
" Mas kamu..?!" seru Senja
Belum juga selesai perkataannya Kala mengangkat tangannya pertanda untuk Senja diam.Senja melihat mata suaminya yang sudah memerah dan terlihat air matanya yang sudah menggenang di sudut matanya.
"Sejak kapan kamu minum obat itu,apa begitu tidak ingin nya kamu mengandung anak dari benihku?" tanya Kala dengan wajah yang berubah dingin
" Mas.. denger dulu penjelasan aku,oke..aku minta maaf sebelumnya..maaf aku tidak minta ijin ke kamu kalau aku minum obat itu.Tapi, yang perlu kamu tahu aku sudah sebulan ini nggak minum obat itu..dan emang aku belum sempat buang sisa obatnya.Maaf yaa..buat kamu salah paham." terang Senja dan memeluk tubuh Kala yang membelakanginya.
Kala masih diam saja dengan perlakuan istrinya ,ada kelegaan dalam hatinya.
" Maaf aku sudah salah sangka." ucap Kala
" Aku juga minta maaf,sudah mengambil keputusan sendiri.Apa mas sengaja pulang telat karena masalah ini?" tebak Senja.
" Yaahh..aku nggak sanggup melihat kamu,aku ngerasa sedih saat menemukan obat itu di laci yang ada di kamar mandi.Apa sebegitu jahatnya aku,sampai kamu nggak mau lagi hamil."
" Maaf yaa...jangan marah lagi, please..aku sedih kalau kamu marah sama aku." ucap Senja dengan membalikkan tubuh suaminya berhadapan dengan nya.
Melihat ekspresi istrinya yang sedang memohon dengan tingkah yang terlihat menggemaskan membuat Kala tersenyum dan langsung memeluk tubuh Senja dan mencium pucuk kepala istrinya bertubi-tubi.
" Maaf sudah salah paham,sudah malam kamu tidur duluan ..aku mau ke ruang kerja ada yang aku mau selesai kan ." ucap Kala.
" Memang harus malam ini,bisa besok kan.. sebaiknya mas bebersih dulu terus aku siapin makanan buat kamu,pasti kamu belum makan kan.Setahu aku Marvin bilang kamu selesai meeting sore ,terus kamu pulang hampir tengah malam.Aku takut kamu sakit mas.." ucap Senja penuh perhatian.
" Hahhh... baiklah,mas bebersih dulu ,tapi..buatin mas susu saja nggak usah makan.Udah tengah malam juga kan..aku minum susu saja." ucap Kala.
" Kamu yakin minum susu,bukannya kamu nggak terlalu suka. susu mas..?"tanya Senja memicingkan matanya.
__ADS_1
" Entahlah.. rasa nya aku ingin minum susu hangat." jelas Kala.
" Baiklah aku akan buatkan.Kamu buruan ke kamar mandi " ucap Senja.
Akhirnya Kala pun. masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan. ritualnya dengan membersihkan dirinya.Senja pun juga turun kelantai bawah untuk membuat susu untuk suaminya.
Walaupun terasa aneh mendengar keinginan suaminya ,yang tiba-tiba meminta susu tetap saja dia buatkan untuk suaminya.
Senja masuk kedalam kamar dengan membawa segelas susu hangat untuk suaminya saat masuk ke dalam kamar tepat saat Kala menutup pintu kamar mandi dengan tampilan yang lebih segar dengan rambut sedikit basah dengan bertelanjan* dada dan memakai celana kolor nya.Malam ini entah mengapa aura Kala terlihat berbeda dari biasanya.
" Sayang..!!" tegur Kala saat melihat sang istri yang masih mematung di depan pintu kamar.
Kala mendekati istrinya yang masih mematung menatap dirinya,Kala yang melihat itu merasa istrinya sedang terpana memandang nya tanpa berkedip.Kala melambaikan tangannya di depan wajah Senja namun,tak ada respon sama sekali.
Click..
" Eeehhh...mas,ini susu yang kamu minta." ucap Senja tergagap karena sempat terpesona dengan keindahan tubuh suaminya dan membuat pikiran liarnya pun melayang layang.
" Jadii...istriku yang cantik ini ,kenapa wajah kamu merah begitu? apa kamu habis lari maraton di bawah sinar matahari sampai wajahmu merah begitu,atau kamu terpesona dengan keindahan tubuh suamimu ini?" goda Kala menyunggingkan senyuman smirks nya itu.
" Aaaahhhh..itu..anu ,,emm..apa ..masss,kamu ngeledek aku..?!!" ucap Senja dengan suara manjanya karena malu dengan suaminya yang sudah memergokinya yang sempat terpana pada tubuh suaminya.
" Hahahaha...sayang ,kami gemesin banget sih..!!" seru Kala meraih tubuh istrinya dan memeluk nyalalu menciumi wajah istrinya bertubi-tubi.
Wajah Senja berubah sangat merona dan bahkan merasa malu dengan suaminya, apalagi mengingat kembali beberapa saat lalu dia berpikiran mes*m dengan suaminya.
" Sudah lah mas,Senja malu ihhh.." ucap Senja menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
__ADS_1
" Kenapa malu,aku kan suami kamu yang..." ucap Kala dengan membelai rambut Senja dengan lembut.
" Minumlah susunya,keburu dingin..terus kamu pake baju mas..takut kalau masuk angin." ucap Senja
" Aku nggak mau pake baju yang..rasanya gerah,terima kasih susunya..kita istirahat yaa..maafkan aku buat kamu begadang ."ucap Kala merangkul pundak Senja dan duduk di pinggir tempat tidur mereka.
" Aku khawatir karena kamu belum pulang-pulang , apalagi kata Marvin kamu sudah pulang dari sore. Sebenarnya kamu dari mana mas?"
" Maaf yaa..tadi mas sempat kecewa sama kamu karena melihat pil KB itu,dan mas setelah meeting tadi..mas ke sekolahan SMA kita dulu." terang Kala
" Ngapain mas kesana ?" tanya Senja penasaran.
" Nggak ngapa-ngapain,cuma duduk di samping lapangan basket dekat UKS..inget sewaktu kamu nemuin aku dan minta maaf,tapi..dengan bodo* nya aku malah menghindari kamu dan itu pertemuan terakhir ku dengan kamu sebelum aku berangkat ke luar negeri untuk kuliah ." ucap Kala menerawang jauh
" Sudahlah jangan ingat-ingat kembali dengan peristiwa yang buat kita sedih." ucap Senja dengan mengusap lembut rahang tegas suaminya.
Perlakuan Senja yang melihat biasa namun, tidak demikian dengan Kala ,naga saktinya langsung ON begitu saja.
" Hemmm...sayang,kamu menggoda ku hemmm? lihatlah,kelakuan kamu ini buat dia bangun dengan sendirinya." ucap Kala mengarahkan pandangannya ke tengah pangkal pahanya yang memperlihatkan betapa Naga sakti nya sudah siap perang malam ini.
" Siapa takut,aku ingin dia malam ini.." ucap Senja dengan suara yang terdengar lembut dan sexy.
Kala mendengar istrinya yang tak malu-malu menginginkan dirinya ,tak akan dia sia-sia kan keadaan ini dan tanpa pikir panjang Kala pun membaringkan tubuh istrinya dan langsung menindihnya , menyerang nya dengan nafas yang memburu.
Senja pun tak mau tinggal diam,dia malam ini seperti Senja yang berbeda yang biasanya hanya mengimbangi permainan suaminya ,malam ini Senja sedikit mendominasi.Walaupun bagaimana pun caranya Kala tak mau kalah dengan istrinya ,dia tetap memimpin permainan yang membuat dia dan Senja terlihat berbeda dan malam seperti tak ada yang mau mengalah ,namun..bagaimana lagi tenaga Kala tetap lebih unggul dari Senja.
Senja tidak tahu kenapa akhir-akhir ini begitu rindu dengan sentuhan suaminya dan selalu ingin menjamah tubuh suaminya.
__ADS_1
Bersambung