
Tidak terasa telah tiga bulan usia Adiba anaknya Rangga dan Cinta. Hari ini mereka ingin ke kampung Cinta untuk melamar Triana.
Triana telah kembali ke desa satu minggu lalu. Nick dan mama telah menunggu di mobil mereka. Cinta masih mempersiapkan semua kebutuhan Adiba. Putrinya ada dalam gendongan mama.
"Sayang, apa masih banyak lagi kebutuhan Adiba yang mau di bawa?" tanya Rangga melihat keribetan yang dialami Cinta istrinya.
"Aku bawa baju bayi Adiba buat dibagikan ke orang kampung, Mas. Dari pada di simpan," ucap Cinta.
Rangga menunggu dengan sabar semua yang dilakukan istrinya. Sejak memiliki anak, kesabaran Rangga telah teruji.
"Mas, setelah dari kampung, kita pergi menjenguk ibu ya. Kesehatan ibu Mas sudah makin membaik. Kita bawa Adiba, semoga kehadiran cucunya makin mempercepat proses penyembuhan Ibu," ucap Cinta sambil menyusun baju bayi Adiba.
"Iya, Sayang," jawab Rangga. Seminggu yang lalu terakhir mereka menjenguk ibu dan kesehatannya makin membaik. Sejak Cinta dan Rangga sering menjenguk, Ibu tampak makin sehat.
Nick dan Mama keluar dari mobil, masuk ke rumah melihat apa yang sedang Cinta kerjakan. Mungkin heran karena lama sekali wanita itu bebenah.
"Ada yang bisa mama bantu?" tanya mama, melihat Cinta yang masih menyusun pakaian.
__ADS_1
"Tidak ada, Ma. Semua telah siap. Mari kita berangkat." Cinta yang telah menyusun semuanya, mengajak mama kembali ke mobil. Tiga koper berisi pakaian Adiba saat baru lahir telah tersusun.
"Kalian mau pindah ke desa?" tanya Nick sambil menyeret dua koper sekaligus.
"Siapa yang mau pindah. Abang asal ngomong aja," ucap Cinta dengan cemberut karena melihat Rangga yang tertawa.
"Itu semua pakaian Adiba saat baru lahir. Masih bagus-bagus. Sayang kalau di simpan saja. Jadi aku bawa buat tetangga yang mau lahiran," ucap Cinta menjelaskan.
"Bagus itu, dari pada nanti di makan rayap," ujar mama mendukung rencana Cinta.
Perjalanan dari kota ke desa ditempuh selama enam jam. Satu bulan yang lalu rumah orang tua Cinta telah di renovasi dengan biaya dari Rangga. Itu semua demi Cinta. Jika suatu saat istrinya ingin mudik, akan lebih nyaman menempati rumah yang telah di renovasi. Yang menjaga dan membersihkan rumah Cinta, tetangganya. Cinta mengirim setiap bukannya sebagai upah atau bayaran.
Sampai di kampung hari telah menjelang sore. Rangga dan Cinta langsung beristirahat, begitu juga mama.
Hal berbeda dilakukan Nick. Dia langsung menemui Triana. Mereka berdua pergi ke kali.
Nick duduk di atas batu besar di pinggir sungai, sementara Triana duduk di sisinya. Kabut belum benar-benar hilang dari desa di sekitar mereka, meninggalkan suara burung dan anak-anak yang bermain jauh di belakang mereka.
__ADS_1
“Triana, kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu, dan selama beberapa bulan terakhir, aku merasa kita saling cocok dan memiliki masa depan yang cerah bersama-sama,” kata Nick dengan perasaan yang tulus.
Triana menatapnya, terdiam, dan Nick meneruskan, “Aku ingin melamar kamu untuk menjadi istriku, dan saya akan memberikanmu kehidupan yang penuh cinta dan keamanan.”
“Bang Nick, kamu tahu bahwa aku mencintaimu dan aku harap kamu akan terus mencintaiku. Aku saat ini telah siap untuk hidup bersama kamu, kita akan membangun masa depan yang indah.”
Nick tersenyum, meraih tangan Triana, dan menggenggamnya erat-erat. “Terima kasih, Triana. Saya tidak sabar untuk memulai kehidupan yang indah denganmu.”
"Aku merasa semua ini mimpi. Aku tidak pernah membayangkan akan menjadi istri seorang pengusaha. Apakah kamu tdiak malu jika ada yang tahu, istri Abang hanya tamatan sekolah dasar?" tanya Triana.
Kadang dia merasa kurang percaya diri untuk mendampingi pria itu. Takut jika dia hanya dijadikan bahan mainan.
"Kenapa malu? Yang terpenting wanita itu bisa mengajari anak-anakku menjadi anak yang baik, bagiku sudah lebih dari cukup," ucap Nick.
Triana tidak berhenti mengucapkan syukur karena bisa dipertemukan dengan pria sebaik Nick. Entah perbuatan baik apa yang telah dia lakukan sehingga bisa berjodoh dengan pria itu. Ketika senja mulai menjelang, Nick dan Triana berjalan pulang menuju rumah Cinta.
...----------------...
__ADS_1