
" Bang... maksud kamu apa kirim Ray ke korea,kamu ada rencana apa ?" tanya Sita tiba-tiba.
Kala dan Senja mendengar pertanyaan Sita sontak ingin tertawa,karena bisa di pastikan Sita khawatir dengan Rayyan yang pergi ke Korea.
"Simpen dulu pertanyaan kamu,aku mau mandi dulu gerah.. lagian ini sudah sore udah sholat belom kalian?" tanya Kala pada sepupu dan istrinya.
" Bunda udah dad..,tahu yang lagi galau." sindir Senja.
"Haisstt kalain..kalau mau mesra mesraan jangan di depan aku dong..!!" pekik Sita kesal dengan sepupunya yang tak lihat sikon nyosor kayak soang.
"Syirik..!!" jawab Kala dan merangkul istrinya untuk menuju kamar mereka.
Sedangkan Sita melihat keromantisan sepupunya juga sahabatnya, benar-benar membuat dirinya kesal karena juga Rayyan hanya mengirimkan chatt untuk pamit padanya untuk ke Korea.
"Mas,kamu sengaja nyuruh Ray buat ke Korea?"tanya Senja saat mereka sudah ada di kamar.
" Sebenarnya mas nggak ada niat buat nyuruh dia kesana sayang,cuma...Marvin ngusulin kalau Rayyan buat menghilang dulu dari Sita,biar sepupu ku yang Oneng itu sadar siapa sebenarnya yang ada di hatinya."jelas Kala dengan setia duduk di bawah dan bersandar di sofa setia memejamkan matanya merasakan pijatan dari tangan istrinya.
" Kak Marvin ngusulin kalau Ray ke Korea?"
" Nggak juga,habis Ray bingung mau menghindari Sita gimana,kan kita satu kantor.Makanya aku kasih pilihan mau cuti atau mau berangkat ke Korea. Sebenarnya di Korea pun dia hanya mewakili aku buat hadir di pesta graduate nya Chika sepupunya Mita istri dari Mr Jo."terang Kala.
" Tapi,emang kamu mengajukan kerja sama dengan Mulya Group?"tanya Senja.
"Iyaa... Alhamdulillah,semua lancar karena memang perusahaan kita dengan Mulya Group juga hubungan nya baik-baik saja.Semoga lancar ya..Bun,dan Jodi merasa kita pantas untuk jadi partner bisnis mereka."ucap Kala.
"Aamiin ."jawab Senja mengamini permohonan suaminya.
"Makasih yaa..kayaknya sku kecanduan sama pijatan kamu sayang.."ucap Kala
" Pijatannya soang nih?" goda Senja.
" Semuanya yang ada sama kamu aku sangat kecanduan sayang,gimana..baby nggak rewel kan?"tanya Kala
" Alhamdulillah,dia nggak rewel sama sekali..nggak kayak dulu Abang sama kakaknya waktu aku hamil mereka kalau ini dia lebih kalem."ucap Senja
"Ini putri..apa pangeran yaaa...?" tanya Kala dengan mengelus perut rata istrinya.
__ADS_1
" Apa aja ya..mas,yang penting anak kita sehat." ucap Senja
" Itu yang terpenting yang ..terima kasih sudah kasih aku kesempatan buat merubah semuanya buat lebih baik.kamu wanita hebat Bun.."ucap Kala.
" Daddy juga...makasih ngasih cinta dan kasih sayang yang besar buat aku juga anak-anak."jawab Senja dengan tatapan teduh dan mengelus rahang sang suami.
" Kamu menggoda ku sayang hemm..?"goda Kala.
" Siapa yang goda kamu GR..!!" elak Senja
"Ayolah sayang..aku kangen sama kamu,seharian di luar rasanya rindu berat sama kamu." ratu Kala
" Halah ...Gombal !!" seru Senja.
Kala memeluk Senja dan menciumi leher istrinya ,saat Senja mulai terpancing akan aksi Kala tiba-tiba ada suara pintu kamar mereka yang diketuk.
Tok tok tok
"Tuan Muda ,Non..makan malam sudah siap !!" ucap salah satu ART yang ada di rumah utama Keluarga Bahtiar.
"Iya Bii.. sebentar !!" teriak Kala dengan wajah sewot
Mau tidak mau mereka pun turun ke bawah untuk makan malam bersama.
"Bisa nggak sih, tepat waktu turunnya..laper tahu.." ucap Sita saat melihat sepupu dan sahabatnya baru bergabung dengannya.
"Heiii..kenapa kamu,kalau laper..makan lah,aneh Lo..!!" seru Kala melihat sepupunya yang sedang kesal padanya.
Senja hanya tersenyum tipis melihat sahabatnya yang lagi bad mood karena pastinya soal Rayyan dan Arga.
Drrrrrttt Drrrttt
📳 Ray Calling..
Getaran ponsel Kala yang ada di meja terlihat siapa yang melakukan panggilan dan ternyata Rayyan.
"Assalamualaikum Ray, gimana?" ucap Kala saat mengangkat panggilan telepon nya.
__ADS_1
Sita dan Senja saling pandang mendengar siapa yang melakukan panggilan pada Kala.
" Enak dong party Lo..sekalian juga cari-cari cewek yang sexy di sana... hahaha.." canda Kala dengan melirik sepupunya yang menatapnya dengan tajam.
"Owhhh..Chika emang cantik,tapi..cantikan istri gue lah..." ucap Kala dengan mengusap kepala Senja dengan lembut.
" Yahhh...nggak papa kalau Lo mau sama sepupunya Mita..hahaha..oke,good job bro..bye..!!" ucap Kala matikan panggilan telepon nya.
" KALANDRA KENAPA LO MATIIN TELPONNYA ,GUE MAU NGOMONG SAMA RAY...!!" teriak Sita yang sedari tadi memberikan kode untuk meminjam ponselnya karena dia ingin bicara pada Ray.
" Apaan sih,nggak usah teriak-teriak juga kali...hp Lo kan ada,tinggal telpon..nggak ada kuota..miskin bener Lo..!!" ejek Kala.
" Dia nggak hubungi gue dari dia chatt terakhir bilang mau pergi,gue telpon pun nggak aktif.Dan sekarang dia bisa telpon Lo..kenapa dia nggak bisa telpon gue... nyebelin banget..!!" ucap Sita geram dengan sepupu dan pacar nya itu.
Karena kesal Sita langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke dalam kamarnya.
Senja dan Kala saling pandang dan hanya bisa menghela nafas dalam.
.
.
Dalam kamarnya Sita merasa kesal dan frustasi karena tak bisa menghubungi Rayyan.
" Kenapa nggak bisa di hubungi sih,baru aja dia telpon Kala masak langsung Off hp.Apa dia mang sengaja hindari aku yah..aduhhh..kenapa sih kok aku bisa gini,biasanya dia pergi ke luar kota pun aku biasa aja ,tapi..kenapa sekarang dia pergi aku nggak tenang gini...mikir Sita..mikir..." ucap Sita pada diri nya sendiri.
Sita menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya dan berguling kesana kemari tak jelas.
"Mas gimana nih Sita belum makan malam lho.." ucap Senja saat dia dan Kala duduk di ruang keluarga.
" Biarlah..nanti juga kalau lapar keluar bisa makan sendiri tanpa kamu paksa sayang,dia sudah dewasa biar bisa pikir dewasa..jangan mentang-mentang dia di perjuangkan tapi,nggak mau menghargai perjuangan Ray selama ini.Soal Arga,sudah ada mata-mata yang mas kasih tugas buat buntutin dia,dan orang suruhan mas sudah pasang pelacak di ponsel Arga jadi kita bisa tahu apa yang akan Arga lakukan untuk mendapatkan Sita." terang Kala.
" Lah..sampai pasang pelacak kok bisa mas?" tanya Senja.
" Sayang...ini demi sepupuku juga sahabat ku,jadi aku nggak akan main-main buat bertindak." ungkap Kala
Senja tahu di balik sifat cuek suaminya dia sangat menyayangi sahabatnya sekaligus sepupu suaminya.
__ADS_1
Bersambung