CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 55. Pernikahan Nick dan Triana


__ADS_3

Tiga bulan sejak acara lamaran di kampung Triana, akhirnya tiba hari pernikahannya Nick. Rangga dan Cinta yang membantu persiapan pernikahan pria itu, keduanya senang karena bisa terlibat.


Akhirnya hari yang dinanti-nanti bagi Nick dan Triana sampai juga. Hari pernikahan mereka yang diidam-idamkan tiba. Mereka mempersiapkan semuanya dengan hati-hati dan sangat terorganisir dibantu Rangga dan Cinta. Semua keluarga dan teman-teman telah hadir dan menunggu mereka di pelaminan.


Nick dan Triana telah mempersiapkan acara pernikahan mereka secara islami, dengan bahasa dan ritual yang sesuai dengan tradisi dan adat yang dikenal dalam agama Islam.


Nick dan Triana tiba di pelaminan diiringi oleh lagu-lagu islam yang mengalun merdu. Mereka terlihat sangat bahagia dan gugup. Nick mengenakan setelan jas klasik berwarna hitam, lengkap dengan dasi dan sepatu kulit. Sedangkan Triana mengenakan gaun pengantin muslimah yang indah dengan hiasan beads menawan di sekelilingnya.


Setelah mereka berdiri di pelaminan, imam masjid datang dan duduk di depan mereka. Ada perasaan damai dan suci di dalam ruangan itu, mereka dapat merasakannya. Ucapan doa dibacakan oleh ustad dan mengajak para tamu untuk menghadap Allah SWT. Setelah itu, ustad memulai prosesi pernikahan dengan membacakan bismillahirrahmanirrahim.


Nick melirik ke arah Triana dan melemparkan senyum kecil. "Ini adalah hari terbaik dalam hidupku," kata Nick sambil menatap mata Triana dengan penuh cinta.


Triana tersenyum dan merasakan detak jantungnya yang membesar. "Hari terbaik dalam hidup kita," jawab Triana dengan suara yang menggigil.


Prosesi pernikahan dimulai, Nick dan Triana duduk berdampingan sambil mendengarkan ustad menyampaikan khutbah nikah. Mereka merasa seperti sedang berada dalam surga yang penuh cinta.


Nick mengamati Triana dan tersenyum dalam hati, merasa sangat bersyukur telah menemukan wanita seperti Triana. Dia merasa bahwa dalam hatinya ada api yang menyala dan membara, membakar rasa cintanya kepada Triana.

__ADS_1


Triana juga merasakan hal yang sama. Ia merasa bahwa dalam hatinya ada kebahagiaan yang membara. Dia merasa bahwa di hadapan Allah SWT, dia telah menemukan cinta yang hakiki dalam diri Nick.


Setelah khutbah nikah, ustad memimpin doa dan berdoa agar hubungan Nick dan Triana terus diberkahi dan dijaga oleh Allah. Setelah ijab kabul, mereka bertukar cincin pernikahan diikuti oleh tanda tangan Akad Nikah sebagai bukti tulus ikhlas dalam pernikahan mereka.


Pada akhir acara, Nick dan Triana saling berpelukan sambil menangis bahagia. Mereka merasa bahwa ini adalah permulaan dari kehidupan yang indah bersama sebagai pasangan suami istri yang dicintai. Mereka merasakan berkah Allah SWT yang melimpah pada mereka, bahkan di detik-detik seperti ini di mana dua hati menjadi satu.


Semua tamu merayakan pernikahan yang penuh cinta itu dengan suka cita. Nick dan Triana merasakan cinta dan dukungan dari keluarga, kerabat, teman, dan orang-orang yang mereka cintai. Hari itu merupakan hari penuh makna bagi mereka untuk selamanya.


"Terimakasih sudah mau menikah denganku, Triana. Aku akan menjadi suami baik yang selalu ada untukmu," Nick mengucapkan janjinya yang akan membahagiakan Triana.


"Terima kasih juga untukmu, Bang Nick. Aku janji akan menjadi istri yang baik dan mendukungmu dalam setiap hal," Triana mengucapkan janjinya dengan bahagia.


Namun, Nick merasa kebahagiaannya kurang sempurna. Sepanjang pesta berlangsung pikirannya terkadang tertuju pada adiknya Rachel. Seandainya Rachel masih hidup, pasti adiknya itu yang akan mengurus semua persiapan pernikahannya.


Nick selalu saja mencuri pandang pada Triana. Terlihat sekali jika dia sangat mencintai wanita itu.


...Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...

__ADS_1


...dengan kata yang tak sempat diucapkan...


...kayu kepada api yang menjadikannya abu....


...Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,...


...dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada....


...– Sapardi Djoko Damono...


Di sudut lain tampak Rangga memeluk Cinta. Mereka ikut bahagia menyaksikan kedua orang itu bersatu. Dalam hatinya Rangga, dia bersyukur karena Allah masih memberinya kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan dengan Cinta.


Memaafkan seseorang tidak akan pernah mendatangkan kerugian. Jadi jangan ragu untuk memberikan siapa saja kesempatan kedua, ketiga, dan siapa tahu kau justru menemukan kebahagianmu di sana. Hidup selalu memberimu kesempatan kedua, bersyukurlah untuk hari ini dan lakukan yang terbaik untuk hari esok. Tiada kebodohan dalam pemberian kesempatan kedua karena dengan begitu akan tertampak isi hati yang sesungguhnya. Apakah dirinya ingin benar-benar berubah atau tidak.


...----------------...


End

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel mama. Cerita Cinta dan Rangga berakhir sudah. Jangan lupa selalu dukung mama untuk novel-novel selanjutnya. Lope-lope sekebon untuk semuanya. 😍😍😍


__ADS_2