
Nick berjalan dengan langkah pasti memasuki sebuah restoran. Dari kejauhan dia melihat seorang wanita yang telah janjian dengannya. Nick tersenyum begitu sampai dihadapan wanita itu.
Arimbi berdiri dan ingin memeluk Nick, tapi pria itu mengelak dengan memundurkan tubuhnya. Dia langsung duduk di seberang meja wanita itu.
"Apa kabar Nick, kenapa kamu seperti menghindari aku? Sebulan ini aku menunggu kabar darimu. Namun, tidak ada jawaban. Apa salahku, Nick?" tanya Arimbi dengan suara bergetar.
Nick tampak tersenyum miring menanggapi ucapan Arimbi. Dia telah muak dengan wanita di depannya saat ini.
"Katakan saja dengan jujur, apakah kamu yang meminta orang untuk memperkosa adikku!" bentak Nick.
"Kamu bicara apa Nick? Siapa adikmu? Aku tidak mengenalnya!" ucap Arimbi. Dia menjadi takut melihat wajah Nick yang menegang dan menatapnya tajam. Tampak sekali jika pria itu menahan amarahnya.
"Adikku bernama Rachel, kekasihnya Rafael!" ucap Nick. Wajah Arimbi tampak pucat saat Nick mengatakan siapa yang dia maksud.
"Kamu tidak bisa menuduhku begitu. Aku tidak pernah meminta seseorang untuk memperkosa adikku. Itu semua atas kemauan mereka," ucap Arimbi.
"Aku tahu kau yang meminta seseorang untuk mencelakai adikku," ujar Nick dengan emosi.
"Aku bersumpah tidak ada meminta orang untuk mencelakai adikmu!" ucap Arimbi tegas.
"Kita bisa temui penjahat yang telah membunuh adikmu itu. Bagaimana aku berpikir untuk melukai sedangkan aku sedang mabuk!" ujar Arimbi.
__ADS_1
Nick memang tidak memiliki bukti keterlibatan Arimbi akan pembunuhan adiknya, tapi dia memiliki bukti kejahatan Arimbi yang lainnya.
"Bagaimana dengan kecelakaan yang dialami Rangga. Apa kau juga mengelak jika itu perbuatanmu?" tanya Nick.
Arimbi hanya diam tidak menjawab. Dalam hatinya bertanya ada hubungan apa antara Nick dan Rangga? Apa mereka telah kenal lama? Berarti sejak Rafael pacaran dengan Rachel? Pikir Arimbi.
Nick semakin merasa dekat dengan kebenaran. Dia telah menyelidiki jika Arimbi yang meminta seseorang untuk menabrak mobil Rangga.
“Kau tahu, aku tidak akan berhenti sampai kau mengakui perbuatanmu,” ucap Nick sambil duduk di hadapan wanita itu yang sedang duduk di sofa.
“I-aku tidak melakukan apa-apa,” jawab Arimbi dengan tatapan yang penuh ketakutan.
“Tidak-tidak, aku tidak merencanakan itu. Aku tidak tahu apa-apa,” jawab Arimbi lagi dengan gugup.
“Apa kau tahu betapa banyak kerugian yang Rangga derita? Dia kehilangan mobil, hampir kehilangan nyawa juga, dan sekarang dia harus cacat. Semuanya karena perbuatanmu. Jadi, apa yang kau inginkan sebenarnya?” tanya Nick dengan suara keras.
Arimbi terlihat merasa tidak nyaman dan terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Nick tahu dia harus menemukan cara yang tepat untuk membuatnya mengaku.
“Bagaimana saya bisa membuktikan bahwa saya tidak melakukan apa-apa?” tanya Arimbi dengan nada penuh ke tidak percayaan.
“Aku tidak tahu. Mungkin kau bisa memberitahuku siapa yang kau suruh menabrak mobil Rangga. Kau tahu siapa itu, dan aku tahu kau tahu,” ujar Nick dengan tegas.
__ADS_1
Wanita itu terlihat ragu dan tidak mau memberitahu siapa pelaku sebenarnya. Nick bisa merasakan ketakutan dalam dirinya dan dia merasa sedikit menyesal karena merangsek wanita itu dengan begitu keras. Tapi dia tidak bisa mundur sekarang, dia harus mendapatkan jawaban.
“Kau harus mengaku, jika tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi. Aku tidak tahu apa yang bisa terjadi padamu jika aku tidak mendapatkan kebenaran dari dirimu,” ujar Nick dengan nada dingin dan tegas.
Wanita itu terlihat semakin gelisah dan panik. Arimbi tahu dia harus mengaku pada Nick, jika tidak dia takut akan dihukum lebih berat lagi.
“Aku akan mengaku, aku akan memberitahumu semuanya,” ujar Arimbi sambil menangis.
Nick merasa dia mendapatkan kemenangan kecil dan akhirnya dia mendapatkan jawaban yang dia inginkan dari wanita itu. Dia tahu masih ada banyak kerja keras yang harus dilakukan, tapi dia yakin dia bisa menyelesaikan semua ini.
“Baiklah, ceritakan padaku semuanya. Jangan lupa ada konsekuensi dari perbuatanmu,” Nick dengan nada serius.
Wanita itu kemudian memberitahu Nick tentang semuanya. Dia menyuruh seseorang untuk menabrak mobil Rangga karena dia tidak suka dengan hubungan Rangga dan Cinta yang tampak mulai membaik. Nick merasa tidak terkejut dengan pengakuan itu, tapi dia juga merasa lega karena dia akhirnya memiliki bukti yang cukup untuk membawanya ke pengadilan.
Akhirnya, setelah percakapan yang panjang dan melelahkan, Nick pun akhirnya bisa mengakhiri intimidasi terhadap Arimbi. Tanpa wanita itu tahu Nick telah melaporkan perbuatan jahat itu ke polisi. Saat ini polisi telah mengepung tempat mereka berada.
"Maaf Arimbi, kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu," ucap Nick. Dia lalu memberikan kode pada seseorang sehingga masuk tiga orang polisi menghampiri meja mereka. Arimbi menatap tidak percaya dengan apa yang Nick lakukan.
"Kau menjebakku?" tanya Arimbi. Dia tidak mungkin bisa melarikan diri lagi. Dengan pasrah Arimbi menerima tangannya di borgol polisi.
...----------------...
__ADS_1