
Tak ada rasa sungkan Kala menenggelamkan wajahnya di dada Senja dan tangannya memeluk tubuh Senja dengan posesif. Senja mematung mendengar ungkapan Kala dan terpaku dengan tingkah manja suaminya. Senja memberanikan dirinya untuk membelai rambut suaminya yang sudah acak acakan.
Mendapatkan perlakuan itu dari istrinya Kala tersenyum bahagia walau tak terlihat oleh Senja.
" Nyaman.." batin Kala saat dia menghirup wangi tubuh istrinya membuat tubuhnya merasa nyaman.
" Mas, sebaiknya kamu minum tehnya mumpung masih hangat.. kalau masih banyak kerjaan kamu, setidaknya kamu makan sesuatu. Karena tadi kamu makan pun sedikit." ujar Senja
" Hemm.." jawab Kala yang masih nyaman dengan dengan posisi yang tak berubah.
" Mass..jangan gini,aku sesak napas..,sebaiknya aku buatin kamu makanan.Kamu mau makan apa? " uacap Senja
Kala mengendurkan pelukannya dari tubuh Senja.
" Aku mau makan kamu.. " jawab Kala dengan senyum miringnya
" Hahh? makan aku, ngaco kamu..!!" sentak Senja memukul lengan Kala dengan pelan
" Sudah ah, kamu malah becanda mulu.. " ucap Senja mulai merasakan hatinya yang tak menentu.
Senja turun dari pangkuan Kala namun, baru semangkah dia melangkah, Kala kembali mengagetkannya dengan mengangkat tubuh Senja.
" Aaaaa.... mas, turunin aku...!!" pekik Senja
Senja dengan spontan melingkarkan tangannya di leher Kala, karena memang takut jatuh.
" Ssttt... jangan teriak-teriak Sen, nanti di kira aku nyiksa kamu." bisik Kala
" Lagian aku masih bisa jalan kenapa kamu tiba-tiba gendong ,aku aku reflek jerit takut jatuh.. " ucap Senja masih melingkarkan tangannya di leher Kala.
" Udah ngomelnya, hemm? " ucap Kala meletakkan Senja di atas meja mini bar di dapur.
" Ehhh.. kita di dapur? " tanya Senja setelah menyadari jika dirinya sudah ada di area dapur.
" Hemm.. katanya kamu mau masak makanan buat aku kan, sekarang kamu masak yang simple aja." ucap Kala melangkah ke arah kulkas.
Senja turun dari meja mini bar,dan menuju tempat bumbu dan langsung mengeksekusi perbumbuan yang ada di dapur untuk membuat nasi goreng untuk Kala.
__ADS_1
Saat Senja sedang fokus dengan kegiatannya, Kala mendekati Senja dan memeluknya dari belakang.
" Jangan teriak.. " bisik Kala saat tangan kirinya yang memeluk pinggang Senja dan tangan kanannya membekap mulut Senja dengan cepat.
Senja dengan cepat menganggukkan kepalanya. Kala melepaskan bekapan tangannya dari mulut Senja.
" Kamu kenapa sih, hari ini suka banget ngagetin aku?! " gerutu Senja
" Hehehe.. cuma ngasih treatment aja buat kamu." alasan Kala.
Mendengar penuturan Kala,Senja mencebikkan bibirnya.Kala sudah sampai tahap sedikit aktif memberikan sentuhan
pada Senja.
" Kamu pinter banget sih, cari alasan." sindir Senja.
"Aku suami kamu Senja Utami, inget itu..!!" bisik Kala dan melepaskan pelukannya dan melangkah ke meja makan.
Senja bernafas lega saat Kala meninggalkannya, rasanya begitu tidak normalnya detak jantungnya saat Kala dekat dengannya.
Senja membawa nasi goreng buatannya ke meja makan, di sana terlihat Kala yang sudah menunggunya.
" Terimakasih.. duduklah." ucap Kala menarik kursi yang ada di sampingnya
" Kamu makan saja,aku mau beresin dapur." tolak Senja.
" Biar besok aja rapihinnya, sekarang tugas kamu temenin aku makan." ucap Kala menarik Senja untuk duduk bersamanya.
Kala menyendokkan nasi goreng dari piring ke mulutnya,mengunyahnya dan memejamkan matanya sejenak untuk menikmati rasa yang membuat dia selal Uhhh ketagihan akan masakan istrinya.
" Gimana, nggak enak yaa? "tanya Senja dengan ekspresi yang terlihat khawatir.
" Hemmm... aku rasa ada bumbu yang kurang deh. ,pasti kamu lupa ngasih bumbu yang buat masakan kamu makin enak?"
" Masa sih, keasinan.. atau kemanisan, perasaan tadi aku icip oke-oke aja."
" Coba kamu rasain, pasti kurang."
__ADS_1
Senja yang mendengar jika ada yang kurang tentu saja merasa bersalah.Akhirnya dengan cepat dia memasukkan nasi goreng yang sudah di sodorkan Kala dalam sendok yang ada di depan mulutnya.
Senja dengan mengunyah pelan dan memandang wajah suaminya.
" Gimana,ada yang kurang pasti? " tanya Kala
" Nggak kok, ini pas." jawab Senja memastikan apa yang dia rasakan.
" Masaaa...?! " Kala menyendokkan nasi goreng itu lagi dalam mulutnya.
" Ini masih kurang rasanya, kurangnya rasa cinta kamu... "
Krik Krik krik..
Senja mendengar penuturan Kala tentu saja langsung twing.... alias blank seketika membuat akal warasnya drop. Kala yang selalu bikin emosi sekarang 'Gombal'di depannya.
" Heii... Sen.. Sen, Senjaaaa!!! " panggil Kala saat melihat Senja yang melihat bengong dengan mendengar gombalannya.
" Ehhh... kamu abis kepentok dimana mas, kok aneh yaah.. setahu aku Kalamdra Setya Bahtiar itu selelu bikin emosi naik, kenapa sekarang bikin gombalan yang bikin mood aku turun nyungsep malahan.. nggak lucu,kurang rasa konon... bikin khawatir aja, eehhh... malah ternyata dia gombalin bininya." gerutu Senja panjang kali lebar membuat Kala tersenyum melihat Senja yang manyun membuat Kala makin gemas.
" Becanda kalee... kan bener, kamu belum ngasih rasa cinta kan sama hubungan kita, kamu hanya melakukan sesuatu itu karena sebagai kewajiban sebagai istri, Sen... aku ingin kamu dan aku sama-sama buka hati kita untuk menjalani Hidup Rumah Tangga kita seperti orang lain pada umumnya." ucap Kala yang terlihat serius dengan perkataannya.
" Kalau kita tak bisa saling kerja sama membangun rasa, nggak akan lama Rumah Tangga kita, dan perlu kamu tahu aku ingin menikah sekali seumur hidup. Sekarang kamu yang aku pilih untuk menjadi istri ku,itu berarti kamu akan selamanya menemani aku sampai kita menua bersama."sambung Kala.
Senja mencoba mengatur detak jantungnya yang tak menentu, memandang wajah Kala yang terlihat serius dan Senja dengan menatap mata Kala pun mencari kebohongan yang tersirat,ternyata hasilnya nihil.
" Ka_kalau itu aku ingin mengalir saja, tapi.. dari awal pun aku tak menutup hati.Yang jelas aku sedang berusaha menata hati ku yang sempat kecewa dan hancur. Kamu ngerti kan maksud aku? " ucap Senja menatap Kala.
Kala sudah paham akan hal itu, masa lalu mereka yang sedikit tak menyenangkan dan pengalaman Senja yang sempat gagal menikah pun membuat Senja butuh waktu untuk menerima semuanya secara apa adanya.Walaupun ,awalnya pernikahan itu terjadi atas keterpaksaan dari Kala dan atas dasar balas budi.
" Sudahlah,biar mengalir seperti apa adanya. sekarang kita istirahat.. besok kita harus kerja kembali." ucap Kala.
" Baiklah, aku akan beres...
" Taruh saja di dapur, besok pagi baru di bersihin. Sekarang udah malam, kita butuh istirahat yang cukup." potong Kala.
Akhirnya Senja menyetujui perkataan Kala dia dengan cepat menyusul Kala ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Senja membaringkan tubuhnya si samping Kala, berusaha memejamkan matanya, walaupun masih ada rasa canggung namun, sebisa mungkin Senja harus mulai membiasakan nya.
Bersambung