Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
#Mereka Anakku


__ADS_3

Setelah dirasa Maira tak ngambek lagi ,Senja berpamitan untuk pulang kerumahnya.


"Beneran kalian mau pulang?"tanya Viana saat dia dan Ali mengantarkan Senja dan anak-anak nya sampai depan rumah.


"Iya,lagian kan anak-anak besok harus ganti seragam juga .." ujar Senja.


"Kalau begitu hati-hati Sen,boy..jaga bunda sama adik kamu yaa.." pesan Ali pada sosok Arsen yang diam tak banyak bicara


"Iya yah.." jawab Arsen singkat.


"Princess jangan ngambek lagi,kasihan bunda ..kalau kamu kayak gitu bunda pasti sedih." ucap Ali pada Maira yang masih menunduk lesu.


Mendengar ucapan Ali Maira mendongakkan kepalanya melihat sosok bundanya yang terlihat sangat lelah.


"Maafin Maira ya.. bun." ucap Maira memeluk sang bunda.


"Iya sayang..kita pulang yaa,kalian berdua masuk mobil..,kami pulang ya kak.." pamit Senja pada Ali dan Viana


"Hati-hati.." ucap Ali dan Viana hampir bersamaan.


Senja masuk kedalam mobil dan langsung malajukan kuda besinya meninggalkan kediaman keluarga Ali.


Jarak rumah Ali dan Senja tak jauh hanya beda distrik atau kompleks. Senja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , sementara kedua anaknya diam di belakang jok penumpang.Terlihat Maira terlihat tertidur dengan cepat.


"Bun,apa Daddy masih hidup?" tanya Arsen tiba-tiba membuat Senja terkejut dengan pertanyaan sang putra.


" Kenapa Arsen tanya begitu nak?" tanya Senja tak menjawab pertanyaan sang putra.


"Apa benar muka aku mirip dengan Daddy?"tanya Arsen penasaran.


"Siapa yang bilang begitu?"tanya Senja


"Ayah Ali,waktu itu Abang penasaran dengan wajah Daddy karena bunda nggak punya foto Daddy,abang tanya ayah Ali dan jawabannya aku mirip Daddy ,yang seperti orang Arab. emang benar Bun?" tanya Arsen.


"Iya benar, Daddy kamu blasteran Arab - Indonesia.Daddy orang yang populer saat di sekolah.banyak yang suka sama Daddy kamu." ucap Senja mengingat kembali jaman putih abu-abu mereka.

__ADS_1


"Termasuk bunda?" tanya Arsen..


"Hahaha..bunda malah selalu dibuat kesal sama Daddy ,karena suka maksa .Tapi,Daddy orang yang baik ..suka menolong orang yang kesusahan .Daddy juga pernah tolong keluarga bunda yang punya hutang sama rentenir.Selalu lindungi bunda sama sahabat bunda namanya aunty Sita." terang Senja.


"Bolehkan Arsen dengar soal Daddy Bun, walaupun Abang nggak bisa liat fotonya." ucap Arsen


"Abang mau tau Daddy buat apa?" tanya Senja mulai merasa heran dengan putranya.


Setahu Senja Arsen adalah tipe anak yang diam dan tidak banyak tanya.


" Abang cuma mau bilang jika suatu hari Maira kayak tadi lagi,Abang bisa cerita kebaikan Daddy biar Maira nggak selalu ngambek dan nggak mikirin omongan temen-temen disekolah yang selalu bully kita." ungkap Arsen.


Senja menghentikan mobilnya tepat di depan rumah mereka.


"Maksudnya Abang juga pernah mengalami kayak adek?" tanya Senja menoleh ke arah sang putra.


Arsen pun mengangguk dengan wajah sedihnya.


"Kita masuk dulu yaa..adek tidur,bisa bantu bunda buka pintu rumah nak?" kata Senja menyerahkan kunci yang berbentuk kartu.


"Sandinya ulang tahun kami kan Bun?" tanya Arsen


Arsen keluar dari dalam mobil bersamaan dengan Senja pun membuka pintu samping bagian penumpang mencoba menggendong tubuh bohay Maira.


"Masyaallah nak,kamu udah nggak enteng lagi.." gumam Senja menggendong sang putri membawanya masuk kedalam rumah.


Tanpa sepengetahuan Senja dan kedua anaknya ada yang setia menguntit mereka sedari pulang kerja tadi siapa lagi kalau bukan Kala dan Marvin.


"Pasti dia keberatan bro ,gendong anak itu.wajahnya sudah kelihatan lelah." ucap Kala memandang sosok wanita yang sedikit kerepotan menggendong anaknnya


Kala pun melihat anak satunya lagi membantu sang ibu membawa beberapa barang seperti tas sekolah di punggung dan juga di tangan kecilnya membawa tas sekolah lainnya dan slim bag milik sang ibu.


Sungguh pemandangan yang membuat Kala sesak nafas.melihat anak sekecil itu membawa barang berat.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Marvin memandang sahabatnya.

__ADS_1


"Aku ingin tahu siapa mereka.Apa mereka anak-anak ku atau Senja sudah melupakan aku." ucap Kala.


" Gue rasa Senja nggak bakal nikah dengan mudah bro,karena dia masih bini Lo.." ucap Marvin


" Apa jangan-jangan saat dia pergi ..dia...oh..Shittt...!!" ucap Marvin lagi menebak-nebak.


"Lo selidiki dia anak itu." ucap Kala


" Orang suruhan kita ,ngasih tau kalau Senja tinggal dengan dua bocah itu .Dan gue emang nggak bilang sama orang kita suruh selidiki secara detail." ucap Marvin mengakui kecerobohan nya.


" Lo kerja di dunia begini bukan sehari dua hari tapi,kenapa Lo bG banget." ucap Kala mengumpat sahabatnya.


"Sorry bro,habisnya gue stress juga Rayyan minta gue bujuk Sita dia lagi ngambek sama Rayyan." adu Marvin


"Kenapa lagi mereka,pacaran sama belum pacaran ribut Mulu." protes Kala.


"Nyadar diri woyyy..ngaca..Lo sama Senja gimana dari dulu sampe dia milih kabur tanpa mau dengerin Lo lagi." seru Marvin mengumpat habis sahabatnya itu.


"Kita balik sekarang.. laporan nya besok pagi gue tunggu di kantor." ucap Kala dan meninggalkan rumah sederhana milik Senja.


Namun,ada seseorang yang menyadari kehadiran mereka dan membuat dia menjadi tambah penasaran.Menerka-nerka apa yang terjadi selama ini.


"Ada apa sebenarnya dengan bunda juga Daddy,aku harus memastikan sesuatu." gumamnya di balik jendela kamarnya.


Keesokan harinya,Senja masuk kedalam kantor dan segera melangkah ke ruangan kerjanya.


" Semuanya tolong bersiap setelah makan siang akan diadakan meeting bersama CEO untuk mengambil alih tugas memeriksa dokumen dari WK Holding." ucap Maria sekertaris Julian.


semua karyawan bagian keuangan pun mulai menyelesaikan pekerjaan mereka.


Sementara dituangkan Kala dia sedang membaca laporan dari anak buah Marvin dan mengabarkan jika dua anak itu adalah anak dari Senja yang berumur lima tahun,jantung Kala berdetak kencang saat membaca laporan itu.Apalagi dia tau jika mereka anak dari Senja .melihat foto kedua anak itu terlihat jelas anak laki-laki berusia lima tahun itu seperti dirinya saat kecil dan gadis kecil yang berumur lima tahun menggambar kan wajah Senja versi kecil.Kala menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesaran dan memejamkan matanya sejenak tak terasa air matanya mengalir dari kedua matanya dan membasahi pipi laki-laki dewasa itu


"Mereka anakku Vin,aku yakin itu..jadi,Senja saat pergi dia sedang mengandung Vin..aku suami yang buruk untuk dia Vin,ayah yang tak bertanggung jawab.. hiks hiks hiks.."


Tanpa malu-malu Kala menangis di hadapan Marvin menyesal telah melakukan kesalahan di masa lalunya.

__ADS_1


"Sudahlah kamu hanya perlu membuktikan pada Senja dan meminta maaf atas semuanya.Buktikan kalau kamu benar benar mencintainya bukan memanfaatkannya." ucap Marvin dengan mengatakan hal itu untuk sahabatnya.


Bersambung


__ADS_2