
Wadidawww...banyak yang minta double up,hemmm..gimana yaa??
Terus terang othor pengen banget namun,memang nggak bisa janji karena masih dengan keadaan badan yang lelah sehabis acara Agustusan dan juga kebetulan baru kelar jadi team setrikaan di hajatan kakak ipar dan alhasil tepar , suami pun lagi sakit juga jadi plus ngurus bayi gede itu lebih sudah dari pada ngurus bayi bener² bayi hehehe...
Maaf jadi curhat,karena author pun tak bisa mengabaikan keluarga author di dunia nyata ..😍
Tetep love juga sama readers yang selalu setia menunggu kehadiran Senja dan Kala.
Jom kita teruskan cerita Mereke...
⬇️
Pagi hari Senja sudah sibuk di dapur dan jam enam waktu setempat pun Senja sudah menyelesaikan masakannya yang akan dia bawa ke kantor.
Saat ini tugasnya untuk membangunkan kedua buah hatinya.
"Pagi sayang...bangun yuk udah pagi.." ucap Senja seraya berbisik pada kuping anaknya dan mengelus kepala buah hatinya.
Senja menggoyang kan tubuh kecil anak laki-laki nya yang persis dengan ayahnya dari wajah dan juga tingkahnya yang diam kadang absurd.sementara si gadis kecilnya yang tak kalah cerewet dan juga jahil dan manja.
'"Eghh.. lima menit lagi Bun please..!!" ucap Arsen dengan mata yang masih tertutup.
" Nggak jagoan,cepat bangun mandi,lalu bunda tunggu buat sarapan.Bunda sudah bilang hari ini bunda ada banyak pekerjaan di kantor." ucap Senja mencoba membangunkan di bocah laki-laki nya dengan mendudukkan dia supaya bangun.
"Ooh..aku malas sekali bangun,tapi..demi bunda okey lah..." gumam bocah laki-laki itu dan melangkah menuju kamar mandi.
Setelah memastikan anak laki-lakinya masuk ke kamar mandi Senja langsung beralih pada gadis kecil yang masih sekamar dengan sang Abang .Paras cantik imut dan juga menggemaskan.Apalagi kalau sudah kumat centilnya membuat orang pasti jatuh hati padanya.
" Heii.. princess..wake up please!" ucap Senja mencium pipi yang menggemaskan milik Amaira.
Gadis itu masih bergeming tak terganggu sedikitpun " Sayang ,bangun yuk...bunda harus kerja hari ini." ucap Senja
" Bunda..hiks..hiks.." Senja dengan sigap memeluk gadis kecilnya yang tiba-tiba menangis.
" Ada apa princess nya bunda,Maira sakit?"tanya Senja merasa khawatir
"Hiks hiks bunda..Maira mau ikut bunda kerja aja,nggak mau sekolah sama Arsen." ucap Maira dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya.
__ADS_1
" Kenapa?"
" Mereka jahat bun sama Maira,masa Maira di bilang nggak punya Daddy ,padahal Maira punya kan?"
ucapan putrinya sungguh membuat Senja terkejut dan terasa bersalah dengan kedua buah hatinya.Apa ini saatnya mereka kenal ayah nya.Apakah Kala akan memaafkan dia yang sudah pergi dari rumah.
" Bunda bilang Ayah suruh datang kemari, aku rindu ayah..hiks hiks.."
" Sssttttt..sudah yaa,jangan nangis nanti ayah juga pulang ,doain ayah cepet banyak uang supaya bisa jemput kita yaaa..?"
Setelah sedikit tenang Maira akhirnya mau berangkat sekolah dengan abangnya.
Sifat kedua anaknya memang bertolak belakang Arsen yang pendiam tak banyak bicara dan gengsinya yang tinggi dan berusaha keras untuk menjadi seorang yang melindungi keluarga nya sementara Amaira sebagai anak perempuan yang sensitif apalagi dengan kasih sayang orang tuanya terutama ayah. Walaupun Senja sudah berusaha untuk menjadi ibu dan juga ayah bagi kedua anaknya tentu saja beda .Kadang jika Maira rindu sosok ayah pun Ali berusaha menjadi ayah bagi Maira dan Arsen namun,tentu saja rasa nya beda dengan yang mereka inginkan.
Senja melihat putranya yang berdiri di ambang pintu dengan tatapan danar. Namun Senja tahu jika anak laki-laki nya itu sedang menyembunyikan sebuah luka.
Senja ingin menghadirkan sosok ayah bagi anak-anak nya namun,ego dia masih mengalahkan segalanya karena rasa kecewa.
Setelah selesai menyiapkan kedua anaknya untuk bersiap , Senja dengan cekatan menyiapkan bekal untuk kedua anaknya .Setelah itu tepat jam tujuh pagi Viana menjemput mereka dan sekarang Senja mengendarai mobilnya ke arah kantornya.
"Wahh..makanan yang kamu bawa itu buat big boss ya Sen?" tanya Maria sekretaris Mr Julian.
" Iya Maria,buat kamu juga ada ..ini aku pindahin,pasti boss sama asistennya juga sama pak Julian yang makan di ruang meeting nanti yang ada kamu nggak kebagian." ucap Senja menyerahkan box makan pada Maria
" Thak's you Senja.." ucap Maria dengan memeluk Senja erat.
" Sudahlah,kamu nanti tinggal sajikan saja,aku mau mulai kerja ..bye.." ucap Senja dengan langsung melangkah keluar untuk ke ruangannya.
Jam sepuluh pagi Kala dan juga Marvin sudah sampai di Sidney dan mereka menginap di hotel milik keluarga Bahtiar.
" Kala,jam sebelas nanti kita langsung ke kantor ." ucap Marvin mengingatkan
" Hemmm.." jawab Kala singkat.
Marvin hanya bisa menghela napasnya karena semenjak Senja pergi Kala adalah tipe orang yang irit bicara.
Setelah tiba waktunya akhirnya Kala bersama Marvin menuju kantor cabang yang ada di Australia K'Bahtiar Group .
__ADS_1
Tiga puluh menit mereka sampai kantor dan di lobby kantor sudah berderet karyawan karyawati yang menyambut mereka. Namun,sayangnya Senja hari ini harus ke bank untuk mengurus sesuatu.
" Selamat datang Mr Kala.." ucap Mr Julian
" Hemmm.." jawab Kala dengan wajah datarnya.
Ternyata bukan rumor ,memang bosnya itu adalah orang yang dingin batin para pekerja di sana,dan Marvin hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Kita bahas masalah yang ada atau makan siang dulu Mr?" tanya Julian.
" Bahas dulu,belum waktunya makan siang kan?" ucap Kala dengan datar
" Baiklah.." ucap Julian dengan pasrah.
Akhirnya mereka membahas mengenai problem yang mereka hadapi dan Kala yang akan turun langsung dalam masalah ini.
Setelah selesai dengan berbagai kesempatan akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang.
" Kita mau makan dimana Mr Julian?" tanya Marvin
" Kita makan disini saja ,kemarin saya sudah menyuruh orang untuk masakan Indonesia untuk kalian." ucap Mr Julian
" Wahh..betulkah, Alhamdulillah nggak harus makan ayam goreng tepung.. hehehe." canda Marvin.
Maria akhirnya menyajikan makanan yang Senja masak dan tentu saja hidangan sederhana ala rumahan yang memang jarang Kala dan Marvin nikmati membuat mata mereka berbinar.
Karena pastinya mereka biasa makan malam atau siang dengan klien di restoran yang mewah .Setelah melihat hidangan di depan mata mereka sungguh menggoda iman.
Kala dan Marvin dengan cepat melahap makanan yang ada di piring mereka .Saat makanan itu masuk keindra pengecap nya keduanya saling pandang serasa keduanya mengenal cita rasa masakan yang mereka nikmati.
" Senja..tapi,mana mungkin di disini tanpa ada saudara satupun." batin Kala.
"Senja..apa Kala merasakan apa yang gue rasain sekarang." batin Marvin
Marvin melihat Kala yang lahap makan menu makan siang mereka,dia tersenyum tipis karena baru kali ini dia semangat untuk makan setelah enam tahun berlalu
Bersambung
__ADS_1