CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 42. Rangga Yang Telah Sadar


__ADS_3

Rangga membuka matanya. Saat melihat istrinya, pria itu tersenyum. Cinta merasa semua seperti mimpi. Senyum semringah terpancar dari bibirnya.


"Mas, akhirnya kamu sadar," ucap Cinta. Air mata mengalir deras membasahi pipinya. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


Cinta berdiri dan mengatakan pada perawat yang berjaga di depan ruangan jika suaminya telah sadar. Perawat itu langsung menghubungi dokter.


Cinta mendekati suaminya. Mengecup pipi Rangga. Pria itu tersenyum dan menyentuh pipi istrinya, menghapus air mata yang membasahi pipi Cinta.


"Jangan menangis lagi," ucap Rangga terbata.


Belum sempat Cinta menjawab ucapan suaminya, dokter masuk untuk memeriksa Rangga. Cinta di minta keluar sementara dokter melakukan pemeriksaan pada Rangga.


Cinta tidak berhenti mengucapkan syukur. Dia tidak tahu harus berkata apa selain itu. Dielusnya perut sambil berkata, "Sayang, Papa kamu telah sadar. Kamu pasti bahagia'kan? Mama yakin ini juga berkat doa kamu."


Setengah jam dokter melakukan pemeriksaan. Setelah itu menemui Cinta yang mengintip dari kaca.


"Ibu Cinta, alhamdulillah saat ini keadaan Pak Rangga sudah makin membaik, tapi ...." Dokter itu menghentikan ucapannya. Cinta menjadi cemas menunggu lanjutan dari ucapan dokter itu.


"Tapi apa, Dok?" tanya Cinta kuatir.


"Untuk sementara, kaki Pak Rangga akan lumpuh," ucap Dokter itu lagi.


Tubuh Cinta terasa lemah. Baru saja dia bahagia karena Rangga yang telah sadar, tapi kembali di uji dengan lumpuhnya kaki pria itu. Yang Cinta pikirkan adalah bagaimana cara dia menyampaikan ini semua. Pasti Rangga akan syok dan sedih menerima kenyataan ini.


Setelah bicara cukup banyak dengan Cinta, perawat meminta izin untuk memindahkan Rangga ke ruang rawat inap yang telah Nick pesan. Cinta dan Nick membantu perawat mendorong tempat tidur menuju ruang perawatan.

__ADS_1


Nick datang saat Cinta sedang bicara dengan dokter. Kedatangannya membuat Cinta sedikit lega, karena Nick mengatakan jika kelumpuhan yang dialami Rangga hanya sementara. Bisa diobati dengan terapi.


"Mas, apa yang terjadi sehingga Mas mengalami kecelakaan?" tanya Cinta setelah berada di ruang rawat inap.


"Aku tidak tahu, Cinta. Semua begitu cepat. Tiba-tiba dari arah depanku ada mobil yang melaju kencang dan langsung terjadi tabrakan. Setelah aku berusaha keluar dari mobil, aku tidak ingat apa-apa lagi. Bagaimana dengan mobil yang menabrakku?" tanya Rangga.


"Belum di dapat, sedang di cari. Penabrak melarikan diri," jawab Cinta.


Nick dibantu pihak kepolisian sedang mencari keberadaan sipenabrak Rangga. Nick yakin itu semua disengaja. Dia telah meminta orang kepercayaannya untuk melacak dan mencari siapa pelaku.


"Mas, biar semua Bang Nick dan pihak kepolisian yang mengurus, kamu hanya pikirkan kesehatan saja, Mas," ucap Cinta dengan lembut.


Rangga menatap istrinya dengan penuh cinta. Teringat kembali apa yang dia lakukan pada Cinta. Beruntung dia bukan wanita pendendam. Dalam hatinya Rangga berjanji tidak akan pernah lagi menyia-nyiakan istrinya.


"Pak Nickholas, Cinta, terima kasih," ucap Rangga pelan.


"Satu lagi, panggil saja aku Abang Nick seperti Cinta memanggilku," ucap Nick lagi.


Cinta duduk di samping Rangga dan menggenggam tangan pria itu. Dia mengecup tangan pria pertama yang telah mencuri hatinya. Mungkin orang akan menganggap Cinta bodoh, karena masih mau menerima Rangga lagi setelah apa yang dia lakukan. Namun, Cinta berpikir, tidak ada manusia yang sempurna. Memberi kesempatan kedua itu bukanlah buruk.


Cinta takut jika dia memulai dengan orang baru, bukannya lebih baik, bisa saja pria itu lebih buruk dari Rangga. Jika suaminya ini telah jelas, semua yang dia lakukan hanya karena salah paham.


Rangga mencoba menggerakkan kakinya, tapi terasa kaku dan berat. Cinta yang melihat itu menjadi takut. Hatinya berdebar, jawaban apa yang akan dia berikan saat Rangga bertanya nantinya.


"Cinta, kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?" tanya Rangga dengan wajah kuatir.

__ADS_1


Cinta langsung memandangi Nick. Mungkin meminta pada pria itu untuk memberikan jawaban pada Rangga. Nick yang mengerti lalu mendekati pria itu.


"Rangga, dokter mengatakan ada saraf di kakimu yang rusak, itu yang menyebabkan kelumpuhan sementara, tapi ...."


"Berarti sekarang aku ini lumpuh?" tanya Rangga memotong ucapan Nick. Tampak sekali kesedihan di wajah pria itu.


Cinta menggenggam tangan suaminya, mencoba memberikan kekuatan. Pasti berat bagi pria itu menerima kenyataan ini.


"Dengar dulu Rangga, ini hanya bersifat sementara. Bisa disembuhkan dengan terapi dan pengobatan lainnya." Nick melanjutkan ucapannya yang tadi dipotong Rangga.


Air mata tampak mengalir dari sudut mata Rangga. Mungkin tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya. Cinta melihat itu menjadi sedih.


"Mas, jangan kuatir. Aku yakin semua akan kembali normal. Mas ikuti aja apa kata dokter. Aku akan menemani kamu hingga bisa kembali berjalan," ucap Cinta.


"Aku hanya akan menjadi beban bagimu," ucap Rangga lirih.


"Siapa yang bilang kamu hanya menjadi beban. Aku senang bisa mendampingi kamu. Aku akan menjadi matamu, saat kamu tidak bisa melihat, aku juga bisa menjadi kakimu saat kamu tidak bisa melangkah. Jangan Mas pikirkan semua itu. Aku siap menjadi apa pun itu untukmu," ucap Cinta.


Nick tersenyum haru mendengar ucapan Cinta. Dalam hatinya, beruntung sekali Rangga memiliki Cinta. Wanita yang begitu mencintainya.


Rangga menatap dengan penuh cinta dan sayang pada istrinya itu. Dikecupnya tangan Cinta.


"Maafkan aku karena pernah menyakitimu. Aku baru menyadari jika kamu begitu istimewa. Izinkan aku untuk menebus semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah aku lakukan padamu. Aku akan berusaha menjadi pria seperti yang kamu inginkan," ucap Rangga pelan.


Cinta menjawab semua ucapan Rangga dengan tersenyum. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2