
Masih banyak lagi nostalgia Kala Senja di sebuah SMA yang menjadi titik temu mereka sampai Kala begitu bucinnya pada Senja dari dulu sampai saat ini.
"Terus, waktu kamu narik aku dikantin itu apa kamu sudah punya rencana saat itu?" tanya Senja mengingat saat Kala melakukan Ttruth or dare
" Nggak ada rencana saat itu, mengingat lagi mas suruh ciu* adik kelas dan pas kamu juga ada diaana,dari pada aku ngelakuin dengan yang lain mendingan aku lakuin itu sama kamu,kan mas bilang ke kamu..jangan kasih bibir kamu sama yang lain,aku selalu ngomong itu sama kamu kan..dan itu artinya kamu sudah jadi milik seorang Kalandra." ungkap Kala.
" Jadi,waktu kamu bilang itu serius?" tanya Senja memastikan.
" Ya.. serius yang,kenapa..dikira aku bercanda?"
" Hemmm.." jawab Senja singkat.
" Aku nggak akan main-main jika nyangkut segala sesuatu nya tentang kamu sayang." ucap Kala dengan sungguh-sungguh.
" Mas,emang secinta itu sama aku?"
" Kamu ingat waktu aku nolong Indah,aku sangat khawatir sama kamu..apalagi kamu dengan nekadnya mendekati Yudi and geng,aku takut terjadi apa-apa sama kamu.Tapi,saat aku lihat Yudi,aku baru ingat dia mantan bodyguard bayangan yang Opa punya di bawah naungan Black Angel's milik Queen Angel atau biasa aku panggil Kak Ana seorang wanita yang tangguh dan handal,dia melindungi keluarganya dan juga mendapingi suami menjadi pelindung orang-orang yang dia sayang." Terang Kala.
" Kak Ana,aku baru dengar nama itu..apa dia cantik?" tanya Senja terlihat ada rasa cemburu yang menyelinap di hatinya.
" Hahaha..kenapa, cemburu..hemmm,tenang saja Kak Ana hanya milik Tuan Daniel sang Cassanova,dia sangat mencintai Kak Ana..dan jangan salah dia sudah punya putra Namanya Zayn yang di persiapkan sebagai generasi berikutnya menempati tahta sang Uncle sebagai keturunan Mafia Italia (Jika readers bingung siapa Ana ,Danial,dan Zayn nantikan ceritanya setelah Cerita *Cinta Kala Senja berakhir)." ungkap Kala.
__ADS_1
" Mafia,kok aku jadi serem..kamu tau-tauan soal dunia Mafia." ucap Senja merinding ngeri mendengar soal Mafia yang identik dengan kekerasan dan baku hantam.
" Sayanggg..jangan berpikir begitu,mereka mafia hukum kok,mereka banyak membantu juga menangkap orang-orang jahat ,Dan aku bisa menemukan kamu pun sedikit banyak atas bantuan Kak Ana." ucap Kala.
" Mas ,aku pun nggak tahu saat SMA aku sudah cinta atau nggak sama kamu,tapi..saat kamu menolak kehadiran aku saat aku minta maaf soal kejadian di sungai itu..rasanya hati ku sakit,kayak orang yang patah hati.Lalu setelah kepergian kamu pun aku susah untuk membuka hatiku pada laki-laki,ucapan ku selalu terngiang di telinga ku ,saat aku berpacaran dengan Ali pun ,sebisa mungkin aku menjaga bagian tubuhku supaya tidak bisa dia sentuh sembarangan.Entahlah..saat dia mulai menunjukkan gelagat aneh pun aku sebisa mungkin hindari dia dan menolak secara halus,suara kamu selalu menyadarkan aku saat aku mulai terbuai.Apa itu yang hal yang aku tak sadari bahwa aku sudah terpaut pada hati kamu, entahlah saat aku gagal menikah pun bukan berarti aku tak sedih tapi..rasanya lega dan aku merasa seperti terbebas saat itu." ucap Senja menerangkan panjang lebar apa yang dia alami saat tak ada Kala di sampingnya.
"Berarti kita sehati dong.." goda Kala dengan menaik turunkan alisnya.
" Lebay..ahhh, sudahlah..terus kamu bawa aku kesini cuma nostalgia begini,aku lapar mas.." ucap Senja dengan mode manjanya.
" Oke sayang...maaf yaa,kita harus lama disini.. sekarang kamu mau makan apa biar kita bisa kesana sekarang." ucap Kala dengan menggenggam tangan istrinya
" Sate madura,gimana?" tanya Senja
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk makan sate Madura sesuai dengan keinginan ibu hamil.
Tak butuh waktu lama,mereka sampai di depan warung tenda tempat kedai sate Madura yang dulu selalu Senja kunjungi saat SMA dan tentunya Kala pun tahu tempat itu,karena dulu dia pun selalu jadi Spy Senja.
" Kamu pesan tiga porsi,kita cuma berdua lho sayang.." ucap Kala saat melihat pesanan istrinya datang.
" Mas lupa yaa..kita bertiga lho,ini dia masih di perut aku..masa mas tega nggak ngasih makan ,ya ampun..kasih banget sih kamu untun..masa kamu nggak di kasih makan sama Daddy.." ucap Senja dengan mengusap perut ratanya.
__ADS_1
" Astaghfirullah..maaf sayang,bukan begitu..Daddy lupa,maaf yaa..oke pokoknya baby mau makan apa saja Daddy akan kabulkan." ucap Kala dengan mengelus perut rata istrinya dan menciuminya.
Kelakuan Kala membuat para pengunjung warung itu melihat ke arahnya, melihat kelakuan Kala terlihat romantis dan juga sangat sweet terhadap si calon anaknya.
" Beneran,janji yaaa..kalau baby mau makan apa saja ,Daddy bolehin?" tanya Senja dengan nada manja .
" Iya sayang...sekarang kita makan dulu,katanya baby sudah lapar kan tadi?" ucap Kala
Akhirnya mereka menikmati makan malam mereka dengan senang ,dan benar saja dua porsi sate Madura milik Senja pun ludes olehnya sendiri.Sungguh itu membuat Kala menelan ludahnya sendiri melihat porsi makan ibu hamil itu.Walaupun begitu Kala tetap stay cool and smile' melihat kelakuan istrinya yang sekarang super ajaib.
Ingat pesan Oma dan Mamanya juga saat dia meminta di buatkan rujak untuk Senja pagi tadi,Kala harus berusaha menyenangkab hati istrinya supaya istrinya tak mudah stress itu akan membuat bayi yang ada di kandungannya tidak baik baik saja.
" Mas,boleh nggak sebelum kita pulang aku mau beli martabak Bangka yang ada di dekat sekolah SMP aku?" tanya Senja dengan sedikit ragu.
" Sekarang,bukannya kita baru makan masa mau makan...
" Jadi nggak boleh?" potong Senja menatap Kala dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Eeehhh...i_iya boleh boleh kita kesana langsung yaa..jangan sedih gitu,maaf mas..masih suka lupa kalau kamu lagi hamil.Karena ini kan hal yang pertama buat mas walaupun kita sudah ada Arsen dan Maira..ini pertama kalinya mas disamping kamu waktu kamu hamil." ucap Kala dengan menggenggam tangan istrinya.
" Maafin Senja ya mas,itu juga bukan salah mas sepenuhnya..karena Senja yang lari dari Mas ,jadi..mas nggak bisa dapingi Senja saat pregnant waktu sikembar." ucap Senja sedikit merasa bersalah dengan keadaannya dulu.
__ADS_1
Semua Memandang sudah berlalu tapi, Senja masih suka merasa bersalah karena kepergian nya ,anaknya pun tak mendapat kasih sayang daddynya dari dalam kandungan.
Bersambung..