
" Apa sebenarnya yang terjadi dengan Daddy juga bunda ?"tanya Maira pada Arsen.
"Itu yang harus kita selidiki,kamu mau kita kerjasama.Buat Daddy selalu sama kita."ucap Arsen dengan wajah serius
"Gimana caranya,kita saja nggak punya foto Daddy,bahkan namanya saja kita nggak tau Arsen.Apa kita harus tanya ayah Ali atau Ibu Viana?"
"Kalau kita tanya mereka sama saja bohong,mereka pasti akan tutup mulut."
"Terus kita harus bagaimana?".
Arsen berpikir keras soal ini.Rasanya bunda nya dari kemarin sedikit berubah.Bunda nya terlihat sering melamun dan cemas.Apalagi saat Arsen dan Maira tiba-tiba menghilang.
"Biar aku yang atasi masalah itu,nanti jika aku sudah punya Informasi kita akan bergerak sama-sama buat kita ketemu Daddy."
"Baiklah ,aku percaya sama kamu Arsen."
"Tapi, jangan lupa sopan lah terhadapku karena aku kakakmu."
"Kamu begitu saja masih marah,kita itu anak kabar aku sama kamu beda lima menit doang ,tapi..nggak masalah aku panggil Abang Arsen.Gimana?"
"Hahhh..itu lebih baik dari pada tidak."
"Sudahlah,balik ke ranjang mu.. diskusi kita cukup sampai sini."
Ucapan Arsen akhirnya membuat Maira kembali lagi ke tempat tidurnya.
Anak kembar Kala Senja bukanlah anak yang mudah di bohongi,mereka tergolong cerdas . Apalagi saat melihat ekspresi wajah keluarga nya jika berbohong pasti mereka akan tahu.
.
.
.
Hari ini hari Sabtu dan itu berarti anak-anak akan libur sekolah.Namun,hari ini adalah pembukaan Caffe Resto milik Senja yang joint dengan Ali yang di serahkan pada Viana istrinya.
"Bunda,boleh aku minta tolong?"tanya Maira
"Kenapa nak?"
"Aku dan Abang Arsen punya tugas yang berat buat sekolah."ucap Maira dengan wajah sedih
"Tugas apa,bilang sama bunda.Siapa tahu bunda bisa bantu kalian." jawab Senja
__ADS_1
"Sebenarnya bunda bisa bantu kami,tapi..bunda pasti marah kalau kami tanya ini."ucap Maira
"Bilang dulu ada apa,mana tahu bunda akan marah kalau kalian tidak bilang."
"Baiklah kita di beri tugas untuk menggambarkan keadaan keluarga kita terus kita di suruh tulis nama lengkap anggota keluarga kita,masalahnya kita nggak tahu nama Daddy juga kerjaannya .Karena Miss Magdalena juga bilang cantumkan pekerjaan orang tua kita."
jelas Maira dengan panjang lebar.
Saat Maira menjelaskan tentang apa yang di maksud dengan tugas mereka,Arsen dengan lekat menilik ekspresi sang bunda yang sedang menarik nafas dalam-dalam untuk menahan emosi nya
"Kalau bunda nggak percaya,bunda bisa tanya Miss Magdalena buat nanyain tugas itu." ucap Arsen dengan nada datar.
Senja menghela nafasnya dengan dalam dan mulai menimbang apa yang akan dia ucapkan.
"Daddy kalian bernama Lengkap Kalandra Setya Bahtiar dia bekerja di perusahaan BAHTIAR CORP di Indonesia,iya..apa cukup informasi tentang Daddy kalian?"
"Cukup Bun."jawab Arsen dengan dingin.
Setelah mendengar ucapan Arsen dengan cepat Senja melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Hiks.. Hiks hiks..kenapa Kala,kenapa kamu tidak pernah buat hidupku tenang,Kamu selalu saja buat aku sakit ..bodohnya aku,kenapa sampai saat ini aku cinta sama kamu..orang yang nggak pernah mengganggap ku.." gumam Senja
Rasa kecewanya sangat dalam pada kala, namun..tak di pungkiri ada rasa rindu pada sosok yang selalu memaksanya.Apalagi selalu mencuri ciuman darinya .
Tiba-tiba Senja menyentuh bibirnya.Dia teringat kemarin saat pertama kali Senja bertemu dengan Kala untuk pertama kali setelah enam tahun berlalu.Ciuman yang di masih sama,membuat dia selalu terbuai dan membuat Senja tak pernah bisa lupa.
Dia bersyukur karena sudah keluar dari K'BAHTIAR Group dia bisa fokus dengan Caffe nya bersama Viana ,dan bisa lebih banyak dengan kedua anaknya .
Senja tersadar dari lamunan nya saat terdengar Maira memanggil nya untuk bersiap karena Viana dan keluarganya sudah datang dan mereka akan ke Caffe.
Senja bersiap dengan pakaian yang santai menurutnya dan juga nyaman.
Penampilan Bunda Senja
Semuanya bersiap ke Caffe yang akan mereka buka.Tak butuh waktu lama mereka sampai di deretan ruko yang terlihat nyaman untuk tempat hangout.
"Wahhhh...bagus bun tempatnya." ucap Maira saat masuk ke dalam Caffe bersama yang lain.
"Iya bagus,disana juga ada tempat bermain." tunjuk Naima anak Ali dan Viana
"Arsen,kamu kenapa nak?"tanya Senja saat melihat sang putra yang melihat jalanan di depan Caffe mereka.
__ADS_1
"Emmm.. nggak papa Bun,aku boleh ke ruangan kerja bunda?"tanya Arsen
"Mau ngapain nak,main sama adik juga Naima tuh.."ucap Viana
"Aku mauaik game ibu , please..
"aku sudah berat bawa tab aku masa aku anggurin." ucapnya memberi alasan.
"Kamu bisa masuk ke ruangan itu,masuklah."ucap Ali yang memang mengerti akan hobi Arsen yang setiap libur sekolah akan fokus dengan game nya.
Akhirnya Arsen masuk ke dalam ruangan yang tak terlalu besar namun,nyaman untuk beristirahat bagi seorang Arsen.
Dengan tanpa membuang waktu,Arsen mengeluarkan tab nya dan memasang headphone nya,supaya tak terdengar kebisingan di luar sana.
Tangan Arsen mulai memainkan peran nya,mengetikkan sesuatu dan dengan tatapan matanya yang membola.Terpampang di sana sebuah Nama KALANDRA SETYA BAHTIAR dengan Profil lengkap mengenal dirinya dengan sebuah gambar yang terlihat gagah disana.
"Hahh...ini kan,Jadi ..Om Setya itu Daddy.Tapi,kenapa Daddy nggak langsung ketemu aku dan Maira di rumah.Kenapa mesti sembunyi-sembunyi.Apa Daddy punya salah sama bunda." gumam Arsen.
"Tapi,waktu liat Daddy waktu itu kelihatan banget Daddy itu seperti sedih ketemu aku sama Maira.Terus, kenapa Daddy juga selalu buntuti kami,pusing memang..jadi orang dewasa.Tapi, ini nggak bisa di biarkan..aku harus cari tahu kenapa Daddy baru muncul.Kenapa nggak dari dulu."gumam Arsen.
Arsen mematikan tab nya dan dia melangkah keluar ruang kerja sang bunda . Terlihat Caffe yang bundanya baru buka terlihat ramai apalagi mendekati makan siang.Arsen menatap ke luar Caffe dia melihat salah satu mobil yang menyita perhatiannya.
Arsen melangkah menuju kembarannya berada.
"Maira ,Daddy ada disini.." bisik Arsen pada Maira.
"Hahh..kamu serius..!!" pekik Maira
"Sssttttt...jangan teriak-teriak nanti bunda dan yang lain tau."ucap Arsen
"Terus kamu mau gimana?"tanya Maira.
"Kita minta ijin ke minimarket dekat sini ,kita akan ketemu Daddy."bisik Arsen
"Yuk..terus ,Naima gimana?"tanya Maira.
"Sebentar lagi pasti ibu suruh dia makan siang.Kita akan kabur."usul Arsen.
Setelah menyusun rencana akhirnya mereka meminta ijin pada sang bunda ke minimarket,dan beruntung Senja mengijinkan dengan catatan tidak lama-lama.
Akhirnya mereka melangkah cepat keluar dari Caffe dan melangkah menuju sebuah mobil.
__ADS_1
Tok tok tok...
Bersambung..