
Maaf para readers semalem karena satu dan lain hal,mungkin baru ke up siang ini yang seharusnya di up semalam.Author pun nggak bisa berbuat apapun hanya menunggu..๐
.
.
.
.
Senja mengemudi mobil dengan kecepatan sedang, sementara di belakang dua bocah kembar itu saling berpelukan dengan erat.
Sedih pasti,karena baru saja mereka bertemu sang Daddy akhirnya mereka terpisahkan.
Lima belas menit mobil Senja masuk dalam halaman rumah sederhananya dan dengan cepat membuka pintu rumahnya.
"Arsen,Maira..!!" seru seseorang yang berjalan mendekati dimana Arsen dan Maira baru turun dari mobil.
"Daddy..!!" teriak keduanya menghambur memeluk sang Daddy.
Senja terkejut dengan kedatangan Kala dan kedua anaknya yang memeluk Kala dengan kerinduan.
"Stop..Arsen,Maira..masuk..!! bunda bilang masuk..!!"Bentak Senja
"Senja,kamu apa-apaan sih..bisa kan kamu bilang baik-baik sama mereka." ucap Arsen yang tak suka dengan sikap Senja yang membentak kedua anaknya sampai terlihat takut dengan kemarahan sang bunda.
" Aku ibu mereka,jadi saya tahu betul apa yang mereka harus lakukan." ucap Senja dengan nada tinggi
"Jangan lupa Senja ,mereka anak-anak ku juga.." ucap Kala tak mau kalah.
"Hahh..apa,anak..mereka anak-anak anda..jangan sok peduli dengan mereka,Arsen bawa Maira masuk.." ucap Senja
" Arsen,Maira masuk..biar Daddy yang bicara sama bunda." ucap Kala memberikan alasan untuk kedua anaknya .
Akhirnya dengan berat hati kedua bocah itu masuk ke dalam rumahnya .
__ADS_1
Sementara Senja dan Kala masih berdiri tak jauh dari mobil Senja berada.
"Senja kita perlu bicara." ucap Kala akhirnya.
"Bicara, seperti nya tidak ada yang perlu kita bicarakan.Buat apa susah-susah buat keributan disini.Sementara kamu sudah puas kan dengan segala pencapaian kamu selama ini,dan buat apa lagi kita bicara ..kamu pun sudah dapat yang kamu inginkan.Atau masih kurang ,kamu mau memanfaatkan anak saya demi apa lagi,harta kamu masih kurang.. dengar tuan Kalandra yang terhormat..anda sudah mencapai apa yang anda inginkan, setelah anda memanfaatkan saya demi kedudukan yang ada inginkan..jadi tolonggg..jangan jadikan anak saya sebagai alat anda untuk membuat anda mencapai keinginan anda berikutnya.Mereka masih kecil,dan saya mohon pergi lah dari sini,kembalilah ke asal anda.Mereka bahagia dengan apa yang mereka miliki.." ucap Senja panjang lebar dan berbalik ingin melangkah meninggalkan tempat itu.
"Maaf...!!" kata singkat namun,penuh arti berhasil membuat Senja menghentikan langkahnya.Rasa sakit di hatinya yang selama ini membuat sesak di dadanya kini tergores kembali saat mengingat nya.
Senja membalikkan tubuhnya menghadap Kala yang memandangnya dengan penuh penyesalan.
"Maafin aku,kamu sudah salah paham Senja.." ucap Kala dengan melangkahkan kakinya mendekati Senja.
"Stop,jangan coba-coba kamu menipuku lagi dengan kata-kata manis mu.Itu buat aku sakit..sakit Kala...!!" teriak Senja dengan lelehan air matanya yang sudah tak lagi terbendung.
Kala menghentikan langkahnya tepat di depan Senja yang menatapnya dengan tatapan marah dan terlihat air mata kesedihan di sana ,ingin rasanya Kala merengkuh tubuh Senja dalam pelukannya namun,Kala belum berani untuk melakukan nya.
" Salah aku apa sama kamu,sampai kamu dengan teganya menjebakku dengan pernikahan palsumu !! kamu jahat Kal,aku benci ,sangat benci sama kamu..ingat Kala aku sangat membencimu...!!" teriak Senja lagi dengan menunjuk jarinya ke arah Kala dan langsung berbalik berlari dan masuk ke dalam rumah nya dan menutupnya dengan kencang.
Senja menangis pilu di balik pintu,memukul dada nya yang terasa sesak.
Di balik tembok pun kedua anaknya tak tega melihat bunda dan Daddynya bertengkar.Jelas sang bunda terlihat sangat marah pada sang Daddy, walaupun mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.Mereka tak bisa membela salah satu dari kedua orang tuanya.
"Aaaaaaaagghhh..." teriak Senja dengan sesak di dadanya.
Di depan pintu Kala pun mendengar teriakan Senja,merasakan sakit.Mengingat yang dia lakukan walaupun dia menganggap bahwa itu kesalah pahaman namun,dia tak menampik itulah awal dari rencananya menikahi Senja kala itu.Sampai dengan berjalan nya waktu,sampai dimana Senja memberikan kesucian nya pada nya dia menyadari jika selama ini rasa yang dulu singgah saat SMA masih tersimpan rapih di dalam relung hati nya .Tak ada wanita manapun yang mampu menyaingi cintanya pada Senja.
Mendengar tangisan Senja hatinya merasa sakit juga.
"Al.. sebaiknya kita beri waktu buat Senja,kita perlu melakukan dengan baik.Jika kamu memaksa Senja begini dia semakin menggila Al." ucap Marvin.
"Apa yang harus aku lakukan biar dia mendengar kata-kata ku." ucap Kala merasa frustasi.
"Sita,coba suruh dia kemari.Kemungkinan dia akan menerima Sita dengan baik,mereka Sahabat Al.Berpikirlah secara jernih.Kala yang selalu Absurd,jadikan Senja kembali." ucap Marvin membuat Kala mengangguk mengiyakan kata-kata sahabatnya.
Akhirnya mereka meninggalkan rumah Senja dan akan kembali dengan usaha Kala menaklukkan wanita keras kepala macam Senja.
__ADS_1
Drrrttt Drrrttt
"Kebetulan banget.."gumam Kala melihat siapa yang menelepon nya
"Siapa?"tanya Marvin yang masih fokus dengan kemudinya.
"Sita.."jawab Kala
๐Sita Calling
"Ya Taa..." ucap Kala to the points
"KALAA.. Bilang gue dimana sahabat gue,disini gue stress sama kelakuan Rayyan !!"
ucap Sita dengan lantang.
"Lo mau bikin kuping gue budeg,nggak usah teriak-teriak kali.."ucap Kala dengan kesal
"Sorry brother...gue butuh healing Kala.." ucap Sita frustasi
"Lo buruan nyusul gue kemari,gue butuh bantuan Lo.." ucap Kala
"Hahh...hahahaha.. akhirnya Lo nyerah juga sama si kepala batu,siapin tiket gue terima beres." ucap Sita dengan gelak tawa mendengar ucapan sepupunya yang terdengar sudah frustasi.
"Sial*n Lo..kalau gue nggak butuh Lo nggak bakal gue beliin Lo tiket,berhubung Lo ada gunanya buat gue.. sebentar lagi gue kirim apa yang Lo mau,siapin buat besok bahkan malam ini sekalian." ucap Kala
"Busehhh...Lo saking pengen enak enak kan Lo sama Senja ,senjata Lo yang Lo banggakan itu nggak pernah diasah semenjak Senja kabur...hahahaha... syukur Lo,si Otong tahu rumahnya nggak ada jadi loyo..hahahaha.." ejek Sita menertawakan ke payahan Kala.
"Su* Lo..kata siapa Lo, fitnah Lo..!!" teriak Kala tak terima
"Heii..jangan salahkan kalau Rayyan itu bucin parah sama gue,semua tentang Lo selama ditinggal Senja semua di bongkar sama Rayyan ke gue .. hahahaha.." ucap Sita dengan nada mengejek.
Kala mengumpat habis kelakuan Rayyan sang sahabat yang tak pernah bisa bohong pada Sita,karena memang Rayyan terlalu bucin pada Sita sang sepupu.Tapi,kenapa harus kelemahan nya yang di umbar pada Sita dan hasilnya dia di bully habis oleh sepupunya yang tidak punya akhlak itu.
Bersambung..
__ADS_1