
Arsen dan Maira kembali ke Caffe milik sang bunda dengan membawa sebuah paper bag.
"Arsen,Maira..kalian dari mana saja,bunda dari tadi cari kalian kok nggak ada?"tanya Senja saat melihat kedua anaknya masuk dalam Caffe
"Bunda lupa,kalau kita ijin ke minimarket buat beli ice cream,nih..kalau bunda nggak percaya."ucap Maira dengan menyodorkan paper bag yang ada dalam tangannya.
"Tapi,bukannya kalian ijin dari satu jam yang lalu,terus kenapa baru balik..kemana kalian?"tanya Senja dengan menatap intens kedua anaknya.
"Maaf Bun,tadi di sebelah sana ada atraksi..adek minta berhenti buat lihat..jadi lama.Maafin kami ya Bun?" ucap Arsen memberikan alasan
Memang tak bohong apa yang di katakan Arsen,saat mereka keluar Caffe Resto milik Senja,tak jauh dari sana seperti biasa ada pengamen jalanan yang membuat aksi seperti sulap dan pantomim.
"Ada apa ini Senja,kenapa kamu marahin mereka?"tanya Viana mendekati ibu dan anak itu yang sedang duduk di kursi dekat dengan pintu masuk.
"Nggak papa,aku cuma khawatir.anak-anak ijin ke minimarket dari satu jam yang lalu dan mereka baru kembali,aku cuma khawatir.Mereka bilang kalau sempat melihat pertunjukan pengamen jalanan."ucap Senja.
"Apa yang di bilang anak kamu benar,memang setiap tiga jam sekali ada pengamen jalanan dekat dengan minimarket.Sudahlah,jangan terlalu parno gitu..kalaupun mereka ketemu,nggak mungkin dia akan celakain mereka,sudahlah ..Arsen,Maira istirahat di ruangan bunda kalian." ucap Viana
Viana tahu ketakutan Senja ,karena Senja sempat cerita dia sudah resign karena Kala dia tidak mau ketemu dengan Kala kembali.Viana pun menghargai keputusan Senja ,namun..Viana pikir itu tak ada pengaruh nya apalagi Kalau sudah bertemu Senja,sudah pasti Laki-laki itu akan mengumpulkan data tentang Senja dengan dengan mudah.
Viana dan Ali pun sebenarnya merasa kasihan pada si kembar ,jangankan mengenalkan pada sang ayah kandung nama dan rupanya pun tak pernah Senja bahas dan kasih tahu.
"Aku cuma takut dia akan mengambil mereka dariku Vi.." ujar Senja .
"Senja,kamu pernah berfikir tidak,kalau suatu saat anak kalian semakin lama semakin besar,dan tentu kamu ingat dengan kejeniusan anak kamu Arsen, dengan mudah dia akan mencari informasi tentang ayahnya.Tapi,apa iya..mereka mau begitu saja ninggalin kamu gitu aja,selama bertahun-tahun mereka hidup dengan mu tanpa sosok laki-laki di dalam rumah kamu.
Aku sempat melihat Arsen menangis karena di ejek temannya tak punya ayah ,apa kamu pernah melihat? tentu tidak kan, sudah dia putuskan untuk Arsen diam dan hanya memendam kerinduan pada daddynya tanpa harus membuat kamu sedih.Itu anak kamu ,dia rela merasakan sakit diluaran sana yang penting kamu tidak melihat kesakitan nya di dalam rumah."
Ucapan Viana panjang lebar membuat pukulan telak di hati Senja bagaimana dia abai dengan keadaan kedua anaknya.Arsen memang anak yang cerdas dan juga tak gampang di bohongi,dia akan memecahkan sendiri suatu masalah dengan pemikiran nya sendiri..
Lagi-lagi ego yang mengalahkan segalanya ,rasa cinta diantara mereka tipis dengan rasa benci mereka,membuat buah hati mereka yang menjadi korban.
"Mulailah berdamai dengan hatimu Senja,jangan bentengi hati anak-anak mu seperti layaknya hatinmu.mereka masih kecil yang butuh kasih sayang ayah dan ibunya secara bersamaan.Aku nggak minta kamu menerima kembali Kala dalam hidupmu,tapi..kamu harus bicara baik-baik padanya untuk menyelesaikan masalah kalian demi anak kami sendiri." ucap Vania panjang lebar.
__ADS_1
Viana meninggalkan Senja yang masih bertarung dengan pikirannya.
Memang benar adanya jika anak-anak nya masih memerlukan ayahnya juga ibunya.Senja sadar ada sisi dimana dia tak bisa menjadi seorang ayah karena memang keterbatasannya.
.
.
.
Sore hari Senja dan kedua anaknya sudah sampai rumah ,mereka masing-masing menjalankan kebiasaan seperti sebelumnya.Namun,saat Senja melihat kedua anaknya terlihat dekat tak seperti biasa yang setiap hari akan ada saja kejahilan Maira pada sang Abang.Namun,malam ini terlihat kedua anaknya terlihat manis dan begitu dekat tak seperti biasanya.
"Sayang,kalian ada tugas sekolah nggak?" tanya Senja saat dia masuk kedalam kamar anaknya.
"Sudah beres Bun." jawab Arsen
"Iya Bun,sudah beres ..tenang saja.Kita sedang main game ."ucap Maira.
"Oke,jangan malam-malam tidur nya.Bunda kekamar yaa.." ucap Senja dan mencium pucuk kepala kedua buah hatinya
"Good night Bun." jawab keduanya.
Senja akhirnya keluar dari kamar anaknya dan melangkahkan kakinya ke dalam kamarnya.
Sementara kedua anaknya langsung mengambil tab milik Arsen dan menghubungi nomor seseorang
"Assalamualaikum.. anak-anak Daddy" terdengar salam dari sebrang sana dan menampilkan rupa laki-laki yang sedang ada di atas tempat tidur.
"Wa'alaikumsalam dad.." jawab keduanya.
"Kalian bisa telpon Daddy,emang bunda nggak ada?"
"Bunda sudah ke kamarnya dad.."
__ADS_1
"Terus kalian kenapa belum tidur,ini sudah malam nak.."
"Kita kangen sama Daddy,kan tadi sebentar ketemunya." ucap Maira dengan wajah sedih.
"Tenang sayang,besok Daddy akan ketemu kalian di sekolah,gimana?
"Boleh dad,kita tunggu Daddy sebelum bunda jemput.. biasa nya bunda jemput setelah dhuhur."
"Oke baiklah.., sekarang kalian bobo..besok biar nggak kesingan.Jagain bunda terus yaa.."
"Itu pasti dad.." jawab Arsen
"Good boy,Daddy tutup dulu yaa..kalian bobo, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Mereka akhirnya mengakhiri panggilan video mereka.Kedua bocah itu pun akhirnya tidur dengan nyenyak dengan mimpi indah mereka.
Namun,tidak dengan Senja yang masih berperang melawan hati dan pikirannya.Anak-anaknya semakin besar dan kemungkinan Kala akan menemui mereka.Walaupun saat ini dirasa Kala belum bertindak,Senja tahu bahwa Kala suatu hari akan menemuinya dan pastinya keberadaan kedua anaknya tak dapat lagi disembunyikan.
Keseesokan harinya ,Senja mengantarkan kedua anaknya berangkat sekolah.Namun,hari ini mereka terlihat bersih semangat untuk pergi ke sekolah.Senja tak curiga dengan tingkah kedua anaknya yang terlihat manis dua hari ini.
"Kalian baik-baik di sekolah,Arsen jagain adiknya yaa..?" pesan Senja pada kedua anaknya.
" Oke Bun.." ucap Arsen singkat.
"Baiklah masuklah, sebentar lagi masuk." ucap Senja dan kedua anaknya pun akhirnya masuk kedalam sekolah.
Saat akan masuk ke dalam mobil,Senja melihat wali kelas kedua anaknya dan dia pun basa-basi dengan menanyakan soal anaknya dalam belajar.
Senja teringat akan tugas yang di bilang sang anak menggambar dengan menuliskan nama dan juga profesi,namun..dengan rasa kecewa karena di bohongi sang anak karena kenyataannya tidak ada tugas yang kedua anaknya ungkapkan.
Senja melajukan mobilnya dengan perasaan berkecamuk,ada apa dengan kedua buah hatinya.Apa mereka sudah mengetahui tentang sang ayah maka dia akan membuktikannya nanti.
__ADS_1
Bersambung
Hari ini double up di jam Kunti yaa..