
Maafkan aku..,mas janji apapun caranya akan bawa kamu pulang ke rumah yang seharusnya kamu tinggal.Siapa dua anak kecil itu,apa dia anak angkatnya atau anak kita ..kalau mereka anak kita ,aku sangat merasa berdosa menelantarkan kalian nak..." gumam Kala
Tekad Kala saat ini menyelesaikan pekerjaan nya dan akan memperjuangkan dan mengejar cinta istrinya Senja.
Kala dalam ruang kerjanya sangat fokus tentang masalah yang sedang terjadi.
Tok tok tok
" Masuk." ucap Kala mendengar pintu ruangannya di ketuk seseorang.
"Mereka Mr Kala ..saya kesini untuk memberikan makan siang untuk makan siang Mr Kala dan Marvin." ucap Maria sekretaris Mr Julian.
" Owhhh.. thank's ,kamu pesan dari mana catering itu?" tanya Kala dengan mengorek informasi dari Maria.
" Mr Julian memesan pada karyawati bagian keuntungan dia berasal dari Indonesia." ucap Maria
" Sudah berapa lama dia kerja disini?" tanya Kala berlanjut.
" Kurang lebih tiga tahun , sebentar lagi dia juga akan membuka usaha kedai makanan Indonesia yang dekat dengan tempat tinggal nya." ungkap Maria
" Kotak makan nya punya dia ?" tanya Kala
" Iya tuan ,itu kotak makan milik nona Senja..iya..namanya Senja dia bekerja di bagian keuangan." ucap Maria.
" Oke, terima kasih Maria .Kamu boleh makan siang sekarang." ucap Kala
Walaupun sedikit janggal akan pertanyaan sang big boss Maria tak mungkin menanyakannya apalagi berbagai spekulasi tentang jalan jauh.Karena bossnya baru kemarin datang dan Senja pun belum pernah bertemu dengan sosok big boss nya.
Kala memandang kotak nasi yang ada di atas mejanya dan tersenyum smirk .
" Lidahku selalu ingat akan rasa masakan yang kamu buat Sen,aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi ." gumam Kala
Hari ini sangatlah melelahkan bagi Kala,dan Marvin .mereka berjuang untuk mendapatkan semua bukti kecurangan dari seseorang yang selama ini menyusahkan nya.
"Mr Julian,besok kita akan ke WK Holding dan siapkan semua berkasnya,kita harus selamatkan apa yang masih tersisa dan mendepak pengkhianat disana." ucap Kala dengan nada dingin.
"Baik Mr Kala.Semua akan saya siapkan besok pagi semua berkas sudah ada di meja anda." ucap Julian dengan begitu hormat pada Kala.
__ADS_1
"Semua laporan yang ada di WK Holding akan di double cek devisi Keuangan." ucap Kala
"Baik Mr Kala." ucap Mr Julian .
" Marvin kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?" tanya Kala dengan senyum penuh arti.
Marvin pun mengangguk mengerti.Selama beberapa hari ini mereka ada di satu perusahaan yang sama dengan Senja namun,sengaja mereka menggunakan akses yang langsung menuju Ruangan Presdir.
Marvin saat ini ada di depan meja kerja Maria sekretaris Mr Julian.
"Maria ,tolong kamu infokan untuk devisi keuangan untuk besok siang setelah makan siang mereka meeting dengan Presdir untuk mengambil alih laporan dari WK Holding dan mengeceknya karena mulai besok pagi WK Holding akan sepenuhnya milik K'BAHTIAR Group." ucap Marvin
"Baik Mr Marvin,saya akan infokan pada bagian keuangan untuk apa yang Mr Marvin sampaikan pada saya." jawab Maria
Setelah memberikan. semua instruksi sesuai arahan dari Kala akhirnya Maria masuk ke ruangan Devisi keuangan
" Sore semua , sebelum kalian pulang saya ingin menyampaikan jika besok akan diadakan meeting untuk devisi keuangan dengan Presdir setelah makan siang.Ini mengenai WK Holding yang akan resmi dalam naungan K'Bahtiar Group seutuhnya,tolong kerja samanya." ucap Maria
"Baik Miss.." jawab semua yang ada di dalam ruangan itu.
Setelah Maria keluar dari ruangan Devisi keuangan ,para karyawan pun mulai bergerak pulang karena sudah menunjukkan jam 4sore.
"Dia mau kemana ?" gumam Kala
"Nggak tau juga gue." jawab Marvin yang mendengar gumaman sahabatnya.
"Gue nggak nanya Lo on.." ucap Kala dengan memandang wajah sahabatnya jengah.
" Dia berhenti bro." ucap Marvin
Mobil Senja terlihat berhenti dan masuk ke sebuah halaman rumah lumayan besar .
Senja terlihat buru-buru masuk ke rumah itu.
"Assalamualaikum." terdengar salam dari arah pintu rumah Viana
"Wa'alaikumsalam.. akhirnya kamu dateng juga." ucap Viana dengan menampakkan wajah cemas.
__ADS_1
"Kenapa sama Maira?" tanya Senja
"Tadi jatuh ,karena di dorong temannya.Dia belum kasih tahu aku gara-gara apa mereka bisa berantem gitu." ucap Viana
"Baby...are you okey?" tanya Senja pada putrinya yang tiduran tengkurap yang masih terlihat sesegukan.
"Bundaaaa...hiks hiks,mereka jahat ..." jerit Maira dan menghambur memeluk sang bunda.
"Sssttttt... tenang dulu sayang, kamu bisa cerita sama bunda..kamu kenapa bisa nangis begini .Siapa yang sakiti Princess bunda." ucap Senja membelai rambut panjang Maira.
Sebelum Maira menjawab terdengar langkah masuk ke dalam rumah dan ternyata Ali yang datang.
"Ada apa nih putri cantik nya ayah Ali.." ucap Ali yang merapatkan tubuh nya kearah istrinya.
"Mereka jahat ayah,mereka bilang kalau aku nggak punya Daddy..hiks hiks ."
Deg
Ucapan Maira tentu saja membuat hati Senja sakit.Tak pernah terpikirkan olehnya jika anaknya merasakan bullying seperti itu .Karena selama ini mereka baik-baik saja.
Sementara Arsen yang mendengar adiknya yang terkena bully hanya memejamkan matanya sejenak dan membukanya kembali ,dengan ekspresi wajah yang begitu dingin.
"Sudah yaa...Aren sama Amaira punya Daddy,percaya sama bunda Daddy pasti akan datang nak.." ucap Senja memenangkan hati putrinya.
"Bunda bohong,selalunya bunda ngomong gitu,kenapa Daddy selalu sibuk.. jangan-jangan seperti Daddy Caren kata nya daddy-nya nggak pulang-pulang terus waktu pulang bawa mama baru ,Maira nggak mau punya bunda baru ..nggak mau..hiks hiks.."
"Noo.. Daddy Maira nggak seperti itu nak,Daddy sayang sama Abang juga adek ." ucap Senja memeluk erat tubuh putrinya.
"Bunda nggak bohong kan?" tanya Maira dengan mata yang sembab dan masih sesegukan akibat terlalu lama menangis.
"Nggak bohong,tanya Ayah sama Ibu..bunda nggak bohong kan?" ucap Senja melemparkan pertanyaan pada kedua sahabatnya itu.
"I_iya bunda nggak bohong, percaya sama bunda ,Ayah juga ibu ..Daddy selalu sayang sama Abang sama adek." terang Ali mengusap kepala Maira
"Daddy sayang juga sama bunda kan yah.." tanya Maira
"Pastinya.." timpal Ali dengan segala kelupaannya karena nama Senja tak diikuti sertakan di jajaran orang yang disayangi Daddy si bocah
__ADS_1
Seandainya kalian tahu, Daddy kalian hanya menjadikan bunda kalian sebagai alat untuk sebuah tahta di dalam keluarga nya untuk menangguhkan posisinya jadi pemegang hak utama dari kerajaan bisnis keluarga nya. itulah yang kini terlintas dalam benak Senja.
Bersambung