
Pagi menjelang Kala lebih dahulu dan matanya yang tadinya terpejam kini menatap sosok yang ada dalam dekapannya.
Senyum yang manis terbit di bibirnya dan dengan intens dia menatap wajah cantik yang masih terlelap dalam tidurnya.
" Terima Kasih, terimakasih kamu sudah menjaganya untuk ku. Entah Apa yang akan terjadi jika dirimu tahu jika pernikahan ini bukan hanya pernikahan paksa yang aku lakukan padamu..mungkin kamu akan benci pada ku saat tahu apa yang mendasari terjadinya pernikahan ini " gumam Kala membelai lembut pipi sang istri.
"Eeemmmhhh...mas.." lenguh Senja menatap wajah suaminya dan tersenyum malu dengan cepat menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Kala.
"Heii..kenapa ,jangan malu..kita sudah melakukan nya , terimakasih sudah menjaganya untuk ku." ucap Kala dengan lirih dan mengecup kening Senja dengan lembut.
"Sudahlah..,ini jam berapa,kita harus kerja." ucap Senja
" Hari ini kamu izin ,dan nggak ada bantahan. Sebentar,aku ke kamar mandi buat siapin air untuk kamu.Hari ini aku yang akan membuat kerjaan mu beres.oke?!
" Mas juga nggak kerja?" tanya Senja karena melihat suaminya yang masih santai
" Mas berangkat setelah selesai mengurusnya." ucap Kala dengan begitu manis.
" Tapi mas,itu kan sudah jadi tugas aku." ucap Senja.
" Khusus hari ini biar aku saja yaa..kamu harus banyak istirahat." ucap Kala menuju kamar mandi
Kala menyalakan kran air dan mengisi buthub dengan air hangat dan memberikan aroma terapi untuk membuat Senja merasa lebih relaks.
Sambil menunggu sampai buthub penuh Kala membersihkan diri nya di bawah shower.
Dia merasa bahagia dengan apa yang terjadi semalam namun,ada sekelumit rasa bersalah pada Senja karena dia melakukan nya dalam kebohongan.
Kala selesai mandi dan mematikan air yang mengalir di buthub .Dia segera keluar dari kamar mandi dan melangkah mendekati istrinya yang masih merebahkan tubuhnya di ranjang.
" Senja,yuk..mas bantu untuk kekamar mandi." ucap Kala
"Aaaaa...mas,turunin aku mas..!!" pekik Senja saat Kala membopong tubuh nya.
Kala membawa tubuh Senja kedalam kamar mandi dan meletakkan tubuh Senja di dalam bathtub yang sudah penuh dengan air hangat dengan aroma terapi.
"Gimana,nyaman?" tanya Kala
" I_iya mas , terimakasih." ucap Senja dan menikmati kegiatan berendam nya
" Kalau butuh bantuan bilang yaa..mas ke luar dulu ." ucap Kala.
Senja hanya mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.
__ADS_1
Setelah itu pun Kala keluar kamar nya dan menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka yang dia pesan jasa ojek Online.
Sementara jam menunjukkan jam sebelas siang.
Dua puluh menit berlalu Kala kembali ke kamar dan melihat Senja yang keluar dari kamar mandi dengan sedikit tertatih.
" Ya Allah Senja..kenapa nggak panggil aku." ucap Kala langsung membantu Senja untuk duduk di kursi di depan meja rias nya.
Dengan telaten Kala membantu mengeringkan rambut basah Senja.
" Mas, seharusnya kamu nggak perlu susah susah sih mas..." ucap Senja
" Sudahlah Senja ..biar hari ini aku memberikan service terbaik untuk kamu." jawab Kala dengan senyuman manisnya
" Terima Kasih mas.." ucap Senja dengan wajah berseri.
" Kita makan dulu yaa..setelah makan,aku kekantor,kamu tetap dirumahnya istirahat." ucap Kala
" Iya mas." jawab Senja singkat
Akhirnya mereka pun makan siang berdua karena memang hari ini mereka melewati sarapan pagi mereka.Setelah beberapa saat mereka menyelesaikan makan siang mereka dan Kala pun mengatakan jika akan ada ART yang akan membantu pekerjaan Senja yang akan masuk jam delapan Pagi sampai jam enam sore.
Senja ingin menolak namun,Kala dengan tegas mengatakan jika Senja harus menurut.
" Senja kenalkan ini bibi Murni yang akan bantu kamu bersih_bersih rumah,bibi ini istri saya Senja semoga bibi betah di sini." ucap Kala.
" Iya tuan ,nyonya Senja saya Murni semoga nyonya berkenan untuk memberikan bibi arahan untuk apa saja yang bibi kerjakan nanti." ujar wanita paruh baya itu.
" Iya bi,semoga bibi betah di sini." ucap Senja.
Akhirnya Kala pun berangkat ke kantornya sementara Senja di rumah untuk istirahat.
" Bi murni ,disini bisa beberes aja kalau sarapan saya yang buat untuk mas Kala ,terus cucian juga paling nanti saya cuci paling bibi gosok aja,paling bantuin saya jagain tanaman saya bi ,diatas rooftoop nanti akan ada kebun kecil yang akan saya buat mungkin hari Minggu nanti kita kerjakan .Karena memang kita baru pindah kesini.Untuk lainnya bibi bisa sesuai kan saja.Anggap rumah sendiri dan tolong jangan panggil saya nyonya panggil Senja saja ." ucap Senja pada ART yang di tugaskan Kala untuk membersihkan rumahnya itu.
Kala masuk ke dalam kantor nya dengan langkah lebar dengan wajah lebih ceria.
" Wah ..wah..wah..ada apa nih sama si bos,nggak biasanya seceria ini ..baru dapet undian boss?" goda Rayyan
"Kepo..?!! " seru Kala melangkah masuk dalam ruang kerjanya.
" Kal, Senja nggak masuk ..dia sakit?" tanya Marvin
" Enggak ..memang gue suruh istirahat,kita kan baru pindahan." ucap Kala santai.
__ADS_1
" Yahh...kita sih percaya saja ,lagian kalaupun dia nggak kerja lagi juga sah_sah saja ,karena tanpa dia kerja pun kan sudah ada Lo yang bisa ngidupin dia." ujar Atharva
Sebulan berlalu semenjak malam panas itu pun masih ada malam panas berikutnya untuk Senja dan Kala.
Dita bahagia dengan hidup sahabatnya juga sepupunya. Mereka adalah pasangan paling serasi walaupun pernikahan mereka masih menjadi rahasia di khalayak umum
Siang ini keempat orang sahabat yang sedari orok sudah bersama,mereka sedang berada di ruangan Kala karena mereka habis meeting.
" Al,gimana hubungan Lo sama Senja ?"tanya Marvin.
" Nggak gimana_gimana,emang kenapa ?" tanya Kala
" Yah..maksud Marvin tuh,apa Lo sudah perasaan cinta sama dia?" tanya Ray.
" Kalian tahu kan niat awal gue nikahin dia , kalaupun kita sudah melakukan hal jauh pun itu sudah jadi hak dan kewajiban kita berdua." ujar Kala santai.
"Maksudnya Lo udah icip_icip alias unboxing?" tebak Athar
" Hemmm.." jawab Kala
" Gil* Lo..heh,katanya cuma pernikahan karena syarat kakek tapi,kenapa Lo malah udah lakuin sejauh itu?" tanya Rayyan dengan heran.
" Gue juga nggak nyangka kalau gue buat ini semua,tapi.. berjalan nya waktu gue ngerasa nyaman sama dia.Walaupun,nggak gue pungkiri alasan mengapa gue nikah sama Senja karena itu syarat dari kakek ,supaya gue bisa duduk di kursi ini,kakek memaksa gue buat nikah cepat_cepat..dan kalian tahu, gue mana ada cewek,saat itu gue liat Senja dan gue pikir nggak ada salahnya gue manfaat kan peluang itu untuk membuat Senja jadi istri gue,karena gue tau keluarga gue nggak bakal nolak Senja dan ,Senja dengan segala kebaikan yang dia dapat dari keluarga gue dan juga gue tahu awalnya dia tidak akan terima gue .setelah dia ingat jasa Oma sama Opa untuk dia dengan begitu dia terima gue. Simple kan, Keluarga gue bahagia punya mantu Senja dan gue bisa berdiri disini tanpa harus orang lain yang menguasai." ujar Kala panjang lebar.
" Walaupun gue tahu dan sadar ,hati gue sudah terpaut dari dulu ke Senja " Ucap Kala dalam hati.
Yahh..Kala memang sudah ada rasa pada Senja sejak cium*n pertamanya saat jaman putih abu_abu.
Namun,tanpa mereka sadari Senja sudah ada di depan pintu ruangan Kala dan mendengar ucapan Kala tentang alasan dia menikahinya dengan buru_buru.
Senja yang merasa di bohongi,sangat kecewa dengan kenyataan yang ada. Senja terasa di permainkan,dia merasa tidak berharga sama sekali di hadapan suaminya .Siapa dia ,hanya anak yatim piatu yang diangkat anak oleh seseorang.
Senja yang awalnya ingin mengajak Kala makan siang karena Sita sedang cuti ke Madrid mengunjugi kedua orang tuanya bersama Opa dan Oma nya.
Namun,dia menemukan fakta yang membuat hatinya sakit. Dia langsung keluar dari Kantor dan naik taxi online segera ke rumahnya.
Setelah sampai di rumah bibi Murni yang ijin karena ada saudaranya yang punya acara akhirnya Senja dengan langkah cepat dia mengemasi barang-barangnya dalam koper kecil .Dengan cepat dia keluar dari rumah nya .
" Maaf mas,Ini mungkin yang terbaik..selamat tinggal " gumam Senja
Senja yang sudah merasa kecewa sebelum menikah dengan Kala kini mendapat kekecewaan yang lebih menyakitkan,dia tak sanggup untuk melihat orang yang dia benci saat ini sekaligus dia cintai.
Bersambung
__ADS_1