
Karena kelelahan bercanda dengan sang Daddy kedua bocil itu pun tidur dengan nyenyak dengan Maira yang memeluk Senja dengan posesif sementara Arsen yang tidurnya sedikit lasak membuat Kala tak kebagian tempat.
" Hahhh..mereka pengganggu cilik menyiksa naga sakti ku saja .." gumam Kala melihat dua bocah kesayangannya.
Mendengar gumaman suaminya tentu saja membuat Senja terkekeh geli.Apalagi melihat tampang suaminya yang kacau karena perbuatannya dan dua anaknya.
" Kamu bebersih dulu sana mas,maafin mereka yaa.." ucap Senja dengan lembut menatap suaminya.
" Hemmm..nggak masalah,cuma masalahnya si naga belum mau turun yang,apalagi Maira dengan enaknya menguasai kesukaanku.." ucap Kala mengacak rambutnya frustasi.melihat Maira yang punya kebiasaan men*il dengan bundanya jika mereka tidur bersama.
" Astaghfirullah mas,anak sendiri saja kamu iri..dia sudah biasa kalau kita tidur bertiga nggak pernah mau lepas dari kesukaan nya." ucap Senja dengan terkekeh melihat tingkah laku suaminya.
" Terus kapan aku bisa begitu?'tanya Kala dengan muka melasnya dengan menunjuk benda kesukaan yang dengan indahnya terpampang jelas di hadapannya.
"Sabar..bisa di bicarakan baik-baik sama Maira,kamu bisa nego sama dia." goda Senja
" Hahh...sudahlah,intinya malam ini gagal buat enak-enak sama kamu." ucap Kala dan langsung masuk dalam kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya walaupun terpaksa dengan cara manual.
.
.
" Maafin bunda yaa ..kalian pasti kangen sama bunda yaa ..sampai sukses gangguin Daddy." gumam Senja melihat kedua anaknya yang terlihat sangat nyenyak dengan mimpi nya.
Malam semakin larut empat puluh lima menit Kala baru selesai dengan urusan mandi plus plus nya,saat melihat ke arah tempat tidur terlihat anak dan istrinya yang terlihat nyenyak dalam tidurnya.
" Kamu pasti lelah sekali saat nggak ada aku,apalagi dengan dua anak yang dua-duanya sangat aktif ,belum lagi kamu bekerja,aku nggak bisa bayangin perjuangan kamu saat nggak ada aku." gumam Kala membelai rambut Senja.
Merasa terganggu dengan perlakuan Kala , Senja pun membuka matanya perlahan.
" Eummm..mas,kenapa belum tidur?" tanya Senja
__ADS_1
" Nggak papa,aku nggak nyangka saja mulai malam ini kita bisa bareng sayang..bisa liat kamu dari dekat,nggak kucing-kucingan lagi." ucap Kala.
Senja bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju sofa bed,dia menepuk bagian sofa yang kosong.
Kala melangkah menuju sofa dan duduk di samping Senja." Sini,kamu tiduran sini.." ucap Senja menepuk pahanya.
Kala pun dengan senang hati menuruti kemauan istrinya." Nyaman sayang,kalau kayak gini aku bisa pulas tidurnya." ucap Kala
" Tidurlah,kita nggak mungkin berempat di atas tempat tidur itu,karena mereka tidurnya lumayan lasak." ucap Senja.
" Kamu pasti lelah selama ini mengurus mereka,apalagi nggak ada yang bantu-bantu kamu." ucap Kala mengecup tangan Senja bertubi-tubi.
" Walaupun lelah ,kalau aku melihat mereka hilang capek ku mas, apalagi waktu satu sampe tiga tahun mereka balita yang sangat menggemaskan." ucap Senja dengan menerawang jauh ke masa beberapa tahun lalu.
" Sayang nya aku tidak melihat mereka dari mereka menjadi janin yang hidup dalam perut kamu,merasakan gerakan mereka pasti sangat mengagumkan sudah begitu saat kamu melahirkan anak-anak kita harus menjalaninya sendiri.Tanpa aku dan keluarga kita,aku nggak bisa mengadzan kan mereka,tangan ini tidak bisa merengkuh tubuh kecil mereka, mengikuti perkembangan mereka dari merangkak sampai belajar berjalan,dan mendengar kata apa yang pertama mereka ucapkan..aku nggak mengalaminya Senja.." ucap Kala dengan menyembunyikan wajahnya pada perut rata Senja.
" Sudahlah mas,semua ini sudah takdir yang harus kita lewati untuk meyakinkan bahwa kita untuk bersama selamanya mulai hari ini." ucap Senja dengan wajah yang sudah berkaca-kaca.
" Aku ingin melihat perut kamu ini besar karena ulah naga sakti ku sayang ." ucap Kala dengan mengusap perut Senja dan menciuminya dengan lembut.
" Insyaallah ya..masa,semoga Allah memberikan kita amanah lagi secepat." jawab Senja
Kala yang mendengar penuturan Senja pun makin dia merasa sangat bahagia. Kala tiba-tiba duduk kembali dan langsung membenamkan bibirnya ke bibir istrinya.Sangat lembut dan penuh kasih sayang,tak ada penolakan dari Senja dengan sadar keduanya sama-sama menutup mata mereka merasakan setiap sesap*n,lum*Tan yang mereka lakukan.Saling memberikan sentuhan rasa yang nikmat membuat keduanya saling berbelit di dalam sana dan lama-kelamaan kegiatan itu menjadi semakin buas dan liar.Tangan Kala sudah tidak bisa lagi menahan diri mulai menelusuri punggung yang terasa mulus dan semakin merapatkan tubuh mereka berdua Senja pun sudah dalam keadaan berbaring di atas sofa dan Kala sudah menindihnya dan melancarkan aksinya .
Tangan Kala sudah menemukan sebuah benda kesukaannya menggenggam nya dan membuat Senja kelabakan karena ulahnya
" Aaaahhhh...mas.." desa*an Senja terdengar indah di telinga Kala dan membuat Kala makin menggila.
" Yes sayang.." saat Kala melepaskan tautan bibir mereka,setelah sekian lama mereka bertarung lewat mulut menyalurkan kerinduan yang sudah memuncah.
" A-ada anak anak..." ucap Senja di sela kegiatan yang mereka lakukan saat ini.
__ADS_1
Kala yang sedang berusaha meloloskan semua penutup tubuh istrinya.
" Please yaanggg..mas sudah nggak tahan." ucap Kala dengan wajah memelas.
Senja melihat wajah suaminya uang sudah lesu itu sedikit ragu Senja mengangguk mengiyakan kemauan suaminya.
" Kita mau melakukan disini?" tanya Senja di sela Kala yang sedang sibuk melepas kain yang menutupi tubuhnya.
Tanpa menjawab apapun Kala menggiring Senja ke kamar mandi dan menguncinya.
" Kamu yakin mas mau ngelakuin ini di sini?"tanya Senja yang tak menyangka suaminya akan mengajaknya enak-enak di kamar mandi.
" Mau dimana,di balkon..Ohhh...itu seru yang.." goda Kala
" Sint*ng kamu mas,ini hotel bukan tempat private kita." ucap Senja dengan wajah kesal mendengar fantasi se*s suaminya.
" Yaahhh..maklum yang,naga sakti sudah lama nggak nembak.." ucap Kala mengarahkan tangan istrinya untuk bertemu.
Senja sempat terkejut dengan sikap Kala,namun..dengan wajah memohon Kala meminta Senja memanjakan Naga Saktinya .
Kala duduk di tepi bathtube yang dekat dengan kaca terlihat jelas lampu dan gedung tinggi yang memancarkan sinar lampu kota Sidney.Saat ini Kala dengan wajah yang terlihat menikmati service dari pawang naga saktinya.Kala tak menyangka jika Senja menyetujui untuk memanjakan Naga saktinya.
Namun,dengan itu pun Kala tak mau egois dia pun memberikan apa yang Senja inginkan untuk membuat Senja merasa lebih di cintai oleh Kala.Mereka berdua serasa melupakan semua kenangan masalalu yang pahit di gantikan dengan panasnya malam di kota Sydney.Keduanya saling berpelukan saat menyadari bahwa untuk kesekian kali mendapatkan pelepasan yang terasa sangat nikmat tak pernah mereka sangka.
Bersambung.
Maaf yaaa...Si Kala. malam-malam kuda-kudaan di kamar mandi ...🤣
Saking nggak bisa di kompromi Naga Sakti nakalnya si Kala.
Jangan lupa like jempolnya dan Vote yaaa..
__ADS_1