
Selesai makan siang mereka pun akhirnya meninggal kan ruang meeting,Mr Julian tak menyangka jika big boss nya suka dengan masakan salah satu karyawan nya dan bukan hanya Kala namun juga Marvin.
" Oh iya Mr Julian ,saya ucapkan terimakasih banyak atas hidangan makan siangnya hari ini.Saya sangat suka ,dan bisakah anda beritahukan pada saya dimana anda mendapatkan makanan yang super enak itu?" tanya Kala dengan antusias.
" Emm..itu sebenarnya adalah masakan salah satu karyawan di departemen Keuangan kita Mr Kala dia berasal dari Indonesia dan saya kemarin menyuruh nya untuk memasak makan siang untuk menyambut kedatangan anda dengan Mr Marvin."
Kala mendengar ucapan Mr Julian tentu saja tidak menyangka mereka akan buat makanan yang membuat Kala berkesan.
" Jangankan Mr Kala,saya saja sangat menikmati hidangan siang ini.karena saya teringat dengan adik saya masakannya enak seperti masakan yang tadi kita santap ,namun.. semenjak kepergian nya saya sudah tidak bisa menikmati nya lagi." ucap Marvin sendu melirik ekspresi Kala.
" Maafkan saya Mr Marvin atas ketidaknyamanan nya." ujar Mr Julian
" Bukan begitu Mr Julian ,bisakah selama saya di sini karyawan itu memasakkan menu sarapan dan juga makan siang, kalau untuk makan malam nanti kita cari sediri atau bisa buatkan makanan yang sudah di beri bumbu tinggal kita yang goreng misal masakan yang bisa di panaskan. Nanti kita kasih uang untuk dia belanja,untuk menunya terserah dia." ucap Kala
" Nanti saya tanya ke orangnya Mr. takutnya dia sibuk juga karena dia akan dalam dua hari ini dia akan membuka sebuah Caffe & Resto Indonesia tak jauh dari tempat tinggalnya." ungkap Mr Julian
" Wow..dia termasuk orang yang sukses hidup di negeri orang yaa ..?" ucap Marvin
" Tidak juga karena dia harus berjuang sendiri dan paling dibantu oleh sahabat nya yang seorang dokter dan istri nya.Itu saya dengar dari Maria sekretaris saya." terang Mr Julian.
" Baiklah kalau begitu sesanggupnya dia aja gimana?" tawar Kala
" Baik nanti saya akan bicarakan pada orangnya." ucap Mr Julian.
" Baiklah , thanks Julian..bisa kamu lanjut ke ruangan kamu ,kalau ada apa-apa nanti saya kabari." ucap Kala kini tak memakai bahasa formal nya.
" Baik Boss.." ucap Julian singkat dan dia melangkah pergi dari ruangan sang boss.
Sepeninggal Julian ,Marvin dengan cepat mendekati Kala dan duduk di hadapannya.
" Kenapa Lo?" tanya Kala melihat tingkah sahabatnya
__ADS_1
" Lo mikirin apa yang ada di pikiran gue nggak?" tanya Marvin dengan teka teki
" Emang gue dukun yang tau apa isi otak Lo,apa yang mau Lo tanyain sama gue?"
" Gue pas makan masakan itu ngerasa kalau yang masak itu bini Lo alias Senja Utami yang sudah lama kabur." ucap Marvin
" Huft.. ternyata Lo juga ngerasa gitu,sama gue juga gitu..apa karena kita kangen sama dia dan masakannya yah Vin?"
Ucapan Kala malah membuat Marvin geregetan,kenapa seorang Kala sekarang berpikir lambat semenjak kepergian Senja.
Tuk..
"Awwwssttt.. apa-apaan Lo,nimpuk pala gue pake pulpen !!" protes Kala
" Otak Lo lambat maksud gue,apa ada kemungkinan jika Senja ada di sini" ucap Marvin membuat Kala diam sejenak.
" Aisssttt..terus tunggu apalagi, segera cari informasinya BG !!' umpat Kala
" Lha..Lo emang fix boss yang paling menyebalkan Kalaaaaa..!!" teriak Marvin
Keesokan harinya Kala sudah mendapatkan informasi tentang Senja yang benar-benar membuat dia terasa lambat menemukan istrinya. Setelah melihat laporan anak buah Marvin dengan mengatakan jika Senja melakukan penebangan ke Australia ditanggal yang sama saat dia membeli tiket juga ke London. Ternyata Senja tanpa membatalkan pembelian tiket ke London dia beli tiket ke Sidney.Dan kenapa Senja pergi dengan mantan tunangannya juga istrinya.
Kala sudah mendapatkan informasi tentang tempat tinggal Senja dan saat ini dia ada di dalam mobil sedang memandang rumah sederhana milik Senja.
Tiba-tiba dia melihat sebuah mobil berhenti di dekat halaman rumah Senja.
"Bundaaaa ..kami pergi..!!" ucap seorang gadis kecil yang berlari keluar dari rumah.
"Cerewet jangan lari-lari nanti jatuh..!!" teriak seorang bocah laki-laki meneriaki kelakuan gadis kecil yang berlari keluar pagar rumah
" Twins...bekal kalian !!" teriak seorang Senja dengan mengacungkan dua paper bag ke udara dan dengan cepat dua anak itu mengambil nya dari tangan Senja.
__ADS_1
" We love u bunda..." teriak kedua anak kecil itu
" Love u more twins..!!" balasnya dengan senyuman yang manis dan melambaikan tangannya tanda perpisahan.
Tak lama mobil yang tadi menjemput kedua bocah itu bergerak pergi.
Senja pun masuk dan tak lama dia keluar membawa box makanan dan juga tas kerjanya.
Kala masih stay duduk di balik kemudi mobilnya yang berkaca gelap,melihat Senja masuk dalam mobilnya dan bergerak meninggalkan rumah sederhana nya .Dari jarak aman Kala membuntuti kemana mobil Senja pergi saat di jalan tak jauh dari rumah Senja dia berhenti di sebuah Caffe & Resto yang sedang dalam finishing. Panangan Kala tertuju pada sosok laki-laki yang asing bagi Kala.
" Siapa dia ?" gumam Kala
" Nggak ada informasi apapun tentang laki-laki itu bro.." jawab Marvin yang sedari tadi diam membisu melihat moment saat Kala melihat Senja untuk pertama kali setelah beberapa tahun menghilang.
" Ternyata kehidupan nya terlihat bahagia Wak.." ucap Kala dengan masih fokus pada dua orang yang sedang berbincang di depan Caffe Resto itu.
Tak lama sebuah mobil BMW hitam berhenti di dekat kedua orang itu dan menampakkan sosok Ali disana.
Mereka sepertinya terlibat obrolan yang penting,ada rasa sesak di dada Kala saat Senja tersenyum manis pada laki-laki lain .Tak lama Senja pergi dari tempat itu dan kembali melajukan mobilnya sekitar dua puluhan menit mobil itu masuk ke parkiran sebuah perusahaan yang sangat Kala dan Marvin kenal.
" Wak...nggak salah dia masuk ke sini?" tanya Kala memandang Marvin.
Marvin pun hanya merespon dengan gelengan kepala membuat Kala geram
" Selidiki dia sedang apa di perusahaan ku Marvin.." ucap Kala dan di depan lobby dia keluar dan langsung menuju ruang kerjanya.
Fakta yang sungguh membuat Kala geram pada dirinya sendiri dan juga menilai Senja yang lemah kini terlihat tangguh dengan kehidupan yang sangat berbeda dengan Negara asalnya Senja mampu hidup layak di negara orang.
Kala merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompetnya melihat sebuah foto Senja di sana.
" Maafkan aku..,mas janji apapun caranya akan bawa kamu pulang ke rumah yang seharusnya kamu tinggal.Siapa dua anak kecil itu,apa dia anak angkatnya atau anak kita ..kalau mereka anak kita ,aku sangat merasa berdosa menelantarkan kalian nak..." gumam Kala
__ADS_1
Tekad Kala saat ini menyelesaikan pekerjaan nya dan akan memperjuangkan dan mengejar cinta istrinya Senja.
Bersambung