
Kala merasa lega setelah tahu kedua anaknya bersama keluarga nya .Malah Kala sempat kaget jika Marvin bilang dalam pesan nya mereka sedang berlibur.
" Mas, kamu buruan mandi setelah itu kita cari si kembar.." ucap Senja saat keluar kamar mandi.
Kala melangkah mendekati Senja dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
" Jangan risau, anak-anak sedang jalan-jalan dengan semuanya..,dua anak itu terlalu menggemaskan tapi, bunda nya lebih menggemaskan kalau lagi mode malu-malu gini...pipi kamu sudah merah tau, tapi..itu yang buat aku sangat suka melihat Senja yang pipinya kemerah-merahan." ucap Kala dengan wajah di ceruk leher Senja dan membisikkan kata-kata demi kata yang membuat jantung Senja melompat lompat dan membuat kaki Senja serasa tak kuat untuk bertumpu,untung saja Senja yang sudah duduk manis di depan kaca meja rias hotel.
Kala tak segan lagi untuk menggoda istrinya yang memang selalu bersikap malu-malu pada nya .
Cup
" Tunggu sebentar ,mas mau mandi dulu.setelah itu kita juga akan jalan-jalan berdua."ucap Kala melangkah dengan santainya ke dalam kamar mandi.
Setelah mendengar Kala menutup pintu kamar mandi,seketika Senja tersadar dari keterpakuannya.
" Astaghfirullah..ada apa dengan jantungku.." gumam Senja dengan menyentuh dadanya yang sedari tadi jantung nya berdebar kencang
Senja segera merapihkan penampilan nya dan memoles sedikit wajahnya.
Suara pintu terbuka menyita perhatian Senja dan refleks menoleh kearah dimana Kala yang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan lilitan handuk yang hanya menutupi bagian pinggang ke bawah.
Senja yang melihat pemandangan itu merasa susah payah menelan Silvanya.Sementara Kala yang melihat Senja tertegun dengan tampilannya mendadak ingin menggoda istrinya itu.
Kala melangkah mendekati Senja yang masih mematung di tempatnya.
Clek
Kala menjentikkan jarinya di depan wajah Senja dan dengan cepat dia tersadar dengan tindakannya
"Terpesona..hemmm,mau pegang juga boleh dengan senang hati aku ijinkan kamu menyentuh bahkan bisa merasakannya." ucap Kala dengan berbisik pada telinga Senja
Sungguh malunya Senja yang telah tertangkap basah karena sempat terpesona dengan tubuh Kala,saking malunya dia membalikkan tubuhnya,wajah nya pun sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Bodoh banget sih kamu Senja.. sempet-sempetnya terpesona sama ...aaauuughhh..." batin Senja meruntuki kebodohannya
" Masss...cepetan kamu pakai baju kamu,nggak ada malunya banget sih..di kamar ini kan ada aku.." omel Senja dengan membelakangi Kala.
__ADS_1
Mendengar Omelan Senja tentu saja membuat Kala terkekeh geli karena istrinya masih malu-malu jika berhadapan dengan nya.
" Apa salahnya,aku loh yang seharusnya nya ngomel dan juga merasa kesal karena kamu sudah berani-beraninya mengagumi pesona ku tapi nggak mau ngaku.." ucap Kala dengan senyuman jahilnya.
" Iihhh...kegeeran kamu,ma-mana ada aku begitu,sudahlah ...aku mau makan,laperrr..!!"
Senja merasa kesal dengan omongan Kala yang sudah memojokkan dia,dan dengan cepat dia melangkah kan kakinya ingin keluarga dari kamar hotel namun , langkahnya terhenti saat Kala tiba-tiba menarik tangan nya dan membalikkan tubuhnya berhadapan depan Kala.
Senja menahan dada Kala saat dia menarik pinggang Senja dan merapatkan tubuh mereka.
" Ma_mas...bisa nggak jangan gini,aku nggak nyaman" ucap Senja dengan berusaha untuk melepaskan pelukan Kala.
" Aku kangen sama kamu, terima kasih untuk semalam." ucap Kala membuat Senja bingung dengan omongan Kala barusan.
" Terimakasih buat?"
" Buat pelukan hangat kamu,itu hal yang buat aku nyenyak tidur semalam ,terima kasih yaa..dan aku janji akan selalu menjadi orang yang ada buat kamu dan berjanji untuk,membuat kamu jatuh cinta padaku ..Lagi..Lagi dan Lagi .!!" ucap Kala dengan wajah penuh bahagia.
" Apa selama ini kamu susah tidur mas?" tanya Senja pada suaminya.
Mendengar penjelasan Kala membuat hatinya sedih ,ada apa dengan suaminya.Memang selama ini dia lihat cekungan mata suaminya sangat menggangu pemandangan nya.Apalagu dengan tampilan. suaminya sekarang yang menumbuhkan jenggotnya.
"Semalam itu adalah tidur paling lama aku setelah kamu pergi dari aku." ucap Kala kembali.
" Sudah lah, sekarang anak-anak gimana? kita nyusul mereka yaa..?!" pinta Senja dengan wajah memelas.
" Nggak usah laga,kita akan pergi berdua.Dan aku ingin ajak kamu ngedate "
" Ngedate,kayak anak ABG aja.." gerutu Senja.
" Anggap saja kita masih SMA.." ucap Kala
" Ngaco, udah buntut dua juga.."
" Buntut aku satu yanggg..." protes Kala.
" Hahh..satu, kamu...
__ADS_1
" Kamu nggak percaya ,sini aku kasih tahu buntut aku.* potong Kala dan mengambil tangan Senja dan mengarahkan pada tombak saktinya..
Jelas-jelas Senja kaget dengan tindakan Kala yang terbilang kemesuman suaminya meningkat drastis.
" Aaaaa...Kalaaaaa..!!" jerit Senja dengan memukul-mukul bahu Kala dengan memberi buta
Bukannya marah dengan tindakan Senja yang memukulinya,malah Kala tertawa terbahak-bahak melihat reaksi istrinya yang benar-benar membuat nya semakin gemas..
" Sorry-sorry ..tenang aja dia sudah jinak sama kamu...hahaha.."
" Nggak lucu,sudahlah aku mau makan lapar..!!"
" Oke-oke kita makan sekarang , sorry yaa..tadi becanda sayang,habisnya kalau lihat wajah kamu yang sudah malu-malu buat aku gemas tau nggak...rasanya pengen ...
" Mau aku tabok mulut kamu mas...!!" potong Senja melihat kearah suaminya dengan tatapan matanya yang tajam.
" Baiklah kita makan sekarang,mau makan di restoran hotel atau kita mau keluar hotel?" tanya Kala dengan menggandeng tangan Senja dengan erat.
" Di restoran bawah saja lah,udah paper banget soalnya." jawab Senja
Mereka berdua pun akhirnya turun kebawah menuju Restoran yang ada di hotel
Tak butuh waktu lama mereka menikmati makan siang mereka dengan lahap ,karena memang mereka sudah melewatkan waktu sarapan mereka.
" Habis makan kita kemana,semua keluarga jalan-jalan sama si kembar.Marvin bilang mereka mungkin pulang malam." ucap Kala dengan menikmati makanan nya
" Sampai malam,memangnya mereka kemana sih?"
" Sayanggg...ini adalah hari yang di tunggu sampai mama,papa juga yang lain.Apalagi mereka nggak pernah nyangka kalau kita punya anak dua lagi..saat aku tau kamu melahirkan mereka aku bilang ke papa dan mereka sangat bahagia.Apalagi Opa yang enam tahun belakangan kesehatan nya selalu naik turun,Opa bilang. .dia harus bertemu dulu sama cicitnya,dia harus sehat supaya bisa kesini dan bahkan membawa mereka kerumah yang seharusnya mereka berada." terang Kala.
Mendengar penjelasan Kala,mendadak Senja meletakkan sendok makannya dan menyudahi acara makannya.Dia menatap lekat wajah suaminya.
" Apa kamu akan memisahkan aku dengan kedua anakku?" tanya Senja dengan wajah sendu.
Kala terbengong dengar pertanyaan istrinya yang masih menganggap dirinya cuma ingin memisahkan antara Senja dengan duo bocah itu.
Bersambung
__ADS_1