
Senja merasa bersalah pada kedua buah hatinya,Senja merasa jika Kala akan membuat dia terpisah dengan kedua buah hatinya.
Senja memandang sendu kedua anaknya yang terlelap dalam tidurnya, membenahi selimut kedua bocah kesayangannya.
"Daddy..Daddy, jangan pergi.." racau Arsen dalam tidurnya.
Senja terkejut dengan racauan sang putra
"Begitu rindu kah kalian dengan Daddy kalian,maafin bunda ya nak..bunda sudah egois..bunda cuma takut kalau kalian di jadikan alat hanya untuk mencapai tujuan yang Daddy kalian inginkan,bunda nggak ingin kalian kecewa lebih dalam pada Daddy kalian."gumam Senja mengecup kening kedua anaknya.
Senja dengan wajah sembabnya melangkah meninggalkan kamar kedua anaknya menuju kamarnya.Dia merebahkan tubuhnya mengharapkan cepat terlelap,namun..matanya masih saja enggan untuk terpejam
Rasa rindu akan sahabat dan juga ibunya angkat juga kakak angkatnya kembali datang.
Senja menatap foto yang terpajang indah di balasnya dan mencopot nya,dan mengambil sebuah foto di balik foto lainnya.
"Apa aku salah,aku kecewa dengan sikap keputusan kamu selama kita bersama.Kamu membuat aku takut,takut akan kehilangan kedua anakku,kehilangan kalian semua untuk kedua kalinya.Kamu membuat aku selalu dalam ketakutan Kala..,kalau tahu mencintaimu sesakit ini aku nggak akan pernah terjatuh dalam buaian manis mu."ucap Senja lirih
menatap foto yang terlihat bahagia ,sebuah foto dengan latar belakang di sebuah alam terbuka dua orang yang terlihat bahagia dengan sang laki-laki memeluk mesra sang wanita dengan bertelanjang dada terlihat sangat tampan dan juga bahagia sang wanita yang terlihat dengan pakaian sexy dengan wajah manja dalam dekapan sang laki-laki.Gambar yang diabadikan oleh seorang Kalandra kala di rooftoop rumahnya menjadi foto kenangan yang Senja anggap fulgar karena memang sejatinya Senja yang berhijab kini terlihat dengan balutan baju minim terlihat sexy .Foto yang di cetak khusus oleh Kala sendiri dan di pajang di Kamar khusus untuk dokumentasi keduanya itu alasan Kala saat mengambil foto itu. Senja meratap dengan apa yang terjadi dalam kehidupanya.Hinga lelah menangis akhirnya dia tertidur dengan sendirinya.
.
.
.
Pagi menjelang,Senja sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk kedua anaknya.Setelah sejam berkutat dengan alat masaknya akhirnya Senja menuju ke kamar kedua anaknya.
"Arsen, Maira ...bangun nak..!!" ucap Senja membangunkan kedua anaknya.
"Lima menit lagi bunda.." racau Maira
"Mana bisa lima menit lagi,ayok...atau mau bunda gendong ke kamar mandi?"ucap Senja membujuk anak-anak nya
Kedua anak itu pun membuka matanya dan duduk dengan memaksa matanya terbuka.
__ADS_1
"Daddy nggak kesini ya Bun?"tanya Arsen tiba-tiba
"Daddy?" tanya Senja memastikan pendengaran nya
"Iya,Arsen mimpi kali yaa...Daddy tidur sama kita."ungkap Arsen
"Bunda masih marahan sama Daddy,apa Daddy bandel sampe bunda nggak mau ketemu Daddy,Bun..kita pengen kayak temen-temen yang lain Arsen nggak tega lihat Maira selalu di bully nggak punya ayah,Arsen nggak papa kalau mereka hina Arsen tapi,kalau Maira..Arsen nggak terima Bun.."ujar Arsen dengan wajah sedihnya.
"Bunda..
"Bun,nggak papa kalau bunda marahin Daddy ,pasti daddy dengerin..kayak kemarin kan bunda sudah marahin Daddy,tapi..Daddy diam saja.Kita sayang sama bunda juga Daddy .Nggak selamanya kita mau sama ayah kan Bun.."ucap Maira dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Huft..gini yaa.. anak-anak bunda, sekarang kalian siap-siap untuk sekolah masalah Daddy sama bunda nanti akan bunda pertimbangkan yaa..?"ucap Senja dengan lembut memberikan pengertian pada kedua anaknya.
"Baiklah..tapi,kami mohon jangan larang dan daddy ketemu kita."ucap Arsen
"Apa kalian nggak sayang lagi sama bunda,kalian mau ninggalin bunda sama Daddy kalian yang kaya raya itu..!!" bentak Senja
"Maaf...aku sayang bunda..kita sayang bunda..selalu sayang bunda.."ucap Arsen lirih.
Dengan semua drama yang terjadi akhirnya Senja mengantarkan kedua buah hatinya ke sekolah .
Sementara di sisi lain di Indonesia Sita kini sudah berada di bandara untuk menuju Sidney.
"Bisa nggak sih kalian nggak bikin kacau hidup aku..!!" ucap Sita menatap kedua sahabat sepupunya yang mengekori Sita untuk ke Sidney.
"Nggak bisa yang,mana mungkin aku biarin kamu pergi kesana sendirian..luar negeri lho.." jawab Rayyan dengan wajah penuh cinta
"Lebay,padahal aku tiap beberapa bulan sekali ke Madrid buat ketemu mama,kamu oke oke aja."
"Itu lain yang, apalagi kita akan bantu kamu juga di sana buat luluhin hati Senja buat Kala."
"Halah..emang kalian aja nggak bisa pisah lama-lama sama dua cecunguk itu."
"Hey..jangan gitu,kita ini sayang sama kamu juga Senja."timpal Athar dengan meletakkan tanganya di depan dadanya.
__ADS_1
"Tapi,awas saja kalian buat kacau ..nggak akan lagi aku mau di kawal-kawal gini." omel Sita.
"Iya sayang..." ucap Rayyan dengan wajah yang di buat seimut mungkin
Kelakuan dua manusia itu membuat perhatian orang-orang yang ada di sekitar merekaerasa takjub akan pesona kedua sahabat kala itu walaupun terlihat konyol dengan segala tingkahnya.
Kembali ke Sidney
Senja saat ini sudah ada di depan sekolah kedua anaknya dan memang Senjata memutuskan menjemput mereka sebelum jam pulang sekolah usai .
Tak lama terdengar suara lonceng menandakan jika para murid akan segera pulang Dari kejauhan Arsen dan Maira saling bergandengan tangan menuju sang bunda.
"Kenapa mukanya di tekuk gitu nak,hemmm...lagi BT?" tanya Senja saat keduanya sudah ada di depan Senja.
"Kita kena ejek lagi, karena nggak punya Daddy."ucap Arsen
Senja mendengar penuturan Arsen sangat terkejut ,namun..sebisa mungkin dia mengontrol emosi nya.
"Ya sudah..kita pulang dulu yaa..?!" ucap Senja dan membuka pintu mobilnya.
Mau tak mau kedua bocah itu mengikuti perintah sang bunda.Selama perjalanan kedua bocah itu terlihat diam dan tak seceria hari-hari sebelumnya.Senja menyadari akan perubahan itu,entak bagaimana caranya keceriaan itu kembali dengan cepat.
Senja memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya ,tak perlu menunggu lama mereka melangkah ke arah rumah.
"Arsen,Maira...!!" seru seseorang
"Daddy...!!" seru keduanya dan tanpa meminta izin sang bunda mereka berlari menuju dimana Kala berdiri dan menghambur memeluk leki-laki itu
"Daddy kita kangen..!" ucap Arsen dengan tangis yang mulai pecah'
"Iya sayang , daddy juga kangen sama kalian.Jangan nangis lagi yaa...,nanti ganteng sama cantiknya hilang.."tutur Kala menghibur kedua buah hatinya.
Senja yang melihat momment itu hanya berdiri terpaku dengan rasa haru bercampur dengan khawatir akan kedatangan Kala.
Bersambung
__ADS_1