
Pagi ini seperti biasa sebelum berangkat kerja, pria itu akan menyempatkan dirinya untuk sarapan. Biasanya Cinta akan menyempatkan waktu memasak untuk suaminya. Buat sarapan dan makan malam, dia yang harus memasakan buat Rangga.
Rangga hanya melihat Triana sedang menyiapkan sarapan. Dengan heran pria itu menghampiri sahabat Cinta itu.
"Tri, Cinta di mana?" tanya Rangga, dia tidak melihat keberadaan istrinya.
"Tadi ke taman, Mas," jawab Triana.
Tanpa menjawab ucapan Triana, Rangga berjalan menuju taman. Tampak Cinta sedang berjalan mondar mandir. Rangga menghampiri istrinya itu.
"Sayang, tumben pagi-pagi di taman?" tanya Rangga. Dia memeluk pinggang dan mencium pipi istrinya.
"Mas, dari subuh aku merasa pinggulku sakit. Seperti tanda-tanda melahirkan yang dokter katakan," ucap Cinta.
"Kalau begitu kita langsung ke rumah sakit," ucap Rangga panik.
Dia mengajak Cinta masuk ke rumah dan mengganti pakaiannya. Rangga juga mengambil tas yang berisi pakaian bayi. Semua telah dipersiapkan Cinta.
Setelah semua siap, Cinta pamit pada Triana. Dia bisa menyusul nanti ke rumah sakit jika telah pasti Cinta akan melahirkan.
Ini adalah hari yang dinantikan bagi Cinta dan suaminya, Rqngga. Hari di mana dia akan melahirkan putra pertama mereka. Namun, tiba-tiba, di hari persalinan yang dianggap normal, keluarga mereka harus menghadapi masalah besar.
“Mas Rangga, aku merasa takut. Bagaimana kalau aku tidak bisa melahirkan secara normal?” tanya Cinta dengan suara gemetar.
"Jangan kamu terlalu pikirkan harus melahirkan normal tapi bagaimana keselamatan kamu dan bayi kita. Normal atau sesar sama saja," ucap Rangga mencoba memberikan semangat.
Sampai di rumah sakit, Cinta langsung masuk ke ruang bersalin. Dokter dan Bidan membantu lahiran, masuk dan melakukan pemeriksaan. Beberapa saat kemudian, Dokter dan bidan keluar menemui Rangga. Pria itu dengan tergesa mendekati Dokter.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok? Apa akan lahiran?" tanya Rangga kuatir.
"Benar, Pak. Istri Bapak saat ini telah pembukaan empat." Dokter itu menjawab.
__ADS_1
"Pembukaan, pembukaan itu apa, Dok?" tanya Rangga.
"Pembukaan adalah proses membukanya leher rahim atau serviks per sentimeter (cm) sebagai jalur lahir bayi saat persalinan atau melahirkan." Dokter mencoba menjelaskan.
"Berapa banyak dan lamanya pembukaan itu, Dok?. Apakah nanti sakitnya akan bertambah?"
"Pembukaan dimulai dari 1 hingga 10. Saat ini istri Bapak sudah pembukaan 4. Fase aktif atau dimulainya pembukaan dari 3–10 cm, normalnya berlangsung 1 jam/pertambahan pembukaan. Proses melahirkan yang paling cepat membutuhkan waktu kurang dari 3 jam dimulai dari pembukaan pertama hingga lahir.Kontraksi semakin sering biasanya hanya berselang setengah sampai satu jam. Misalnya saja bila Mama mengalami kontraksi pada pukul 11 siang, maka setengah jam kemudian atau paling lambat pukul 12 siang Mama sudah mengalami kontraksi lagi."
"Berarti istri saya akan lahiran kira-kira berapa jam lagi, Dok?" tanya Rangga lagi.
"Menurut perkiraan, antara 5 hingga 6 jam ke depan, istri Bapak akan melahirkan. Namun, bisa saja lebih cepat atau lebih lama prosesnya."
"Apa yang harus dilakukan agar pembukaan cepat hingga pembukaan 10, Dok?" Kembali Rangga bertanya.
"Banyak yang bisa dilakukan. Seperti berjalan, olah raga ringan dan jongkok. Salah satu cara mempercepat pembukaan persalinan yang banyak diketahui adalah dengan berjongkok. Jongkok atau squat dipercaya bisa mempercepat pembukaan persalinan sekaligus menguatkan otot-otot di sekitarnya," jawab Dokter dengan ramah.
"Kenapa harus jongkok, Dok?" tanya Rangga. Dokter tersenyum menanggapi Rangga yang banyak tanya.
"Tidak apa-apa. Jongkok bisa membuka otot panggul sebesar 10 persen. Dengan sering melakukan posisi jongkok jelang persalinan, otot-otot kaki akan lebih siap saat mendorong bayi keluar."
"Terima kasih, Dok," ucap Rangga.
"Bapak bisa temani ibu sekarang. Suami mendampingi istri melahirkan merupakan hal yang penting dilakukan. Selain membuat istri lebih tenang, keberadaan suami bisa membuat istri lebih siap dalam menghadapi persalinan. Dengan demikian, prosesnya pun menjadi lebih lancar dan buah hati dapat dilahirkan dengan sehat.Ketika merasa takut dan sulit menghadapi persalinan, kehadiran suami bisa meringankan keluhan istri dengan memijatnya atau membantu istri mendapatkan posisi nyaman saat berbaring di tempat tidur."
"Baiklah, Dok," jawab Rangga.
Rangga masuk ke ruang bersalin, dimana Cinta sedang berbaring. Dia mengecup dahi istrinya.
"Sayang, apa nya yang sakit?" tanya Rangga pelan.
"Semuanya. Seluruh badan terasa pegal terutama pinggang dan pinggul," jawab Cinta.
__ADS_1
"Biar aku pijat. Dokter tadi bilang, kalau jongkok bisa mempercepat proses melahirkan." Rangga memijat pelan punggung hingga pinggul Cinta memberikan rasa nyaman untuk istrinya itu.
Cinta bangun dari tidurnya dan turun dari ranjang dengan bantuan Rangga. Dia melakukan apa yang diperintahkan dokter. Berjalan keliling di kamar bersalin dan juga jongkok.
Nick dan mama saat ini sedang berada di luar kota sehingga tidak bisa menemani. Mereka pikir Cinta akan melahirkan satu minggu lagi sesuai perkiraan, ternyata lebih cepat.
Sambil memegang pinggangnya, Cinta meringis menahan sakit. Rangga membantu istrinya melakukan semua itu.
Setelah 4 jam berlalu, Cinta merasakan kontraksi yang makin kuat terasa. Rangga memanggil Dokter untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Dokter mengatakan pembukaan jalan lahir telah lengkap dan Cinta telah siap untuk lahiran normal.
Cinta diminta tidur. Tangannya menggenggam tangan Rangga untuk meminta kekuatan.
"Mas, maafkan jika aku ada salah. Doakan aku lahiran dengan lancar," ucap Cinta.
"Kamu tidak ada salah, pasti aku doakan lahirannya lancar."
"Ibu, sudah siap?" tanya Dokter.
"Siap ,Dok!" jawab Cinta.
"Nanti ibu bisa tarik napas panjang dan membuangnya perlahan, setelah itu barulah ibu mengejan. Ada beberapa hal yang tidak boleh ibu lakukan. Pertama berteriak keras, memang sakit saat mengejan, tapi jangan berteriak terlalu keras. jika berteriak sebaiknya tidak dilakukan berlebihan hingga bernada tinggi alias melengking. Ini karena jika ibu berteriak tanpa dikontrol dapat membuat ibu kelelahan dan kehilangan kendali saat mengejan. Kedua memejamkan mata. Ini untuk menghindari mata mendapat tekanan sehingga pembuluh darah di mata pecah. Ketiga mengangkat pinggul. Ibu tentu tak ingin robekan perineum lebih lebar sehingga memerlukan lebih banyak jahitan saat melahirkan bukan? Kalau begitu, ingat untuk tidak mengangkat bokong atau pantan ketika mengejan. Sekarang ibu telah siap?" tanya dokter itu lagi setelah memberikan penjelasan.
"Siap Dok!"
"Nanti pada hitungan ketiga barulah ibu mengejan. Saya akan mulai. Satu, dua, tiga," ucap Dokter.
Pada hitungan ketiga, Cinta mengejan untuk mengeluarkan bayi. Rangga yang melihat usaha istrinya, tidak dapat menahan tangis. Dia merasakan sakit yang diderita istrinya saat ini. Beberapa kali mencoba, barulah akhirnya kepala bayi keluar diikuti tangisan bayi. Rangga langsung melakukan sujud syukur.
...----------------...
__ADS_1