Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
#Bertemu Sahabat


__ADS_3

"SURPRISE...!!!!!


Suara lengkingan yang terdengar membuat Senja membatu dan tak bisa berkata apapun.


"Si_Sita..!!!" pekik Senja saat melihat wajah sahabatnya yang ada di depannya.


"Aaaaa...Senja , Finally i see you..!!" tutur Seta menghambur memeluk sahabatnya.


Kedua sahabat itu pun saling mencurahkan rasa rindunya, suasana haru terasa kedua sahabat itu menangis haru dengan pertemuan mereka kali ini.Enam tahun mereka tak pernah bertemu dan tak pernah ada komunikasi antara mereka berdua.


"I Miss you and I'm sorry.." ucap Senja dengan lirih masih memeluk sahabatnya.


"I Miss you more..kamu nggak salah apapun sama aku,tapi..aku yang salah,karena aku nggak ada saat kamu menghadapi permasalahan sulit,aku sebagai sahabat merasa gagal buat lindungi kamu dari perbuatan jahat sepupu aku sendiri."ungkap Sita dengan melirik tajam pada Kala yang berdiri tak jauh dari mereka.


Sita menghapus jejak air mata sahabatnya dan Senja pun melakukan hal yang sama.


"Kita mang nggak boleh masuk Sen,pegel nih.."


Moments haru itu mendadak ambyar karena perkataan Rayyan dengan tampang memelas membawa koper ,tas besar dan juga sebuah tas wanita yang tergantung di lehernya.


"Astaghfirullah..maaf kak, silahkan masuk ." ucap Senja mempersilahkan tamunya masuk .


"Terima kasih Senja.."ucap Marvin,Rayyan dan Attarva secara kompak.


Senja merangkul sahabatnya dan membawanya masuk ke dalam dan menuju dapur sedangkan ketiga sahabat yang beru sampai di rumah Senja bergabung dengan sahabatnya Kala yang sudah duduk di Sofa ruang tamu.


.


.


"Kamu jahat tau Sen,harusnya kamu hubungi aku waktu itu..kenapa kamu malah lari sejauh ini." ucap Sita saat keduanya sampai di meja makan.


"Sorry,aku nggak kepikiran semua itu.Saat aku keluar dari rumah itu aku mengganti SIM card dan niat awal aku bukan ke Sini tapi,takdir yang membawa ku kesini bersama Ali juga Viana." ungkap Senja dengan menggenggam tangan sahabatnya.


"Mereka,huh...bahkan orang yang menjadi sandaran mu adalah orang yang pernah menyakitimu Senja..apa aku sudah tidak ada artinya sama sekali di matamu?!"ucap Sita dengan sedikit emosi.


"Bu..bukan gitu maksudnya Sita,kalau aku hubungi kamu tentu Kala akan tahu aku dimana ,dan aku nggak ingin bertemu Kala saat itu."

__ADS_1


"Huhhh..okey,memang aku akui sepupuku itu adalah orang bod*h yang sudah punya pikiran melakukan hal jelek padamu,tapi..tujuan yang diawali dengan niat jelek itu sudah di rubah semenjak dia menikah dengan kamu.Dia benar-benar tak percaya bisa memiliki kamu..orang yang selama ini sebenarnya dia harapkan jadi istrinya."


"Maksudnya?"tanya Senja bingung dengan penjelasan sahabatnya itu.


"Emang Kala belum bilang sama kamu ?"ucap Sita balik bertanya.


"Dia nggak ngomong apa-apa,lagian dia kesini pun demi anak-anak nya."


"Jadi bener,aku punya ponakan kembar?"


"Iya..anak ku kembar Taaa.." ungkap Senja.


"Aduhhhhh...aku seneng banget ,waktu Kala bilang dia punya anak dari kamu apalagi Oma sama Opa sangat berharap bisa cepet ketemu sama kalian. Semenjak kamu pergi kesehatan opa menurun dan sering drop .Saat Kala bilang sudah menemukan kamu Opa seperti punya semangat baru,Opa mulai mau rajin buat makan yang teratur minum obat juga vitamin .Opa bilang ingin bertemu dengan cicit nya,tapi..mereka juga tahu jika kamu sama Kala masih ada masalah yang harus kalian selesaikan." jelas Sita


" Aku ngerasa kalau aku sudah jahat sama Opa,Oma juga mertua ku.Apalagi aku yang sudah meninggalkan Kala."ucap Senja dengan wajah sedih.


"Kamu cinta sama Kala ?" tanya Sita


Senja menoleh pada sahabatnya,terlihat jelas rasa kecewa yang di tanamkan oleh Kala terlalu dalam.


"Senja ,aku bukan membela Kala.Dia memang salah punya niat untuk menjeratmu dengan sebuah pernikahan karena syarat di berikan pada kakek. Apa Kala belum pernah jelasin awal niat tak baik itu muncul?"


"Seharusnya Kala jelasin semuanya sama kamu apa alasan sebenarnya dia memaksamu menerima lamarannya waktu itu,sampe kamu merasa hutang Budi pada keluarga kami terus memutuskan untuk menerima Kala jadi suami kamu."


"Aku belum pernah memberikan dia peluang untuk menjelaskan semuanya Sita ,aku terlalu takut untuk kehilangan anak-anak ku.Aku nggak sanggup lagi harus kehilangan mereka.Apalagi dengan kekuasaan keluarga kalian aku yakin pasti aku kalah."


"Senjaaaa... please jangan pernah menyimpulkan apa yang ada di otak kamu dengan kenyataan yang sebenarnya.Kala tidak mungkin akan memisahkan kalian ,karena Kala ingin kalian selalu bersamanya. Dia sudah sangat menyesali apa yang terjadi pada hubungan kalian.Kala sudah menderita sama seperti kamu Senja."


"Kamu berlebihan Taa.." ucap Senja tak percaya akan penjelasan sahabatnya.


"Memang yaa... seorang Senja selalu saja membuat kesimpulannya sendiri.Keras kepala,dan egois.." ucap Sita tanpa menatap wajah sahabatnya.


"Sita..!!" pekik Senja


"Sudahlah..lebih baik kalian bicara dari hati kehati,aku yakin kalian itu cuma salah paham.Kala sangat mencintai kamu Senja dari dulu dan sampe detik ini."ucap Sita dengan wajah serius nya.


"Hahhh.. maksudnya,Kala..

__ADS_1


Namun, sebelum Senja meneruskan pertanyaan atas keterkejutan nya mengetahui bahwa Kala mencintainya terdengar teriakan dari kamar anak-anak nya


"Bundaaaa...!!"teriakan terdengar dari kamar kedua anaknya.


"Arsen,Maira..!!"pekik Senja


Senja dengan buru-buru masuk kedalam kamar kedua anaknya.


Terlihat Arsen yang sedang memeluk Maira di atas tempat tidurnya dengan keadaan menangis.


"Arsen ada apa nak..?" tanya Senja khawatir melihat putranya yang tak biasa menangis kini melihat wajah sedih Arsen dan juga terlihat khawatir.


"Maira Bun,Maira demam..hiks ..hiks.." ucap Arsen dengan merentangkan tangannya pada sang bunda.


Dengan cepat Senja meraih tubuh anak lima tahun itu dalam gendongan nya.


Dita dengan wajah khawatir juga langsung mengecek keadaan Maira.


"Bener Sen,anak mu demam.." ucap Sita


"Ada apa ini?" tanya Kala yang baru masuk dalam kamar kedua anaknya .


"Daddy..Maira demam..hiks hiks.." adu Arsen dengan masih dalam gendongan sang bunda.


Kala melihat wajah khawatir putranya dan kesedihan yang mendalam pada putranya akhirnya dia menyodorkan tangannya untuk menggendong putranya.


Arsen langsung menyambut uluran tangan sang Daddy dan Senja pun akhirnya mengalihkan tubuh Arsen pada gendongan Kala.


Senja langsung mengecek kondisi putrinya,mengukur suhu tubuh anaknya.


"39,7° ..Ya Allah nak, kamu kenapa bisa demam gini.."gumam Senja dan mengambil gawainya yang ada di saku celananya.


"Marvin ..siapin mobil ,kita bawa Maira ke Rumah Sakit..!!"ucap Kala.


Dengan cepat Arsen pun di pindah tangankan pada Sita dan Kala meraih tubuh Maira dengan wajah pucatnya setelah Senja memakaikan Jaket pada kedua anaknya dan Kala melihat wajah Senja yang terlihat cemas.


"Tenanglah,anak kita tidak akan apa-apa.Dia akan baik-baik saja.Ayo..!!" ucap Kala dengan lembut dan membelai kepala Senja yang terbalut hijab.

__ADS_1


Senja yang mendengar ucapan Kala dan juga perlakuan Kala sontak mendongakkan kepalanya melihat wajah Kala yang tepat di dekatnya.Ada perasaan aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya.Terlihat senyum tipis terbit di bibir keduanya.


Bersambung


__ADS_2