Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
#Susah mengakui Rasa


__ADS_3

Sementara di sisi lain para laki-laki yang niat awal bermain golf,namun..hasilnya mereka nongkrong di restoran yang ada di area tempat golf.


" Kelakuan kita berlagak main golf.. hadeuhhh.." keluh Athar.


" Lah..terus,Lo mau maen apa..maen bekel atau main karet.." timpal Marvin.


" Yaahh..gimana kalau kita main basket,kayak dulu SMA."usul Athar.


"Kelakuan Lo,gue mau ngajak kalian kesini main golf buat santai aja..sama liat tuh doi..dari tadi galau gitu masa Lo ajak main basket." ucap Kala menunjuk ke arah Rayyan sedari tadi sibuk menghisap nikotin yang dia pegang.


"Kenapa tuh kayaknya beban hidupnya berat tuh.." ucap Athar tanpa dosa.


"Pasti ini ada hubungannya sama Sita."ucap Kala.


" Emang ada masalah apa sih, perasaan dari kemarin Sita sama Rayyan kelihatan lebih menjaga jarak gitu." ucap Marvin dengan menatap Kala


"Arga.." ucap Kala


" Arga, maksudnya?" tanya Marvin dan Athar hampir bersamaan.


" Arga bilang minta balikan sama Sita,dan entah apa yang Arga janjikan sama Sita sampai Sita ngerasa bimbang antara Ray sama Arga."jawab Kala.


" Aisssttt...Sita,Sita,kurang apa sahabat kita..dari SMA udah berusaha untuk menjadi yang terbaik buat Sita,tapi..nggak ada harganya sama sekali di mata Sita." ucap Athar dengan kesal mengingat Sita yang tak pernah bersyukur dengan adanya Rayyan.


" Gue punya rencana..tapi,ini tergantung Rayyan mau atau nggaknya.." ucap Marvin.


Ketiga sahabat itu menatap Rayyan yang sedari tadi larut dalam lamunan nya.


" Ray...." seru Athar


"Hemm..apa ,udahan?" tanya Rayyan yang terasa linglung


" Kita tahu masalah Lo,dan kita akan selalu ada di pihak lo.." ucap Kala merangkul bahu sahabatnya.


" Thanks bro..kalian sahabat gue yang terbaik."ucap Rayyan.

__ADS_1


" Kita nggak terima Lo di buat galau begini sama Sita,jangan lemah bro.." ucap Athar menggebu.


" Lo mau Sita balik buat ngejar Lo nggak?" tanya Marvin dengan wajah yang menampilkan senyum smirk nya.


" Jangan macem-macem Lo..kalau Sita sampe kenapa-kenapa gue nggak bisa tinggal diam." ancam Kala.


" Tenang,aman lah ...tapi..kalau ide gue di terima Rayyan otomatis Senja juga harus jadi peran pembantu,gimana?" ucap Marvin


" Kenapa jadi bawa-bawa nama bini gue,bini gue lagi hamil jangan pernah bikin yang aneh-aneh yah .." ucap Kala memperingatkan para sahabatnya.


" Tenang ..ini aman tanpa efek samping.." ucap Marvin dengan wajah nyeleneh.


" Emang kata obat pelangsing.." timpal Kala.


" Apa rencana Lo?" tanya Rayyan menatap wajah Marvin dengan serius.


Akhirnya Marvin mengutarakan recananya untuk membuat Sita sadar akan cinta tulus Rayyan dan bahkan berbalik arah untuk mengejar cinta Rayyan.Awalnya Rayyan menolak untuk melakukan rencana dari Marvin tapi,dengan pemikiran Kala juga Athar mendukung rencana Marvin akhirnya Rayyan mau melakukan apa yang direncanakan ke tiga sahabat nya. Walaupun pastinya banyak drama di dalamnya.Namun, dengan tekad untuk memiliki Sita pun Rayyan menyetujui.


Di mansion Bahtiar Sita dan Senja sedang duduk santai di ruang tengah dengan melihat drama Korea kesukaan mereka dengan banyak cemilan yang ada di antara mereka.


" Kamu sudah iya_in mau buat ketemuan?" tanya Senja.


" Belumlah,Rayyan gimana dong?" ucap Sita bimbang.


" Kamu masih mikirin perasaan Rayyan tapi, masih juga nggak bisa stop buat berhubungan sama Arga,kamu keterlaluan tau nggak Taa.." ucap Senja dengan kesal


" Iiihhh... Senja,bukan aku keterlaluan..tapi,aku ngerasa ada yang kurang sama hubungan aku sama Kak Rayyan." ucap Sita lirih.


" Itu karena kamu sendiri Sita,rasanya selama ini kamu itu kurang respon sama apa yang kak Rayyan lakukan selama ini,sekarang gini aja..apa pernah kak Rayyan bentak kamu, apa pernah kak Rayyan perlakukan kamu seenaknya ,apa pernah kamu merasa di kesamapingkan sama kak Ray...nggak kan,terus kurang apalagi Sitaaaa...!!" ucap Senja merasa geram sendiri pada sepupu suaminya itu.


" Rayyan nggaplk pernah kasta,malah bisa jadi dia bucin akut sama aku terus dia selalu ada buat aku walaupun sesibuk apapun dia." ucap Sita.


Tiba-tiba saja ada sebuah notifikasi di ponsel Sita.Dengan cepat Sita membacanya.


" Senja...lihat ini kak Rayyan chatt aku." ucap Sita dengan perasaan senang.

__ADS_1


" Ya Ampun Sita,kamu itu aneh...tadi kamu uring-uringan Rayyan nggak chatt kamu, sekarang kamu seneng banget liat dia chatt kamu tapi, kenapa kamu masih ragu sama kak Rayyan sih..kamu itu belum memahami apa yang kamu rasakan saja Taaa.." ucapan itu hanya bisa di katakan lewat kata hati Senja melihat ekspresi wajah sahabatnya.


" Ya udah,baca apa kata dia." ucap Senja


" Nja'...ini nggak salah,kak Rayyan dia ngasih waktu buat aku buat fokus tentang apa yang ada dalam otak ku terus ,dia bilang..mendadak Kala nyuruh dia gantiin Kala ke Korea buat ketemu sama Mr Jo..dari Mulya Group." ucap Sita.


"Mendadak gitu,ada apa emang nya sama Mulya Group?" tanya Senja.


" Setahu aku, BAHTIAR Group ajukan kerja sama dengan Mulya Group..dan memang katanya Mr Jo juga istrinya sedang ada di Luar negri soalnya dia lagi hadiri acara kelulusan sepupu dari istrinya disana." ucap Sita.


" Pastinya ini kerjasamanya nggak main-main kan?" tanya Senja.


" Nggak main-main lah Nja'..apalagi kita kerja sama dengan Mulya Group yang taraf nya Internasional dan jaringannya pun sangat luas,kalaupun kita berhasil buat kerja sama dengan Mulya Group kita sudah pasti perusahaan Bahtiar akan lebih baik lagi kedepannya." jelas Sita.


" Bagus dong,pastinya Kala kirim Rayyan kesana pun nggak main-main,siapa lagi kalau bukan Ray..Marvin tentunya akan selalu jadi tangan kanannya Kala dan Athar selalu di bidang lain juga tinggal Rayyan yang Kala andalkan." terang Senja.


" Tapi, rasanya seperti ada yang Rayyan rencanakan." ucap Sita.


" Jangan su'udzon gitu, positif thinking aja.Sekarang yang kamu pikirin soal Rayyan apa,sehari ini dia nggak chatt kamu.. perasaan kamu gimana?" tanya Senja


"Sepi.." jawab Sita singkat.


" Sita..kamu nggak perlu lagi pikirin Arga dan akui perasaan kamu kalau di hati kamu sudah ada Ray dan bukan Arga." ucap Senja rasanya gemas dengan sahabatnya yang lemot mengakui perasaannya.


" Tapi...


" Assalamualaikum.." salam terdengar pintu utama dan muncul Kala dengan wajah datarnya.


" Wa'alaikumsalam.." jawab Sita dan Senja.


" Bang... maksud kamu apa kirim Ray ke korea,kamu ada rencana apa ?" tanya Sita tiba-tiba.


Kala dan Senja mendengar pertanyaan Sita sontak ingin tertawa,karena bisa di pastikan Sita khawatir dengan Rayyan yang pergi ke Korea.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2