Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
# Arga Minta kembali


__ADS_3

Kedua bocah kembar itu saling pandang ekspresi mereka pun tak bisa di baca ,hanya dalam pikiran orang dewasa itu semoga kedua bocah kembar itu menerima calon adiknya nanti.


" Kalian duduk yaa.." ucap Mama Diana mengajak dua cucunya duduk di susul Kala dan Senja duduk di sofa ruang keluarga.


Mama Diana memandang menantunya dan mengulas senyum manis,dia sangat bahagia mendengar menantunya hamil kembali.Namun,dia tak mungkin langsung ekspresif karena melihat kedua cucunya yang terlihat masih bingung.


" Jadi,apa benar kamu hamil lagi Senja?" tanya Oma Tika saat mereka sudah berkumpul duduk di ruang tengah rumah besar itu.


" Iya Oma , Alhamdulillah ..Senja dan Kala di berikan lagi kesempatan untuk menambah penghuni rumah kami." ucap Senja dengan melirik dua bocah yang masih menyimak omongan sang bunda.


" Arsen,Maira kemarin katanya mau punya Dedek bayi,terus kenapa sekarang kalian kelihatan nggak suka kalau kalian mau dapat adek bayi ?" tanya Mama Diana dengan lembut.


" Ini beneran Oma,kita mau punya adek bayi..terus apa hubungan tadi Daddy marahin kita nggak boleh peluk bunda?" tanya Arsen dengan wajah di tekuk.


" Sayanggg... bukan nggak boleh peluk bunda,tapi..karena kalian itu peluknya kasar pasti buat bunda kaget terus bunda jatuh.. nggak mau kan bunda jatuh,sekarang kalian bisa peluk bunda kok.." ucap Senja dengan lembut mengatakan pada kedua anak kembarnya.


Tanpa menunggu lama kedua bocah itupun akhirnya dengan perlahan menghampiri bundanya dan memeluk erat sang bunda.


" Maafin Daddy tadi yaahh..Daddy cuma khawatir sama kalian juga bunda dan juga adek bayi takut kalian jatuh." ucap Kala dengan memeluk keluarga kecilnya.


" Maafin kita juga ya dad..maafin Abang sama kakak ya Bun,adek bayinya mana?" tanya Arsen dengan polosnya.


" Adek bayinya masih kecil, belum kelihatan ..nanti Insyaallah kalau udah keliatan di perut bunda, Insyaallah bunda akan kasih tahu Abang sama kakak adek yang dalam perut." ujar Senja.


" Beneran bunda,jadi sekarang belum bisa diajak main adeknya ?" tanya Maira polos.


" Belom sayang..tapi,emang kalian sayang sama adek bayi?" tanya Senja dengan kedua anaknya


" Sayang lah Bun..kata Citra teman aku, dia juga mau punya adek..tapi,adeknya Citra udah besar di perut bundanya." cerita Maira.


" Nanti juga adeknya besar di perut bunda..kayak dulu Abang sama kakak juga ada dalam perut bunda,kalian suka tendang tendang bunda..apalagi kalau kalian lagi bercanda di dalam perut bunda sampe meringis ngilu perutnya.sampe nggak bisa tidur karena ulah kalian." terang Senja mengingat saat hamil si kembar.

__ADS_1


Memang saat hamil si kembar sangat membutuhkan kesabaran bagi Senja ,apalagi saat kandungan nya menginjak tujuh bulan,sangat menyiksa..karena kedua anaknya sangat aktif di dalam perutnya.


Kala yang mendengar ucapan Senja sontak membuat hatinya sakit,karena dimana Senja membutuhkan dirinya dia tak ada di sampingnya.Menjalani kehamilan nya sendiri tanpa bantuan orang lain,walaupun ada Viana dan Ali tentu saja lain ceritanya.


"Ya Allah Senja ,maafin kita yaa..saat sulit kamu karena hamil sikembar kami tak ada di samping kamu." ucap Mama Diana memeluk menantunya.


" Nggak papa mah,semua itu sudah pilihan Senja saat itu..padahal bunda sama Abah orang tua dari kak Ali selalu bilang kalau aku harus kasih tahu kalian tapi, aku keras kepala dan mencoba untuk menjalani semuanya sendiri.Karena bunda nggak tega akhirnya aku tinggal di rumah Kak Ali selama enam bulan dari aku hamil tujuh bulan sampai aku lahiran si kembar dan umur si kembar tiga bulan baru aku kembali ke rumahku sendiri mengurus si kembar dengan bantuan nanny yang aku pekerjakan paruh waktu..tapi, itu semua adalah pembelajaran buat aku maaa.." terang Senja mengingat bahwa ada bunda dari Ali yang rela menjaga dia dan Viana.


Viana yang sehabis lahiran dan Senja yang sedang hamil tua.


" Kamu perempuan kuat." ucap Papa Farhan menatap menantunya.


" Sudahlah sekarang jangan sedih-sedih,sekarang kita senang-senang..kamu panggil tiga cecunguk kesini sama Sita juga kita adakan acara barbeque nanti malam." ucap Opa


" Yeeaahhh...asik kita barbeque an..!!! kedua bocah kembar itu pun bersorak gembira.


.


.


.


" Haiii...sepupu..!!" seru Sita saat sampai di rumah besar dan langsung ke dapur untuk menemui sahabatnya.


" Assalamualaikum..sayangku,kangen tahuuu..!!" ucap Senja dengan manja memeluk sahabatnya itu.


" wa'alaikumsalam salam,sorry.." ucap Sita dengan wajah menyesal.


" Kebiasaan,kamu.." ucap Senja dengan mencubit pipi Sita gemas.


" Selamat yaaa..kata bang Kala ,kamu Hamidin lagi...Aaaahhhh...senengnya, akhirnya nambah ponakan lagi !!" teriak Sita dengan antusias.

__ADS_1


" Okelah dapet ponakan,terus kapan dapat anak sendiri Sitaaa.." ucap Senja membuat muram muka sahabatnya itu.


" Nggak usah bahas itu ,Jaaa..malas lah.." jawab nya dengan lesu.


" Lahhh...kenapa ,mama juga bingung kamu sudah lama pacaran sama Rayyan kapan dong..kalian mau melangkah ke jenjang berikutnya?" ucap Mama Diana menyela obrolan keponakan juga menantunya itu.


" Sebaiknya kalian pikirkan tentang hubungan kalian lebih serius." timpal Oma


" Hahhh..ini nih,yang buat aku malas Dateng kesini pasti ujung-ujungnya ditanyain kapan nikahnya..Oma ,mama,doakan segera yaaa..?" ucap Sita dengan wajah yang pasrah.


" Kamu ini...sudahlah ,ayo kebelakang..kayaknya mereka sudah mulai bakar-bakar .." ucap Mama Dian dengan menggandeng ibu mertuanya dan ada salah satu ART yang mengikuti mereka sambil membawa minuman juga cemilan untuk di taman.


Setelah pastikan mama dan Oma ke taman,Senja dan Sita yang masih terlihat diam akhirnya Senja memulai pembicaraan


" Ada apa sebenarnya?"tanya Senja.


Dia tahu bahwa sahabatnya pasti ada masalah karena wajah nya yang selama ini terlihat ceria namun,kadang saat ini terlihat guratan kesedihan dan juga kebingungan di benaknya.


" Arga Jaa.." ucap Sita dengan suara lirih.


Nama itu ternyata saja mengganggu pikiran sahabatnya itu, saat ini sudah ada Rayyan yang terlihat serius menyayangi dan mencintai Sita namun,Sita belum sepenuhnya melupakan Arga.


" Kenapa sama Arga?" tanya Senja mulai menatap serius sahabatnya.


Sita menghela nafas nya dengan panjang dan menghembuskan dengan singkat,terasa berat mengungkapkan rasa yang galau pada sahabatnya.Sedangkan Senja dengan sabar menunggu apa yang akan di ungkap sahabatnya itu.


" A_Arga kembali,dan dia ngajak balikan lagi karena dia merasa bersalah karena kejadian yang lalu Ja.." ucap Sita.


Perasaan yang tak enak langsung menghampiri perasaan dan pikiran Senja,Arga untuk apa dia mengharapkan Sita kembali padanya apa ada rencana terselubung.Senja akan cari jawabannya nanti dia akan didiskusikan dengan suaminya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2