Cinta Kala Senja

Cinta Kala Senja
#Satu Kamar


__ADS_3

Kala memboyong keluarganya ke hotel untuk beristirahat. Si kembar pun merasa bahagia melihat semua keluarga mereka berkumpul.


"Mas,apa aku harus ikut mereka? maksudnya biar si kembar ikut dengan mereka tapi kalau aku...


"Sayanggg..kamu sudah janji sama aku buat memulainya dari awal kan ,so please..jangan buat mereka sedih apalagi si kembar." ucap Kala membujuk sang istri untuk ikut dengan mereka.


"Tapi,aku nggak bawa ganti.." ucap Senja dengan wajah sedihnya.


"Kamu tinggal terima beres saja..Okey?" ucap Kala


" Baiklah.." ucap Senja akhir nya dia pasrah.


.


.


.


Lima belas menit mereka sampai hotel dan menuju kamar masing-masing.


"Bunda,kita tidur sama Nenek Sam kakek yaa..?" ucap Maira dengan wajah penuh harap.


"Tapi sayang, kalian pasti akan ganggu istirahat kakek sama nenek nanti." ucap Senja


"Nggak papa Senja,mereka kan baru pertama kalinya ketemu sama kita.Jadi,wajar saja mereka juga ingin rasakan tidur sama nenek sama kakeknya." ujar mama Dian pada menantunya.


"Arsen,Maira,malam ini kalian tidur sama bunda yaa..sama Daddy juga kok,oke..bunda kangen juga Sam kalian." ucap Senja masih belum mau menyerah untuk membujuk kedua anaknya.


"Oke lah,Arsen mau tidur sama bunda sama Daddy kalau adek mau tidur sama Nenek sama kakek nggak papa kok." ujar Arsen memberikan solusi.


"Nggak ah ...Maira mau sama Abang juga bunda,kita juga belum pernah tidur sama Daddy." ucap Maira dengan wajah yang terlihat antusias.


Sita mendengar penuturan ponakannya hanya bisa tepok jidat dengan kelakuan anak anak itu.


"Astaga nggak bisa diajak kerja sama nih duo bocah..niat hati ingin emak bapak nya akur,malah anaknya ikut nimbrung ..apesss..!!"batin Sita mengumpat habis pada ponakannya


Sementara Marvin yang tahu rencana Sita hanya terkekeh geli melihat wajah Sita yang terlihat kesal dengan sikap duo kembar itu.


"Kamu harus tahu bagaimana cara nya buat mereka menurut sama kamu,kamu harus tetap semangat..!!" bisik Marvin meledek pada Sita.

__ADS_1


"Tenang kita ada di pihakmu sayang..kita akan membatu di saat-saat tertentu." ucap Rayyan dengan mengedipkan sebelah matanya.


Sita melihat tingkah laku kekasihnya hanya memandang jengah dan tak merespon apapun yang Rayyan katakan.


Akhirnya Senja dan ke dua anaknya masuk dalam kamar hotel milik Senja dan Kala.


Kala dan para sahabatnya masih duduk di lobby hotel.


"Sabar Al..mungkin Senja masih canggung dengan adanya kamu, nggak bisa langsung terkam aja." ledek Marvin


"CK...kamu ini.." dengus Kala mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Bener juga itu Kak,tapi...aku jamin malam ini kalian akan tidur berdua dan duo bocil itu akan ikut dengan ku.." ucap Sita dengan menaik turunkan alisnya.


"Jangan macam-macam,otak kamu emang ...CK..pasti otak kamu lagi bekerja dan merangkai plant demi plant untuk aku sama Senja kan?" ucap Kala penuh curiga dengan sepupunya itu


Sita hanya nyengir kuda menanggapi ucapan Kala.


" Sudah kebaca sama aku Sita...!!" ucap Kala membuat Sita menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Semua yang kita lakukan itu buat kalian lebih dekat,apa yang salah coba...enam tahun ,lagian kalian kan belum berpisah ,dan aku tahu jika kakak tetap menafkahi Senja, walau mungkin dia tak pernah berani mengecek saldo banking nya selama ini." ucap Sita.


"Sudahlah...aku kekamar dulu.." ucap Kala beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke kamarnya.


"Dari dulu sampai sekarang gerakannya terlalu slow..walaupun bidikannya topcer ." ucap Rayyan mengomentari tindakan Kala yang selalu penuh perhitungan namun,kadang kalah start.


"Yaahhh...dia nggak mau ceroboh mengambil keputusa.." timpal Atharva


"Tapi,kalau soal Senja dia terlalu berhati-hati dalam bertindak sebagai laki-laki tentu kita yang nggak tahan lihat usahanya yang minim." ucap Marvin


"Tetep aja bidikannya topcer..buktinya sekali lahir dua bocah itu.." ucap Atharva beranjak meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.


"Siap_siap plant berikutnya..!!" seru Marvin yang ikut bangkit dari tempat duduknya.


Sementara di kamar Senja dan Kala kedua bocah kembar itu sudah tertidur diantara kedua orang tuanya.Namun,Senja juga Kala masih terjaga.


Masih ada kecanggungan di hati mereka apalagi Senja yang belum bisa melepas hijabnya di depan Kala.


"Sen..apa nggak sebaiknya kamu lepas hijab kamu,biar lebih nyaman.aku kan masih suami kamu." ucap Kala.

__ADS_1


"Tapi...


"Tidak ada kata talak yang terucap dari bibir ku Senja ,setiap bulan pun rekening kamu makin gendut mungkin ." ucap Kala membuat Senja mengernyit heran.


"Maksudnya?"


"Selama ini aku memang terpisah denganmu,tapi..sebisa mungkin aku tidak abai dengan dirimu Senja ,hanya saja kamu tak tahu itu." ucap Kala duduk bersandar pada kepala ranjang


"Apa kamu selalu mentransfer uang nafkah untuk ku?" tanya Senja menatap Kala dengan wajah serius.


"Kamu bisa M_Banking kamu,sekarang aku sama kamu jadi nggak usah takut melacak."sindir Kala melirik Senja.


"Hahhh..iya emang aku takut kamu ngelawak aku,waktu itu aku sangat marah pada diriku sendiri karena dengan mudahnya aku jatuh cinta sama kamu." jawab Senja dengan mencebikkan bibirnya.


"Sekarang masih marah??" tanya Kala dengan wajah yang terlihat santai.


"Masih lah,karena aku belum lampiaskan kemarahan aku sama kamu,dan kamu sadar nggak sih ..semua yang kamu lakukan ke aku itu jahat mas.." ucap Senja dengan tampang judesnya.


"Hahaha...bisa nggak jangan Copy paste omongan orang,itu kan omongan Cinta buat Rangga.." timpal Kala meledek.


"CK...taulah..pokoknya aku masih marah sama kamu." ucap Senja dan langsung berbaring di tempat tidur dan membelakangi Kala.


" Iyaa..nanti kamu boleh lampiaskan kekesalan kamu sama aku tapi, kalau tidak ada anak-anak kita juga Senja .." ucap Kala dengan santai.


" Sudahlah jangan banyak omong ,kamu tidur dari kamu di Rumah Sakit kamu nggak cukup istirahat dan kemarin selama dua hari kamu juga pulang dari rumah aku larut malam Mulu karena duo bocah ini ." ucap Senja yang mengingat jika Kala tak cukup istirahat beberapa hari ini.


Akhirnya mereka lama-lama tertidur dengan saling membelakangi dan di tengah mereka ada duo bocah yang saat ini membuka matanya,dan akan beranjak dari tempat tidur itu dan mengendap-endap menuju pintu keluar untuk ke kamar Aunty Sita nya.


.


"Yess !!" seru kedua bocah kembar itu setelah mereka berhasil keluar dari kamar kedua orang tuanya .


"Bagus Boy..." ucap Orang yang stanby di depan kamar itu


"CK uncle Marvin ngagetin aja." ucap Arsen mengelus dadanya yang tadi sempat terkejut.


Ide kabur dari kamar itu memang plan Marvin dan sudah di katakan pada duo bocah itu ,dan ada beberapa plan rahasia untuk mendekatkan Kala dan Senja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2