
Kala yang terlihat membawa Senja ke parkiran masih menggenggam tangan Senja.
" Bisa lepasin tangan aku nggak? " tanya Senja dengan mencoba melepaskan tautan tangan mereka.
Dengan cepat Kala melepas tangannya dari tangan Senja.
" Siapa juga mau pegang tangan kamu, aku terpaksa." kilah Kala.
" Hemm... yakin, dari tadi bahkan kamu nggak lepasin tangan aku." ucap Senja dengan memicingkan matanya
" Geer, kalau tangan kamu nggak di pegang dan aku pastikan kita terpisah, kamu itu lelet jalannya." ujar Kala
" Bukan aku yang lelet, tapi.. kamu cepet banget langkahnya." protes Senja
" Hehh.. sejak kapan kamu protes jalan ku?" kata Kala menatap sebal dengan Senja.
" Dari dulu.. iya dari dulu, kamu kan selalu maksa.
Memang nggak inget, siapa yang narik aku dari kantin ke dekat toilet kantin, kamu kan,terus siapa yang maksa aku buat selalu nuruti ucapan kamu, tentu kamu.Jangan lupa,kalau kamu tetap jadi Mr Pemaksa." ucap Senja dengan wajah yang kesal.
" Itu karena kamu yang selalu memancingku berbuat seperti itu padamu Senja." balas Kala tak mau kalah.
" Karena aku, kenapa cuma padaku? " tanya Senja dengan menatap tajam sosok pria yang ada di hadapannya.
" Kerena... sudahlah, kamu nggak akan ngerti.Cepat naik sebentar lagi magrib." ucap Kala yang langsung masuk ke dalam mobilnya.
" Selalu saja begitu.. " gerutu Senja menyusul Kala masuk dalam mobil di samping kemudi.
Mobil sport Kala pun meninggalkan parkiran di bagian basemant Mall dan menuju rumah besar Keluarga Bahtiar.
"Kamu terlihat lebih nyaman dengan nya Senja, walaupun terlihat kasar dia selalu menatap penuh cinta padamu, dan kamu selalu bersikap apa adanya, bukan sebagai orang yang terlihat sempurna, tapi.. sisi yang lain dari dirimu yang buat kamu terlihat lebih jujur dengan persaanmu, dan semua itu kamu sembunyikan dari ku."gumam pria yang sedari tadi melihat interaksi Kala dan Senja saat masih ada di dalam Mall.
Pria itu tersadar dengan lamunannya saat melihat ponselnya yang berbunyi.
" Assalamualaikum bun"
" Wa'alaikum salam,kamu dimana Al? "
" Ali sedang ada di jalan bun, apa ada yang penting bun? "
__ADS_1
" Bunda lagi di rumah kamu, istri kamu khawatirkan keadaan kamu, soalnya kata Viana kamu nggak ada kabar mau lembur atau tidak."
" Ali akan pulang bun, mana ada lembur di klinik tempat Ali kerja,kalaupun ada mungkin Ali nggak akan praktek di Klinik sekarang."
" Ya sudah, kamu pulang tapi.. hati-hati yaa.."
" Iya bun, Ali tutup yaa.. Assalamualaikum."
" Wa'alaikum salam. "
Sambungan telpon terputus dan Ali mulai melajukan mobilnya meninggalkan Mall.
Orang yang tadi sempat mengikuti Senja dan Kala adalah Ali, karena dia gak sengaja melihat Senja keluar dari Caffe yang Kala dan Senja adakan Meeting. Karena penasaran, apalagi melihat Senja yang awalnya jalan beriringan dengan Kala, tiba-tiba tangan Senja di genggam dan walaupun Senja berusaha untuk melepasnya,tak tahu apa yang Kala lakukan Senja dengan pasrah menurutinya.
Ali memang tak habis pikir kenapa Senja dengan mudah menuruti kemauan Kala, padahal selama berhubungan dengan Senja dia tak mau bersentuhan langsung dengan Ali,kalaupun berlan pun Senja sebatas memegang lengan Ali yang masih terlapisi baju.
Sangat berbeda dengan apa yang dia lihat saat tadi di Mall.
Beberapa hari kemudian, hari yang paling ditunggu keluarga Bahtiar .Acara pernikahan Kala dan Senja.
Senja dengan balutan kebaya warna silver dengan bordiran yang dan payet yang terlihat sederhana namun elegant ,hijab segi empat dengan warna senada. Riasan yang terlihat natural dan cantik,walaupun Senja tak make up pun masih terlihat cantik dan manis.
" Saudara Kalandra siap? " tanya Penghulu yang ada di depannya.
" Siap." jawab Kala
" Perlu latihan? " Tanya Penghulu meyakinkan
" Tidak Insyaallah saya siap." ucap Kala mantap.
Sedang di bagian lain ruangan Senja di dampingi Mama Diana, Mami Lidya, Umi Salamah, Sita, Indah dan beberapa kerabat dari keluarga Bahtiar.Mereka di pisahkan dengan mempelai pria sebelum sah menjadi suami istri. Senja merasakan hatinya mendadak nyeri dan dadanya bergemuruh, ingin rasanya dia menangis karena mengingat sang abah,Umi Salamah pun memberikan kekuatan pada putrinya yang sedari tadi menggenggam tangan sang putri.
Kembali ke tempat ijab qobul, Kala menjabat tangan sang penghulu.
" Ananda Kalandra Satya Bahtiar bin Farhan Bahtiar saya nikahkan dan saya kawinkan engakau dengan Senja Utami binti alm.Ismail Yusuf yang walinya di limpahkan pada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat, uang sebesar 2jt Dollar, emas batangan seberat 100kg di bayar tunai."
" Saya Terima nikah dan kawinnya Senja Utami binti Alm Ismail Yusuf dengan mas kawinnya tersebut di bayar tunai."
" Bagaimana saksi SAH?
__ADS_1
" SAH"
" SAH"
Mendengar kata sah dari Yudi dan Papi Martin semua bernafas lega, Senja langsung memeluk sang Umi.
" Selamat sayang, pasti Abah senang lihat anaknya sudah menikah, ibu sama bapak kamu pun pasti bahagia.
Senja pun tak dapat membendung air matanya yang mulai jatuh, mengingat perjuangan sang Umi yang sendirian membesarkannya setelah suaminya meninggal, sementara Orang tua kandungnya pun sudah tiada. Senja yang terlahir dari pasangan Rini dan Ismail Yusuf .
Orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan, karena tak ada sanak saudara lain pun Senja kecil di titipkan di panti asuhan sampai Salamah dan Lukman menemukannya jatuh cinta dengan Senja kecil dan mengangkat nya menjadi seorang anak, walaupun sebelumnya mereka sudah punya banyak menampung anak jalanan di dekat rumah mereka, dan merawat Indah yang merupakan keponakan dari Lukman suami Salamah yang sudah Yatim piatu juga.
Setelah sekian lama berdoa setelah ijab qobul,akhirnya Kala melangkah ke ruang dimana Senja berada di apit oleh Mama nya juga sang Umi.
" Assalamualaikum." ucap Kala duduk di depan Senja.
" Wa'alaikum salam " jawab Senja dengan masih terus menundukan wajahnya.
" Lihat suami mu nak. " bisik sang Umi.
Dengan ragu Senja dia memberanikan dirinya menatap Kala yang sekarang menjadi suaminya.
Keduanya terpaku, tak sadar saling mengagumi tampilan yang berbeda dengan biasanya mereka bertemu, Senja yang tak pernah make up berlebih dan Kala yang terlihat mancarkan aura yang berbeda.
" Cantik.. dari dulu memang cantik. " batin Kala melihat Senja.
" Mr Pemaksa benarkah dia sekarang di depanku ini dia,beda sekali." batin Senja.
" Apa kalian masih mau salaing tatap-tatapan gitu, perutku sudah lapar nih.. " celetuk Marvin membuyarkan lamunan sepasang pengantin baru itu
Sementara yang lain nya, mereka tertawa mendengar ledekan Marvin.
" Ayo nak, pakaikan cincin kawin ini ke suami kamu." ucap Umi Salamah menyodorkan sebuah kotak bludru pada Senja.
Senja dengan cepat memasangkan Cincim pada jari manis Kala dan tak beda dengan Kala yang sama halnya dengan Senja dia memakaikan cincin kawin mereka ke jari manis Senja. Setelahnya Kala membaca doa setelah menikah .Tangan kanannya dia letakkan diatas ubun-ubun Senja dan setelahnya Senja mencium tangan suaminya dan Kala mencium sang istri.
Getaran di hati kedua insan yang di ikat dengan sebuah pernikahan. Perasaan bahagia menular pada semua keluarga yang menghadiri acara pernikahan tertutup itu.
Dua hari sebelumnya keluarga Bahtiar dengan langsung menemui Umi Salamah dan keluarga untuk meminta ijin Kala menikahi Senja. Entah mengapa Umi Salamah terlihat bahagia menerima pinangan dari Kala.Waktu Ali melamar Senja pun Umi bahagia namun, berbeda rasanya.
__ADS_1
Bersambung.