
Rangga akhirnya melepaskan dan membiarkan Cinta pergi bersama Nick. Dia tidak ingin memaksa, karena itu bisa membuat Cinta merasa tidak nyaman.
Dengan perasaan yang sedih, Rangga melihat Cinta pergi. Hingga mobil yang membawa istrinya itu hilang dari pandangan barulah Rangga masuk kembali ke gedung itu.
"Cinta, aku pasti akan membawa kamu dan anak kita kembali. Jika saat ini aku membiarkan kamu pergi itu bukan berarti aku melepaskan kamu. Aku hanya ingin memberikan waktu untuk hati ini berpikir, jika kita memang ditakdirkan bersama, dia juga akan membawa kamu ke sisiku lagi."
Dalam perjalanan pulang ke rumah Nick, Cinta hanya diam membisu. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk rumah tangganya. Berpisah atau membina kembali hubungan mereka.
Untuk kembali pada Rangga, banyak pertimbangannya. Bukan hanya sikap dan sifat Rangga, tapi ada Arimbi juga yang menjadi penghalang.
Cinta masih belum yakin jika Rangga dan Arimbi tidak atau belum pernah melakukan hubungan badan. Jika memang benar belum pernah, itu akan menjadi poin tambahan untuk dia bisa kembali.
Nick membiarkan saja Cinta diam, dan larut dalam pikirannya. Dia ingin memberi waktu bagi wanita itu untuk berpikir. Nick tidak akan mempengaruhi keputusannya.
Sampai di rumah, Cinta langsung masuk ke kamar. Mama menjadi heran karena biasanya dia akan menemani mama menonton hingga mengantuk.
"Kenapa pulangnya cepat. Baru jam sepuluh. Berarti jam sembilan dari gedung tadi," ujar mama.
Nick duduk di samping mamanya dengan bersandar di kursi. Dia terdiam tanpa menjawab pertanyaan mama.
__ADS_1
"Kamu dan Cinta kenapa? Kalian bertengkar?" tanya Mama Merlin.
Nick tampak menarik napas dan membuangnya kasar. Menatap pada mamanya. Pria itu tidak bisa membayangkan apa yang akan mama lakukan jika Cinta kembali ke rumah suaminya. Sejak kehadiran Cinta, mama lebih ceria dan bersemangat. Mungkin merasa Rachel hidup kembali.
"Nick, jangan diam saja kalau mama bertanya!" ucap Mama dengan sedikit emosi. Sudah dua kali bertanya tapi putranya itu tidak juga memberikan jawaban.
"Maaf, Ma. Aku tidak tahu harus mulai dari mana ceritanya. Yang pasti tadi Cinta bertemu suaminya Rangga. Dia mengajak Cinta kembali ke rumah mereka," ucap Nick.
Mama terkejut mendengar ucapan Nick. Jika benar Cinta akan kembali ke rumah berarti dia akan sendiri lagi. Mama termenung mendengarnya.
Sementara di kamar tanpa mengganti pakaiannya, Cinta naik ke ranjang. Pandangan matanya tertuju ke langit kamar yang tembus hingga ke langit di angkasa.
Cinta menarik napas dalam, mengingat pertemuan dengan Rangga tadi. Sebenarnya hati Cinta masih milik pria itu. Namun, dia takut jika kembali, masih saja ada Arimbi di antara mereka.
"Ya Allah jadikan aku manusia yang mudah menerima dan mengikhlaskan semua yang terjadi dalam hidup ini. Mudah merasa cukup apapun dunia, tentang yang terjadi jika tidak sesuai dengan apa yang aku ingini, tentang setiap usaha yang gagal dan tentang kesempatan yang terlewatkan. Aku bisa menerima bahwa semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup ku dan aku bisa meyakinkan diriku bahwa semua itu tidak apa-apa dan tidak menghancurkan diriku. Aku akan tetap menjalankan hidupku dengan sebaik yang aku bisa. Bagaimanapun akhirnya saya ikhlas."
Cinta mengucapkan doa dalam hatinya. Dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa untuk saat ini. Terus terang dia belum mempersiapkan dirinya untuk bertemu Rangga lagi.
"Ya Allah bantulah aku menjadi hambamu yang mudah memaafkan semua. Aku minta jika aku yang salah mudahkan aku untuk meminta maaf, jika pun bukan aku yang salah, ringankan hatiku untuk memaafkan. Begitu juga terhadap dunia, jika ada kecewa dan sedih yang datang kepadaku, yakinkan aku untuk dapat menerima bahwa di balik itu semua ada banyak hal-hal baik yang Engkau persiapkan untuk saya dapatkan setelahnya."
__ADS_1
Setelah berdoa, Cinta mencoba memejamkan matanya. Dia bukan hanya mencintai Rangga, tapi juga memikirkan tentang anak dalam kandungannya. Akan lebih baik jika hidup dengan ayah kandungnya. Namun, Cinta akan melihat dulu kesungguhan dari Rangga. Seberapa besar usahanya untuk kembali lagi.
Mama dan Nick masih duduk di ruang keluarga. Wajah Mama Merlin terlihat berubah. Nick lalu memeluk wanita paruh baya itu.
"Mama memikirkan apa? Kenapa wajahnya berubah?" tanya Nick sambil mengecup pipi wanita itu.
"Apakah kamu tidak tertarik dengan Cinta, Nick?" tanya Mama Merlin.
Mendengar pertanyaan mamanya, Nick lalu melepaskan pelukannya. Memandangi wajah wanita yang telah melahirkan dirinya dengan intens.
"Kenapa tiba-tiba mama bertanya begitu?" tanya Nick.
"Mama sudah terlanjur mencintai Cinta. Takut jika nanti dia kembali ke rumah suaminya, dia tidak diizinkan lagi main ke sini dan bertemu mama lagi," ucap mama dengan suara sedih dan pelan.
Nick kembali memeluk mamanya. Dia bisa mengerti ketakutan wanita yang telah melahirkan dirinya itu. Setelah kehilangan Rachel dan harus berpisah lagi dengan Cinta yang telah di anggap sebagai anak sendiri, tentu mama akan merasa sangat sedih.
"Ma, Cinta itu wanita yang berstatus sebagai istri orang. Kita tidak bisa menahannya untuk tetap di sini. Atau meminta dia berpisah. Semua keputusan ada di tangan Cinta. Kita hanya bisa mendukung apa pun keputusannya," ucap Nick berusaha memberikan pengertian.
Nick tahu maksud mama bertanya apakah dia menyukai Cinta, agar dia bisa mendekati wanita itu dan berharap dia berpisah dari suaminya.
__ADS_1
...----------------...