CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Rasa Bersalah


__ADS_3

"Kayaknya hujannya sudah berhenti",ujar Alfisa."Kita pulang,yuk!"


"Kayaknya aku lagi males pulang,Al.Dalam kondisi kayak gini kalau aku ditekan sama Tante Ayu atau Jojo takutnya aku akan meledak!"


"Oooohhh..gitu!Tapi nggak baik juga kalau kamu disini terus.Ini sudah malam,loh!"


"Iya juga,sih!"


"Gimana kalau kamu nginep di kostan-ku aja!"


"Boleh juga,sih!Tapi apa nggak ngerepotin,Al?"


"Nggak,lah!Kita kan sahabat!"


"Oke kalau begitu!".Aku tersenyum lebar.


Alfisa menarik tanganku agar aku segera berdiri.Kerudung merah jambu yang dipakainya berayun-ayun tertiup angin.Paras  ayunya semakin mempesona karena terterpa cahaya bulan.


Malam itu sangat dingin.Sepertinya akan turun hujan.Alfisa menarik tanganku berlari-lari kecil menuju tempat kost-an Alfisa.


Kost-an Alfisa terletak jauh di dalam gang.Kami harus melewati gerbang abu-abu.Kemudian harus berjalan sejauh kira-kira lima ratus meter.Setelah ketemu dengan musholla berwarna hijau,kami masuk ke gang yang lebih kecil.Hingga kemudian sampailah kami di sebuah tempat kost berwarna hijau tosca.


Alfisa tinggal bersama dengan Ayah,Ibu,dan seorang adiknya yang autis.Ayahnya memutuskan untuk berhenti bekerja untuk mengurus adiknya itu. Sedangkan Ibunya bekerja di sebuah kampus swasta.Entah sebagai apa.


"Ibumu belum pulang,Al?",kataku begitu memasuki kamar kost-nya yang sepi.


"Belum.Ibuku nggak pulang.Dia pergi sudah dua hari.Mungkin besok dia pulang".


"Kemana,Al?Kok lama sekali pulangnya?"


"Ke puncak.Ada acara di kampusnya"


"Ohh..Terus Adik dan Ayahmu kemana?"


"Ada,tuh.Lagi tidur di kamar.Jangan khawatir,nanti kamu tidur sama aku di kamarku"


Jadi tempat kost Alfisa ini bentuknya seperti apartemen.Ada uang tamunya,dapur,dan  dua kamar tidur.


"Ya,udah.Sekarang mandi dulu gih,sana!",perintahnya."Badanmu bau asem!"


Aku memegang baju depanku dan menciumnya."Hehe..Iya juga.Bau asem!"


"Ya udah sana mandi.Ini handuknya!",kata Alfisa sambil mengulurkan selembar handuk kepadaku.


--

__ADS_1


Setelah mandi,Ayah Alfisa mengajak kami makan bersama dengan Andrew,adik Alfisa.Aku lihat Andrew sama seperti anak lainnya.Nggak jauh berbeda.Bedanya cuma kalau ngomong,Andrew tidak berbicara seperti anak lainnya.Yang keluar dari mulutnya kata-kata an eh,seperti uyuyu,gu,kucukkucuk.


"Ayo duduk!",kata Ayah Alfisa.


"Eh,iya,Om!"


"Jangan seenaknya,Al.Nggak enak sama temenmu,tuh!",kata Ayahnya Alfisa kepada Alfisa sambil menyodorkan piring kepadaku.


"Habis enak,sih!",kata Alfisa sambil mengunyah paha ayam di mulutnya."Ayam goreng Ayah memang tidak ada duanya!"


"Taruh.Jangan memalukan Ayah.Ayah tak pernah mengajarkan itu  padamu!"


Aku menyenggol kaki Alfisa.Alfisa melirik kepadaku.


"Iya..Iya.Maaf!Ini aku taroh ayamnya!",kata Alfisa sambil mendengus kesal.


"Kalau kamu nggak nurut sama Ayah.Jangan minta uang jajan sama Ayah nanti waktu berangkat sekolah!",kata Ayah Alfisa.


"Iya,nggak papa",Alfisa nyengir."Kalau gitu aku minta sekarang!"


"Dasar kamu,ya!",kemudian Ayahnya Alfisa mencubiti dan menggelitiki Alfisa.Alfisa tertawa terkekeh-kekeh.Demikian juga dengan Ayahnya.Sepertinya Alfisa sangat dekat sama Ayahnya.Keakraban dan  kehangatan hubungan antara mereka membuatku merasa iri.Apakah kalau aku masih punya Ayah,aku juga bisa begitu?Tak terasa air mataku menetes.


"Loh,Ras kok kamu nangis?",ujar Alfisa dengan heran.Mereka berduapun menghentikan tawa mereka.


"Nggak..nggak papa,kok!",ujarku sambil mengusap air mataku.


Aku mengangguk.


Ayahnya Alfisa menatapku dengan sedih dan kemudian memegang tanganku."Laras,kamu jangan sedih.Anggap saja Om ini sebagai Ayahmu sendiri.Kamu boleh main kemari kapan saja.Tapi ya,keadaannya kayak gini.Oh,iya.Nama Om,Arman.Panggil saja Om Arman".


"Iya,Om.Terimakasih".


"Oh,iya.Ayo..Makan..Makan!"


Kamipun kemudian makan sambil berbincang-bincang.Cuma Andrew yang asik sendiri.Nasi dan makanannya sebagian berhamburan di meja.


Setelah makan,kamipun masuk ke dalam kamar Alfisa dan merebahkan diri di atas kasur.Rasanya semua rasa lelah dan masalah yang kualami hari ini sudah terhapus begitu saja.


"Emmh",kata Alfisa."Kamu tahu,nggak.Kejadian tadi pagi?"


"Kejadian?Kejadian apa?"


"Aku juga baru dengar dari Riyanti,sih.Tadi waktu les,dia WA aku".


"Kejadian apa,sih?",kataku."Aku jadi penasaran,nih!"

__ADS_1


"Tadi pagi Azril dipanggil oleh guru BK"


"Guru BK?Kenapa?",kataku semakin penasaran."Langsung dibilang aja.Jangan dipotong-potong kayak gitu.Aku jadi tambah penasaran!"


"Lah,dari tadi aku juga langsung mau cerita.Tapi kamu motong-motong terus!"


"Tadi Azril ngamuk di kelas.Terus Pak Agung mencium bau alkohol dari mulutnya.Terus korbannya juga parah,Ras"


"Korbannya siapa,Al?"


"Korbannya adalah Jaja".


"Jaja?Jaja kan cowok culun.Tubuhnya kerempeng.Rambutnya agak keriting dan berkacamata kan?"


"Iya.Kasian si Jaja itu.Dia dibanting terus mukanya dipukulin.Dan yang lebih parah,pecahan kacanya menusuk bola matanya.Tadi dia langsung dibawa ke Rumah Sakit.Sedangkan Azril langsung dibawa ke kantor polisi".


"Azril dibawa ke kantor polisi.Dia ditahan?"


"Nggak tahu.Yang jelas sementara ini dia ada di kantor polisi.Kalau keluarganya Jaja nuntut bisa aja dia ditahan.Kasihan banget Azril.Hiks..Hiks!".Alfisa tiba-tiba menangis.


"Tenang..Tenang,Al.Kita doakan aja yang terbaik untuk Azril,ya!",kataku berusaha menenangkan Alfisa.


"Walau bagaimanapun.Walaupun dia sudah nolak aku.Tapi aku udah lama sekali sahabatan sama dia.Aku udah deket sekali sama dia.Udah seperti saudara".


"Iya..Iya..Aku tau.Yang sabar,ya.Besok kita jenguk Azril di kantor polisi"


"Dia dulu nggak pernah begini.Dia anak yang baik.Dia nggak pernah mabuk-mabukan.Dia anaknya agamis banget.Kok dia bisa berubah secepat ini?Pasti karena dia putus sama kamu,ya,Ras?"


"Aku nggak tau.Mungkin saja,sih.Maafin aku,ya.Ini semua gara-gara aku!"


"Udah,Ras.Ini bukan salahmu,kok.Cinta kan memang nggak bisa dipaksakan!"


"Tapi aku nyesel juga,sih.Kalau tau bakalan jadi begini.Aku nggak akan mutusin Azril"


"Nggak,Ras.Kamu jangan nyalahin dirimu sendiri.Semua sudah digariskan oleh Tuhan.Ini semua takdir Tuhan"


"Ya,ya,betul",sahutku.


Dokk!Dokk!


"Anak-anak.Ayo tidur.Sudah malam.Besok sekolah!Kalian besok harus bangun pagi.Kalian harus mencuci dan menyetrika baju batik kalian untuk dipakai besok!",terdengar suara Om Arman dari b alik pintu.


"Iya,Ayah",jawab Alfisa.


"Iya,Om!",jawab ku juga.

__ADS_1


"Ayo tidur..!",kata Alfisa setengah berbisik.


Aku mengangguk.Tak lama kemudian kamipun sudah tertidur lelap..Semoga esok jadi lebih baik.Walaupun aku tidak bisa menghilangkan rasa bersalahku terhadap apa yang menimpa Azril.


__ADS_2