CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Bab 48. Periksa Kandungan


__ADS_3

Hari itu adalah hari yang dinanti-nanti oleh pasangan suami istri, Rangga dan Cinta. Mereka akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungan sebagai persiapan untuk melahirkan anak pertama mereka. Sudah beberapa minggu mereka merencanakan segala sesuatunya, termasuk nama bayi laki-laki yang akan lahir.


Cinta pamit pada Triana, sahabatnya yang telah hampir satu bulan membantunya di rumah.


"Tri, aku dan Mas Rangga mau ke dokter. Kamu nanti bisa pesan makanan saja. Jangan masak buat makan siang. Mungkin kami akan makan di luar," ucap Cinta dan memberikan uang buat Triana memesan makanan.


"Tidak perlu, Cinta. Aku bisa masak buat makan aku sendiri. Kamu ini, seperti tidak kenal aku saja. Nasi campur garam aja, sudah enak bagiku. Di kulkas juga banyak makanan. Kenapa harus pesan?" Triana menolak uang pemberian Cinta.


Gaji yang dia terima dari Rangga sudah lebih dari cukup. Dia juga hanya membantu memasak. Membersihkan rumah sudah ada bibi yang kerjakan.


"Ambil saja, Tri. Itu rezekimu," ujar Rangga. Cinta tersenyum mendengar ucapan Rangga yang mendukungnya. Dia kembali memaksa Triana menerimanya.


"Terserah untuk apa kamu gunakan. Yang jelas, ini untukmu," ucap Cinta.


"Aku tidak tahu harus berkata apa, kalian berdua sangat baik. Aku hanya dapat membalas dengan doa, semoga Tuhan selalu melimpahkan karunia-Nya untuk kalian berdua," doa tulus Triana.


Uang gajinya kemarin, sepenuhnya dikirim buat keluarga. Uang saku dari Cinta sudah cukup untuk kebutuhan Triana. Cinta dan Rangga lalu pamit.

__ADS_1


Rangga bangga dengan keputusannya untuk menemani istri ke dokter. Dia tahu bahwa selama masa kehamilan, istri sering merasa takut dan khawatir. Begitu juga halnya pada saat ini. Karena itulah, pria itu memutuskan untuk menggunakan seluruh waktu luangnya dari pekerjaan untuk bersama-sama pergi ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit, mereka langsung memasuki ruangan yang sudah ditentukan. Rangga membantu istri duduk dan membantu menjaga keadaan istri tetap tenang selama pemeriksaan berlangsung. Seorang perawat datang dan mempersilakan mereka ke dalam.


"Selamat datang Bu Cinta dan Pak Rangga. Bisa tolong memberikan kartu identitas!" ucap Dokter yang kandungan Cinta itu.


Rangga dan Cinta memberikan kartu identitas mereka kepada perawat yang memeriksa dan menyimpannya di dalam sistem.


"Baiklah, berikut ini ada beberapa pertanyaan yang harus Ibu jawab," ujar Dokter itu lagi


Dokter mulai bertanya tentang kesehatan Cinta selama kehamilan, termasuk riwayat kesehatan keluarga, masalah kesehatan yang mungkin terjadi selama kehamilan, serta riwayat operasi atau prosedur lainnya. Rangga memperhatikan dengan seksama setiap pertanyaan dan menjawab dengan cepat ketika mendengar istri kurang gesit dalam menjawab.


Setelah mendengar detak jantung bayinya, Cinta menjadi sangat bahagia dan Rangga merasa lega mendengarnya. Dokter kemudian memeriksa kondisi rahim Cinta dan membahas masalah ketuban yang terkali. Semua yang terungkap membuat Cinta dan Rangga senang karena pemeriksaan berjalan dengan baik.


"Semua tampak baik-baik saja, dan saya akan menulis semua yang telah saya periksa pada buku catatan medis Bu Cinta. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan dan segera hubungi kami jika ada masalah atau tanda-tanda serangan awal," ucap Dokter.


Pasangan itu meninggalkan ruangan itu dengan perasaan bahagia dan tenang. Rangga berusaha untuk membuat Cinta merasa lebih nyaman dengan memberikan beberapa barang-barang yang dibutuhkan bahkan sebelum istrinya meminta.

__ADS_1


"Sepertinya kita akan pergi ke restoran yang dipilih sebelumnya. Kamu senang?" tanya Rangga dengan mencubit hidung Cinta pelan.


"Tentu saja, Mas. Aku benar-benar lapar dan merasa senang sekali bahwa segalanya baik-baik saja," ucap Cinta dengan tersenyum semringah.


Rangga tersenyum dan membawa Cinta ke mobil yang sudah dia parkirkan di depan rumah sakit. Pria itu juga mengambil perlengkapan keperluan darurat di belakang mobil dan meninggalkan ruangan.


Di restoran, Rangga terus menunjukkan perhatian pada isterinya dan membantunya menentukan menu. Mereka memiliki perbincangan yang luar biasa mengenai masa depan dan rencana untuk membesarkan anak mereka nanti.


Setelah makan, mereka berjalan-jalan dan membeli beberapa mainan dan pakaian bayi yang lucu di mall sebelum akhirnya pulang ke rumah. Rangga terus mencoba membuat Cinta merasa tenang sebelum akhirnya perlahan-lahan memasukkan barang-barang yang telah mereka beli ke dalam kamar bayi.


Setelah mereka bersih-bersih dan menyiapkan segalanya untuk tidur, Rangga memeluk istri dan berkata, "Aku sangat, sangat mencintaimu dan aku merasa beruntung bisa melewati perjalanan dan kepahitan hidup ini bersamamu."


Cinta tersenyum dan menjawab, "Aku juga sangat mencintaimu, dan aku merasa beruntung karena kamu selalu ada di sampingku."


Mereka tertawa dan menuju tempat tidur. Rangga terus memeriksa keadaan istri dan membungkusnya dengan selimut. Pria itu tahu menjadi suami bucin bukanlah hal yang salah, namun memastikan bahwa istri selalu merasa tenang dan nyaman adalah hal penting bagi kelangsungan hidup keluarga bahagia mereka. Suami yang peduli pada istri memang layak dipuja, dan inilah yang berfungsi dalam kehidupan bijaksana.


Rangga selalu bersyukur karena dia masih bisa memperbaiki hubungannya dengan Cinta sebelum wanita itu benar-benar pergi jauh darinya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2