
Haii..para readers ku,maaf yaa.. untuk beberapa waktu ini memang othor sibuk jadi nggak sempet ngetik-ngetik cerita .
Kembali ke Cerita..
Sejak Senja pergi dari rumah mereka ,Kala kini tinggal di apartemen miliknya.Karena memang rumah yang Kala tempati dulu bersama Senja membuat Kala selalu tak nyaman ,kalaupun dia harus tinggal di mansion keluarga pun dia tak mampu melihat wajah sang mama yang terlihat kecewa dengan apa yang terjadi pada rumah tangganya,karena kesalahannya membuat Senja pergi.Karena rasa egonya dia kehilangan Senja .Tak berani mengungkapkan perasaan nya yang sebenarnya pada Senja .Dia menikah dengan. Senja bukan sekedar untuk mengamankan posisi nya sebagai pewaris melainkan dia sudah jatuh cinta sejak dahulu dengan istrinya.Saat mereka masih dengan seragam putih abu-abu.
Kala memandang foto yang di tangannya foto dimana dia mencuri secara candid saat SMA .
Foto Senja dengan seragam putih abu-abu saat acara pensi SMA mereka.
Wanita berhijab dengan senyuman manisnya dan dia sangat suka membuat Senja kesal padanya karena jika Senja sudah manyun membuat Kala selalu gas dengan ekspresi wajah istrinya itu.
" Kamu di mana yang,aku kangen.." gumam Kala mengelus lembut foto itu.
Rasa sesak di hatinya yang terdalam.Penyesalan yang selama enam tahun dia rasakan.
Drrrttt...Drrrrrttt..
"Ada apa Vin?" tanya Kala saat mengangkat ponselnya ada panggilan dari Marvin.
"Ada masalah di cabang Australia dan kita harus mengakusisi salah satu perusaan yang buat kerusuhan kayak gini." ucap Marvin
" Hahh ..aku belum pernah melihat kantor cabang yang ada di sana." ucap Kala
" Kita ke sana selama seminggu ." ucap Marvin.
" Baiklah siapkan semuanya." ucap Kala
Tanpa menunggu jawaban dari Marvin dia menutup panggilan itu dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya dengan memeluk bingkai foto Senja.
Sementara di tempat Senja dia sedang menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya ,dan penampilan nya sudah rapih dengan baju kerjanya.
" Morning bundaaaa.." seru kedua anak kembarnya keluar dari kamar mereka.
" Morning sayang-sayangnya bunda,ayo duduk kita sarapan mumpung ibu dan kak Naima datang." ucap Senja memberikan sarapan kepada kedua buah hatinya.
Kesibukan Senja tiap hari memang tak ada habisnya ,dari bangun tidur dia akan membereskan rumahnya dan memasak sarapan pagi buatnya dan kedua anaknya,lalu dia akan berangkat bekerja.Karena anaknya sekolah mereka akan diantar jemput oleh Viana istri Ali dan kebetulan Ali adalah dokter di sebuah Rumah Sakit dan Viana mempunyai sebuah kedai bunga yang di kelola Viana dan Senja dan sekarang berniat untuk membuka Caffeine dengan menu cita rasa Indonesia yang akan di sajikan dengan mewah walaupun memang harganya tidak mahal,masih bisa terjangkau oleh mahasiswa dan terutama mahasiswa dari Indonesia yang mungkin rindu akan masakan Nusantara.
__ADS_1
Selama enam tahun ini Ali dan Viana yang selalu mendukung Senja dan sebenarnya orang tua Ali pun sudah tahu keberadaan Senja dan mereka kadang ke Australia menjenguk sang cucu dan anak-anak Senja.
Tak ada kata cemburu di hati Viana ,karena Ali sudah ikhlas dengan jalan hidupnya dan itu berkat Senja dia tidak menjadi pria brengs*k yang tak mengakui keberadaan buah hatinya.
Tin ..tin..
" Ayo Amaira,Arsen ..sudah siap semuanya,ibu mu sudah di depan." seru Senja melihat kedua anaknya sedang sibuk memakai sepatu.
" Tunggu bunda ,Maira bingung ikat sepatutnya.." ucap Maira yang masih sibuk melihat sang kakak yang cepat mengikat sepatunya
Kelemahan Maira memang mengikat sepatu ,dia belum bisa mengikatnya sendiri walaupun sudah berulang kali mencoba namun selalu gagal. yang ada Maira akan nangis dengan kegagalannya itu.
" Sini biar bunda taliin yaa..besok belajar lagi sama kakak." ucap Senja dengan lembut dan mengelus lembut kepala sang putri.
Dengan cepat Senja mengikat tali sepatu sang putri dan menggandeng kedua anaknya keluar dari rumah sederhana mereka.
" Pagi Prince dan Princess nya ibuuuu.." seru Viana menyambut kedua anak Senja.
" Pagi Ibu,kak Naima ..." ucap kedua anak kembar. itu dan masuk ke dalam mobil Viana
" Bunda kita berangkat yaaa...bunda semangat kerjanya." ucap Maira
" I love u more..jaga Adel nya ya kak.." ucap Senja pada sang putra .
" Siap Bun.." jawab sang putra
" Kita berangkat Sen,kamu hati-hati di jalan..byee..." ucap Viana dan langsung melakukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Senja.
Senja selalu bersyukur ada yang selalu menyayangi nya dengan tulus seperti Viana dan Ali .Namun,terkadang dia juga tak menampik kerinduannya pada sang sahabat Sita .Karena kejadian dia keluar rumah Kala dia tak pernah menghubungi sahabatnya itu.
Senja masuk ke dalam rumah mengambil tas kerja nya dan konci mobil nya dan segera berangkat ke kantor nya yang selama tiga tahun ini dia bekerja di sana.
Senja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantornya yang dia tempuh sekitar empat puluh lima menit.Perusahaan cabang yang pusatnya di Indonesia.
Selama tiga tahun bekerja di perusahaan itu dia belum pernah melihat Direktur dari perusahaan itu,karena memang dia belum pernah berkunjung ke kantor cabang.
" Morning All.." Seru Senja saat masuk ke dalam ruangan kerjanya.
__ADS_1
" Morning Senja.." jawab rekan-rekan nya.
Senja senang bekerja di sana selama tiga tahun mereka baik pada Senja.
" Kalian kok jam segini sudah pada sibuk,tumben?"tanya Senja heran dengan para rekan kerjanya yang sudah sibuk di depan komputer mereka.
" Kita harus double cek laporan kita Senja karena,besok big boss akan datang kesini katanya soalnya dia akan mengakusisi salah satu perusaan yang buat ulah." ucap Margaretha salah satu teman Senja
" Oh yaa..wow,kita kerja keras hari ini." ucap Senja.
" Pastinya ." jawab Zero yang ada di depan Senja.
Senja dengan cepat pun membuka komputer nya dan memulai pekerjaan nya.
" Senja Mr Julian memanggil mu di ruangannya." ucap salah satu orang yang masuk dalam ruangan itu.
" Ada Miss ?" tanya Senja yang berfikir keras apa ada kesalahan saat dia bekerja.
"Oke saya menghadap." ucap Senja.
Tok tok tok..
" Masuk.." terdengar suara dari dalam ruangan
Akhirnya Senja masuk dengan wajah sedikit tegang.
" Senja ,kamu akhirnya datang juga .. duduklah saya ingin bicara padamu dan ini penting." ucap Mr Julian.
"Siap Mr Juan,ada yang bisa saya bantu Mr." tanya Senja
" Ada Senja,kamu bisa bantu saya..kamu dengar besok big boss akan datang dan saya minta pertolongan kamu soal kesediaan kamu untuk menyiapkan hidangan makanan Indonesia untuk big boss nanti,dan akan saya bayar itu sebagai tanda jika saya order masakan kamu ." ucap Mr Julian
Senja yang tak menyangka jika dia di panggil untuk memasak makanan yang ditujukan untuk big boss nya.Tentu dengan senang hati Senja menerima nya.
Bergabung.
Percakapan antara bule-bule pake bahasa Indonesia aja yaa..karena othor nggak bisa boso Londo...hehehe..
__ADS_1
Mau lanjutin nggak sekarang??