
Alarm di hape-ku berbunyi.Akupun beranjak dari tempat tidurku.Alarm menunjukkan jam lima tepat.Dengan mata yang masih setengah mengantuk,aku berjalan menuju ke kamar mandi.Tak lama kemudian, guyuran air dingin membasahi badanku dan menghanyutkan beban hatiku.Kuambil kemeja putih dan rok abu-abu ku.Setelah kupakai,kusisir rambutku dengan rapi.Aku memang suka berpenampilan rapi.Sangat berbeda dengan mayoritas teman-temanku.
Aku menatap cermin di sudut kamarku.Apakah aku memang cantik?Kenapa Satrio dan Hendra bisa menyukaiku?Bahkan Satrio yang notabene seorang artis, bisa-bisanya dia jatuh cinta sama aku.
Kemudian aku berjalan menuju lantai bawah sambil menggendong tas hitam di pundakku.Biasanya Tante Ayu sedang menikmati berita di TV sambil minum teh hangat."Larass!Kamu sudah siap?Ayo cepat sarapan.Sudah Tante siapkan!"
"Iya,Tante".Akupun menuju ke ruang makan.Aku menempati kursi yang biasa aku tempati.Rupanya Tante Ayu menyajikan ayam goreng kesukaanku.
"Laras,kamu ada PR?",Tante Ayu berkata sambil menyiapkan bekal makan siangku.
"Ada,Tan.Tapi sudah aku kerjakan",kataku sambil tersenyum.
Aku mencium tangan Tante Ayu,lalu bergegas menuju sekolah sambil mengendarai sepedaku.
---
Kusandarkan sepedaku di parkiran.Tiba-tiba pundakku di tepuk dari belakang."Hai,Ras,kamu sudah datang?",kata Dinda.
Aku menoleh dan mengangguk.
"Ras,aku ada kabar baik untukmu",kata Dinda.
"Apa,Din?",tanyaku penasaran.
"Kamu kan pernah nyuruh aku nyariin kamu lowongan kerjaan.Nah ini kebetulan ada".
"Oh,dimana?"
"Di Rumah Sakit Anshar Medika"
"Hahhh? Di Rumah Sakit?Aku kerja apaan?"
"Loh?Kok kamu bilang gitu?"
"Yah,habisnya aku bukan Dokter atau Suster, kan?"
"Hahahaha!".Tawa Dinda berderai.Sampai air liurnya muncrat mengenai wajahku.
Aku mengelap mukaku dengan tanganku."Ihhh,Dinda jorokkkkk!",aku mendengus kesal.
"Habisnya kamu lucu.Yang kerja di Rumah Sakit,kan,bukan hanya Dokter dan Suster.Ada juga apoteker,bagian administrasi,OB,dan lainnya"
"Terus aku jadi OB gitu?"
"Kamu mau jadi OB?"
"Mau,lah.Yang penting halal dan cuan.Semua pekerjaan aku sikat!"
"Bagus..Bagus..Aku suka semangatmu.Tapi ini nggak jadi OB,kok!"
"Terus jadi apa?"
__ADS_1
"Nanti kamu kerja di kafe.Kafe herbal".
"Oh,,aku mau...Aku mau!"
"Kalau kamu mau besok temui Bu Amel di UAM?"
"UAM? Apalagi itu?"
"Universitas Anshar Medika.Bu Amel ada di situ.Dia yang bertanggung jawab untuk kafe herbal".
"Oh,oke.. Terimakasih,ya,infonya?"
"Ngomong-ngomong kamu kok nyari kerja tambahan lagi untuk apa, Ras?"
"Untuk biaya study tour ke Bali,Din!"
"Loh,kan kita sepakat mau patungan,Ras,buat ngebayarin kamu"
"Nggak,aku mau bayar sendiri.Aku nggak mau ngrepotin kalian".
"Ta..Tapi.."
Aku merangkul Dinda."Udah,nggak papa kok!Aku hargai kebaikan kalian.Tapi biarkan aku berusaha juga",kataku sambil mengulas senyuman di bibirku.
"Ada apa,nih!Kok kayaknya seru banget!",Alfisa tiba-tiba nongol entah darimana.
"Eh,Al!Kamu ini kayak hantu aja.Tiba-tiba muncul!"
"Hahhh!Kamu ada-ada aja!",ujar Dinda.
"Serius kalian pada ngomongin apa?"
"Ini,nih.Aku ngasih lowongan ke Laras!"
"Oh,lowongan,to?"
TEEEEEETTT!
Bel berbunyi.Pertanda akubharus segera masuk ke kelas.Kamipun berlarian menuju ke kelas dengan tertawa riang...
"Wah anak yatim-piatu udah datang,nih.Hari ini mau kita apain lagi ya,guys?"Biar anak yatim-piatu ini bisa keluar dari sekolah kita!",kata Ani lantang yang membuat Ani dan aku menjadi pusat perhatian.Hal ini sudah biasa bagiku.Dulu aku akrab sama Ani.Tapi sejak Satrio mendekatiku,dia jadi berubah jahat kepadaku.Mungkin dia adalah salah seorang fans-nya Satrio.
PLAKKKK!
Ani langsung menamparku."Hehhh,anak yatim-piatu kayak kamu nggak pantes sekolah di sini.Belum lagi,kata Jojo kamu kan yang membunuh orang tuamu sendiri!"
Aku menangis mendapat perlakuan seperti itu.
Dinda memelukku."Kamu nggak papa,Ras?".
Aku tak bisa menjawab.Karena hanya suara tangisan yang bisa keluar dari mulutku.
__ADS_1
"Hehhhh, bisa-bisanya kamu nampar Laras di sekolah kayak gini?Aku adukan ke guru nanti kamu,ya!Lagian kalau beneran Laras itu pembunuh.Udah dipenjara dia kalee!Mikir,dong!",hardik Dinda.
"Ya,b*******!!!Kalau berani,sini hadapin aku!",bentak Alfisa.Rupanya Alfisa nggak terima juga aku diginiin.
"Udah,An,balik duduk aja.Nanti kamu bermasalah,lo!Selain itu,kamu nggak akan menang lawan Alfisa.Dia kan ikut silat!",ujar Mira sambil menarik lengan Ani.Mira adalah bestie-nya Ani.Mereka langsung pergi meninggalkanku yang sedang menangis.
"Kali ini aku lepasin kamu,ya!Lain kali kalau kamu sendirian aku habisin kamu,Ras!",teriak Ani.
"Ani, sudah!Hentikan!Ayo kita duduk!",ujar Mira lagi sambil menarik lengan Ani.
Dinda menghapus air mataku dan mencoba menenangkan ku.Sementara semua orang hanya menonton saja.Bagiku,semua orang di kelas ini sama saja.Semua orang di sini munafik dan bermuka dua.Waktu mau pinjem PR dan minta contekan aja,mereka sok baik.Tapi waktu aku ada masalah,nggak ada satupun yang mau menolong.
Sesampainya di meja,aku langsung duduk di tempat dudukku.Di mejaku terdapat banyak coretan-coretan.'ANAK YATIM-PIATU GAK PANTES SEKOLAH DI SINI,DASAR ANAK MISKIN GAK GUNA',dan banyak lagi tulisan-tulisan yang merendahkanku.
"Siapa juga yang nulis ini,sih? Keterlaluan banget!",ujar Dinda.
"Udah,Din.Nggak papa!Nanti pas istirahat aku bersihin!"
"Oke,nanti aku bantuin,ya?"
Aku mengangguk.
"Aku juga,ya?",kata Alfisa.
"Iya,boleh.Sayangku yang paling cantik sedunia!",ujarku sambil mencubit pipi Alfisa.Kulit pipinya yang putih,memerah ketika aku cubit.
"Ih,,kok aku dicubit?",protes Alfisa.
"Habis aku gemes lihat kamu.Haha!"
"Ihh,Laras jahattt!"
Kemudian Alfisa menggelitiki ketiakku.
Kemudian kita tertawa bersama.Aku beruntung teman-teman yang baik kepadaku.Aku bayangkan kalau aku nggak ada mereka.Mungkin saat ini aku sudah terpuruk.
"Ayooo!! Semuanya tenang!Kita mulai belajar,ya!Buka buku kalian di Bab dua",ujar Pak Charles.
"Iya,Pakkk!",jawab kami hampir serempak.
--
TEEETTTT!!!
Bel istirahat berbunyi.Seperti biasa murid-murid berhamburan menuju ke kantin.Di kantin aku duduk dengan Dinda dan Alfisa.
Dinda dan Alfisa memakan bakso.Sedangakan aku memakan bekal yang telah disiapkan Tante Ayu tadi.
BRAAAAKKK!
Ani menggebrak mejaku sampai-sampai bekalku jatuh berhamburan di lantai.Langsung saja semua perhatian penghuni kantin tertuju pada kami.
__ADS_1