Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
# Senja yang Ceroboh


__ADS_3

Mendengar rayuan dan godaan Kala yang benar-benar membuat Senja merasa malu dan wajahnya sudah berubah merah tomat karena memang benar adanya ,hatinya seketika mencair setelah memutuskan untuk menerima dengan ikhlas suaminya kembali, dengan lapang dada dia memaafkan semua yang sudah terjadi.


.


.


Malam ini rasanya seperti sangat lambat bagi Senja , apalagi dengan dirinya jauh dari anak-anak nya.Setelah pembicaraan yang dia lakukan dengan Kala dia tidak mau melanjutkan lebih lama lagi karena nggak ingin mendengar ucapan Kala yang selalu berhasil membuatnya salah tingkah.


Senja melangkah masuk dalam kamar kedua anaknya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur berukuran kecil itu.Dia berusaha memejamkan matanya untuk segara tertidur. Benar saja dengan sendirinya Senja pun tertidur dengan nyenyaknya.


Di tempat lain,saat ini Papa Farhan dan Mama Diana serta Opa juga Oma sedang mengintrogasi Sita tak terkecuali orang tuanya sendiri dan ada juga umi Salamah.


" Apa yang kamu omongin ke Senja kedengarannya keterlaluan Sita.Mama takut kalau dia tambah menjauh dari kita terutama Kala." ucap Mama Diana


" Mah,percaya sama Sita..omongan Sita nggak akan pernah Senja bantah.Dia tahu bagaimana cara Sita untuk mengahadapi keras kepalanya.Sita heran sama dia,Senja itu cinta sama Kala juga tapi,masih saja mikirin sesuatu yang nggak penting untuk dia pikirkan." ucap Sita.


" Hahhh...jadi besok kita dari sini akan pulang pagi-pagi sekali buat menuju hotel dan kemudian kita akan sedikit membantu Kala untuk menyiapkan keperluan mereka besok malam ." ucap Papa Farhan.


" Bagiamana Umi,apa ada yang umi mau sampaikan?" tanya Papa Farhan pada Umi Salamah selaku orang tua angkat Senja.


" Saya tidak tahu harus berkata apa dan berbuat apa pak Farhan ,yang jelas saya merasa senang jika anak saya kembali pada pada saya ,pada keluarga nya yang sebenarnya.Dan terima kasih masih mau menerima anak saya dengan segala tingkah lakunya selama ini yang seharusnya tidak dia lakukan, hanya karena emosinya dia pergi tanpa mendengar penjelasan dari Kala." ucap Umi Salamah.


" Aku rasa,saat itu Senja sedang merasa mood nya buruk,karena aku ingat jika kehamilan nya mungkin berpengaruh terhadap sikap dan juga hormon yang tak seimbang.Itu sih,cuma insting ku saja." ucap Oma .


" Benar kata Oma,kenapa kita tidak perpikir sampai sana ,karena memang mungkin Senja juga belum tahu jika dia sedang hamil waktu itu." ucap Sita.


" Sudahlah apapun itu, Alhamdulillah dia sudah kembali lagi pada keluarga kita lagi.. sebaiknya kita istirahat .Pagi-pagi sekali kita harus balik ke hotel." ucap Opa


Semuanya menyetujui usulan Opa Bahtiar dan mereka akhirnya segera beristirahat.


.


.


.

__ADS_1


Keesokan harinya , rombongan keluarga Bahtiar kembali ke hotel dan sampai Hotel masih lumayan pagi ,jam 9 pagi mereka sampai hotel .


" Aunty kita mau ke bunda." ucap Maira pada Sita.


" Sayang,nanti juga bunda kesini..coba kita ke kamar Daddy yaa..?" ucap Sita dengan memberikan pengertian.


Maira dan Arsen ikut dengan Sita menuju kamar Kala.


Tok tok tok


Dua kali meneguk tak ada Jawaban dan akhirnya ketiga kali sampai di bantu oleh dua bocil yang tak sabar bertemu sang Daddy nya pun akhirnya pintu kamar itu terbuka.


" Daddy..!!" teriak dua bocil itu menghambur memeluk sang Daddy


" Haiii... anak-anak Daddy sudah pada dateng,emang sekarang jam berapa?" tanya Kala dengan masih denganmu kamu bantalnya.


" Sudah jam sepuluh dad.." jawab Arsen yang melihat pergelangan tangan nya terdapat jam tangan mahalnya yang di hadiahkan oleh opa uyut nya .


" Astaghfirullah..Daddy kesiangan dong,kalian disini jangan nakal yaa.. Daddy mau mandi dulu yaa?" ucap Kala terkejut karena dia sudah kesiangan .


Kala melangkah ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.Sementara dua bocah itu pun naik ke atas tempat tidur dan berbaring disana berdua sambil menunggu Daddy nya selesai mandi.


Cukup lama mereka menunggu Kala yang sedang mandi, sampai-sampai mereka tertidur dengan sendirinya.Karena mungkin mereka capek dan juga mereka yang biasa bangun jam tujuh pagi harus bangun jam 5 pagi.


Saat Kala melangkah keluar kamar mandi,dia di suguhkan dengan pemandangan yang membuat nya tersenyum.Dua anaknya tertidur pulas di tempat tidur.


" Kasihan sekali kalian..pasti sangat lelah kemarin,tapi..Daddy yakin kalian bahagia." gumam Kala dan mengecup kening kedua anaknya.


Kala membenarkan selimut yang menutupi tubuh anaknya.


Ceklek.


" Bro.." seru Marvin saat masuk ke dalam kamar itu.


" Eehh..Vin,aku akan ke rumah Senja,apa bisa minta tolong jagain mereka?" tanya Kala

__ADS_1


" Pergilah,semua persiapan sudah selesai dan Imam di masjid itu pun sudah konfirmasi pada pihak kita dan kita sudah harus di sana sekalian sholat Isya ." ucap Marvin


" Oke lah,aku gerak dulu..tolong kamu kasih tahu aku kalau ada apa-apa sama anak-anak." ucap Kala


" Tenang saja ,jangan khawatir soal mereka.Aku pastikan kalau Nagamu malam ini buka puasa." ucap Marvin dengan menggoda Kala.


" Sial*n , aku nggak berharap terlalu jauh dulu.Jalanin yang sudah ada aja dulu,jangan terlalu menginginkan sesuatu yang tidak pasti." ucap Kala.


" Aku yakin kalian saling memendam cinta dan rindu ,apalagi ada mereka berdua.Walaupun kalian melakukan nya dengan situasi berbeda." ucap Marvin


" Sudahlah ,aku pergi..jaga mereka baik-baik." ucap Kala dan melangkah keluar dari kamar hotelnya segera pergi ke rumah Senja.


Sedangkan Senja yang ada di rumah baru saja selesai mamasak dan membereskan rumah ,kini tinggal mandi .Dia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Saat selesai dengan ritual mandinya bertepatan dengan Kala sampai di depan rumah Senja.Dengan santai Kala mengetuk pintu rumah Senja . Mendengar ketukan pintu spontan Senja langsung melangkah menuju pintu depan dan membukanya .


Sejenak Kala terpaku dengan apa yang dia lihat saat ini .


" Kamu baru sampai?" tanya Senja


Bukannya menjawab Kala mengenakan jaketnya pada kepala Senja.


Senja baru menyadari kelalaiannya." Astaghfirullah..maaf." ucap Senja dan segera merapatkan jaket Kala dan langsung masuk kekamar nya .


Dia sangat teledor kali ini, untung saja Kala yang datang jika yang lain sangatlah dia berdosa karena aurat yang dia tutupi selam ini terlihat oleh orang lain bukan mahramnya


Kala duduk di ruang tamu tanpa harus Senja suruh dia masuk karena Senja dengan cepat pergi dari sana dan kini dia melihat Senja memakai jilbab instan yang menutupi rambutnya.


" Maaf.." ucap Senja.


" Kenapa kamu ceroboh.. hemm,apa karena memang kamu nggak sabarnya mau ketemu aku ..jadi kamu lupa pake hijab kamu?" tanya Kala dengan memicingkan matanya .


" Tadi aku buru-buru memang ,dan untungnya kamu yang dateng." ucap Senja penuh sesal.


Melihat wajah Senja yang menyesal dengan kelalaiannya pun Kala menepuk bahu Senja dengan mengisyaratkan bahwa tidak masalah untuk kali ini ,semoga tidak ada yang melihat saat Senja keluar tadi kecuali dirinya , walaupun mereka akan menikah lagi,tapi..Kala masih tercatat sebagai suami sah Senja.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2