Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
#SAH lagi?


__ADS_3

"Yang,kamu masak nggak aku laper..aku nggak sempet sarapan tadi." ucap Kala duduk di sofa ruang tamu.


" Masak mas,sarapan yuk..aku juga belum sarapan." ucap Senja


Keduanya melangkah menuju ke meja makan dan Senja dan Kala pun akhirnya sarapan bersama dengan tenang..


Saat selesai dengan sarapan mereka ada suara ketukan pintu spontan Senja ingin membuka pintu rumahnya.


" Biar mas saja yang buka ,kamu siap-siap saja yaa...sekalian bawa beberapa baju sikembar." cegah Kala saat akan melangkah pergi.


" Baiklah ." jawab Senja


Senja melangkah masuk ke kamar si kembar dan Kala membuka pintu rumah terlihat Ali yang berdiri di depan pintu.


" Ehhhh..Al,Senja mana?" tanya Ali sedikit kaget karena Kala yang membuka pintu.


Padahal Ali sudah melihat mobil yang terparkir di halaman rumah Senja.


" Ohh..Senja lagi beresin perlengkapan si kembar ,kamu kesini ada tujuan apa?" tanya Kala dengan wajah datarnya.


" Aku mau bahas masalah soal Caffe Resto sama Senja." ucap Ali.


" Masuklah..kalau memang ada yang perlu kalian bicarakan." ucap Kala dengan membuka akses masuk dalam rumah itu.


Ali duduk dengan di sofa ruang tamu dan Kala pun duduk di sofa sebrang Ali duduk.


" Kamu tumben sekali sudah ada disini?" tanya Ali dengan sedikit canggung.


" Kenapa , kamu masalah dengan kehadiran saya disini.Kamu dengan Senja mau bahas soal Caffe Resto kan, tapi..mungkin lusa baru kalian bisa diskusi,soalnya kalau sekarang kemungkinan Senja nggak bisa terlalu lama bahas soal ini,karena Kita mau pergi.Kasihan si kembar sudah nunggu bundanya,karena kemarin Senja nggak ketemu sama anak-anak." terang Kala.


"Lho kenapa,apa yang terjadi?" tanya Ali yang terlihat khawatir.


" Nggak usah khawatir, anak-anak nggak kenapa-napa.Mereka itu sama keluarga Bahtiar artinya dengan keluarganya sendiri.Mereka kemarin seharian jalan-jalan dan dari semalam mereka ada di hotel tempat Keluarga saya menginap." ucap Kala.


"Kak Ali..ada apa kakak kesini?" tanya Senja terkejut dengan kehadiran Ali di rumahnya tanpa Viana.

__ADS_1


" Aku mau nanya soal Caffe,kata Viana kalau kamu mau akan menyerahkan manajement nya di bawah pengawasan K'BAHTIAR Group?" tanya Ali dengan melirik ke arah Kala


" Oohh...soal itu, sebenarnya aku sama mas Kala mau bicarakan soal ini lusa aja ,soalnya kita harus pergi.Tapi, memang tidak salah sih..berita itu.Kalau bisa Viana bisa siapkan laporan keuangan hari ini sampai besok dan lusa kita akan bahas lagi dengan pihak K'BAHTIAR Group dan kemungkinan akan ada team dari sana yang akan membantu manajement Caffe untuk mempermudah Viana mengelolanya." terang Senja


" Lohh..kok Viana,bukannya kamu sama Viana yang awalnya sepakat untuk menjalankan usaha ini bersama?" ucap Ali


" Iyaa..tapi, masalah nya sekarang beda kak.Kala dan aku sudah memutuskan untuk memulainya lagi dari awal,aku sadar kalau aku nggak bisa egois terus,kasihan anak-anak yang memang masih butuh sosok Daddy nya.Nggak mungkin juga Mas Kala akan tetap stay di sini karena usahanya pusatnya ada di Indonesia,kalau dia disini menimbulkan kendala juga.Jadi,aku dan anak-anak dalam waktu dekat akan kembali ke Jakarta." jelas Senja dengan mencoba menjelaskan.


" Alhamdulillah kalau kamu sudah memutuskan untuk menerima kembali suami kamu dan kalian bisa sama-sama lagi." ucap Ali


" Oh iya..nanti habis magrib kamu ke Hotel GY kita tunggu disana,ajak anak istri kamu.Malam ini saya akan menikah kembali dengan Senja , karena Senja itu syarat yang di berikan pada ku oleh Senja." ucap Kala.


Ali menatap tak percaya dengan apa yang di sampaikan oleh Kala.


" Wahhh... secepat itu kah?" tanya Kala


" Iya..aku nggak mau buang waktu percuma,dan aku juga nggak mau Senja kerepotan mengurus anak-anak sendiri." jawab Kala.


" Baiklah aku dan Viana nanti akan ke tempat kalian, Selamat untuk kalian..semoga kalian tak lagi terpisah lagi dengan segala masalah yang akan kalian hadapi kedepannya." ucap Ali.


" Tidak masalah,Senja memang pernah singgah di cerita hidupku,dan tentunya aku juga pernah merasakan penyesalan karena sudah menyakiti hati nya.Setelah semua yang terjadi dan aku berusaha mengikhlaskan takdir hidupku,aku sayang dengan Senja sebagai adikku, Bagaimana pun..aku ingin melindungi nya,aku ingin dia tak sedih lagi.Maaf jika kami menyembunyikannya dari kalian selama ini." ungkap Ali.


Kedua pria dewasa itu pun akhirnya berpelukan dengan saling mengikhlaskan hati mereka untuk berdamai dengan masa lalu.


.


.


.


Kini rombongan keluarga Bahtiar menuju tempat dimana Senja dan Kala akan kembali mengikat janji untuk menjadi sepasang suami istri.


" Kami baik-baik saja kan Sen?" tanya Sita saat dia melihat Senja yang merasa gelisah


" Iya nak,kamu kenapa ?" tanya Umi Salamah.

__ADS_1


" Nggak papa Umi,Sita..cuma kok aku gugup gini yaa?" ucap Senja dengan wajah yang terlihat cemas.


" Istighfar,dan semoga semuanya baik-baik saja dan berjalan lancar." ucap Umi Salamah.


" Senja..Senja ,padahal kan kamu sama Kala sudah pernah begini kenapa masih gugup?" goda Sita..


" Sitaaa..aku serius " ucap Senja dengan wajah merajuk nya.


" Iyaa...lagian kamu lucu ,apa karena memang kalian sudah lama nggak hidup bersama terus masih merasa asing?"tebak Sita..


" Mungkin sih ... Bismillah .." ucap Senja berusaha untuk tenang.


Sedangkan di masjid itu ada beberapa Laki-laki dari pihak Bahtiar dan KBRI untuk menyaksikan langsung pernikahan Kala dan Senja.


" Bagaimana saksi ,SAH?


" SAH.."


"SAH.."


Kata keramat itu dengan lantang di ucapkan dua saksi pernikahan Kala dan Senja dan semuanya pun bernafas lega.


Senja tanpa harus diminta ,air matanya sudah jatuh menetes dari matanya .


" Ayo sayang,dekati suami kamu." ucap Mama Diana menuntun Senja di mana Kala berada


Karena selama sebelum Ijab Qobul sampai selesai Senja baru di hadirkan di tempat itu, walaupun mereka di ruangan yang sama namun ada pembatas tirai yang di gunakan untuk membatasi Syaf sholat laki-laki dan perempuan.


Senja duduk di samping Kala dengan perasaan berdebar,entah mengapa perasaannya tak karuan. Sangat berbeda dengan apa yang dia rasakan dulu .


" Assalamualaikum istriku ." sapaan itu membuat buyar lamunan Senja.


Senja yang sedari tadi masih menundukkan wajahnya mulai mengangkat wajahnya mengarah ke sosok yang sudah duduk menatapnya penuh cinta dan dengan senyuman yang membuat hati Senja meleyot seketika


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2