
Seminggu telah berlalu sejak acara aqiqahnya Adiba. Nick jadi makin sering main ke rumah Cinta. Terkadang dengan alasan ingin melihat baby atau hanya untuk mengantar makanan buatan mama.
Nick merasa gugup saat menghubungi Triana, gebetannya, untuk membuat rencana untuk pergi jalan. Mereka sudah pernah pergi bareng, tetapi Nick masih merasa malu dan canggung di sekitarnya. Akhirnya, setelah berpikir dan mencari keberanian, Nick mengirim pesan pendek pada Triana dan menawarkan ide untuk pergi jalan-jalan di kota.
"Hey Triana, apa kabar? Ada yang menarik yang sedang kamu lakukan akhir-akhir ini?" Nick bertanya.
"Hey Bang Nick, seperti yang abang tahu, kerjaku hanya membantu Cinta menjaga putrinya. Ada yang ingin kamu bicarakan?" Triana balik bertanya.
Nick mengambil napas dalam-dalam sebelum mengetikkan jawabannya. "Aku memiliki ide untuk pergi ke kota dan menjelajahi tempat-tempat baru. Apakah kamu ingin bergabung denganku?"
Triana menanggapi dengan cepat. "Tentu saja, Bang. Jika Cinta mengizinkan. Kapan rencananya kita bisa pergi?" tanya Triana
Nick merasa lega, tetapi masih agak gugup. "Bagus! Bagaimana jika kita pergi besok? Aku akan jemput kamu di rumah, sekaligus mau pinjam kamu untuk di bawa jalan," jawab Rangga dengan tertawa pelan.
Triana tersenyum sambil membalas pesan. "Memangnya aku barang, harus dipinjam. Besok perginya? Terdengar bagus juga. Nanti akan aku katakan pada Cinta dan Mas Rangga," ucap Triana.
Setelah cukup lama saling chat akhirnya mereka mengakhiri juga. Triana tampak tersenyum saat mengirim chat terakhir.
__ADS_1
Keesokan harinya setelah meminta izin pada Rangga, akhirnya Triana pergi berdua Nick.
Mereka akhirnya memutuskan untuk mengunjungi beberapa restoran baru di kota. Nick telah lama menunggu akan mengajak Triana seharian ini.
"Oh, kamu kelihatan cantik sekali hari ini," kata Nick sambil tersenyum saat menyetir.
Triana membalas senyumnya. "Terima kasih, Bang, kamu juga kelihatan ganteng."
Nick kaget saat mendengar ucapan balasan dari Triana. Dia mengira wanita itu pemalu. Ternyata setelah makin dekat, dia baru tahu jika Triana orangnya tidak pemalu seperti dugaannya. Dia lebih berani dari Cinta.
Mereka terus berbicara selama perjalanan menuju kota, mencari tahu apa yang akan mereka lakukan kemudian. Nick menyebutkan restoran indah yang terkenal dengan makanan laut yang khas dan kebersihan yang terjamin di tambah pemandangan sekitar restoran yang sangat bagus.
"Kamu tahu, aku merasa sangat menyenangkan bersamamu, Bang Nick," ujar Triana dengan senyum lembut.
Nick tersenyum malu-malu. "Aku juga merasa sama, Triana."
"Tentu saja, akan menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama-sama lebih banyak," Triana menambahkan.
__ADS_1
Nick merasa hatinya berdebar-debar. "Aku berharap kamu juga merasa sama."
Triana tersenyum sambil menjawab. "Tentu saja saya merasa sama, Bang Nick."
Mereka menyelesaikan malam dengan berjalan-jalan di sekitar kota yang indah. Nick merasa begitu terkesan dengan Triana dan memutuskan untuk mengucapkan hal terakhir yang terpenting sebelum pulang.
"Triana, kamu tahu, ini mungkin terdengar klasik dan cheesy, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menyukai kamu. Dan aku berharap kamu memiliki perasaan yang sama denganku."
Triana tersenyum bahagia dan sedikit malu. "Oh Bang Nick, apa ini tidak terlalu cepat mengungkapkan perasaan, Abang. Apa Abang tidak akan menyesal nantinya?" tanya Triana.
"Aku yakin dengan perasaanku!" ucap Nick tegas.
"Bagaimana jika kita saling mengenal pribadi dulu, Bang. Pernikahan itu seumur hidup. Aku mau hanya sekali menikah. Kita jalani saja dulu," ucap Triana.
Akhirnya mereka sepakat untuk menjalani saja dulu, sambil mengenal pribadi masing-masing. Tidak lupa Triana mengakui perasaannya. Dia tidak ingin menipu dirinya jika dia juga menyukai Nick.
Mereka berkendara pulang dan menutup perjalanan tersebut dengan lebih dari sekedar perjalanan ke kota. Nick telah mengungkapkan perasaannya, dan dia merasa gugup dan senang karena Triana juga merasa sama. Mereka tahu bahwa ini bukan akhir dari perjalanan mereka, tetapi awal dari yang lebih besar dan lebih indah.
__ADS_1
Nick berjanji akan melakukan apa pun agar Triana mau melangkah lebih serius. Baginya tidak ada untungnya jalan bareng lama, lebih baik langsung menikah jika telah yakin dengan pilihan. Nick yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain ibu dan adiknya Rachel merasa sangat takut jika Triana tidak bisa menerimanya. Begitu juga dengan Triana.
...----------------...