nick dan Triana telah berjalan enam bulan, tapi belum ada tanda-tanda kehamilan pada wanita itu. Dia terkadang membawa Adiba menginap sebagai pemancing kehamilan seperti mitos orang tua-tua dulu.
"Baru enam bulan, Mas. Masih banyak yang pernikahannya lebih lama dari mereka dan belum memiliki anak," ucap Cinta.
Dia sebenarnya juga kasihan melihat Triana. Sahabatnya itu sering cerita keinginannya dan Nick yang ingin segera memiliki momongan. Apa lagi Mama Merlin. Dia sudah tidak sabar menggendong cucu.
"Semoga dalam waktu dekat Triana mendapatkan kabar baik, Mas. Semua sudah tidak sabar menanti kehadiran bayi dari rahimnya," doa Cinta dengan tulus.
Rangga juga mendoakan hal yang sama, karena yakin orang sebaik Nick dan Triana pasti akan mendapatkan yang terbaik juga dari Tuhan.
__ADS_1
...----------------...