
Setelah beberapa saat berbincang dengan sang Oma juga mamanya kini Kala sudah berada di rumahnya.
" Sayang...sayanggggg...!!" teriak Kala saat masuk ke dalam rumah
" Den Kala...maaf ,non Senja ada di rooftoop sedang bersantai di atas sambil panen cabe juga pokcay." ucap Bi Sum
" Ohhh gitu bi,ya udah saya ke atas ..tapi,saya minta tolong rujaknya pindahin ke piring bi,biar sekalian saya bawa ." ucap Kala
Dengan cepat bi Sum memindahkan rujak yang di bawa Kala ke piring dan segelas es teh yang Senja inginkan.
" Senja mau minum ini bi?" tanya Kala melihat es teh yang ada di atas nampan dengan sepiring rujak yang tadi dia bawa.
" Iya den,tadi katanya seger kalau minum es teh." ucap Bi Sum.
"Ya udah ,biar saya yang bawa.Bibi bisa lanjutin kerjaan yang lain." ujar Kala
" Baik den.." jawab Bi Sum dan meninggalkan boss nya dia kembali ke dapur.
Kala melesat ke lantai tiga untuk bertemu sang istri.
" Sayang..." seru Kala
" Ehhhh..mas,kamu sudah pulang..dapet rujaknya?" tanya Senja langsung mendekati suaminya
Kala tersenyum mendengar pertanyaan istrinya ,sesaat dia mengingat apa yang di bicarakan dengan Oma dan Mamanya.
" Sudah ,sini...ini rujak spesial yang di buat pake cinta sayang..." seloroh Kala pada sang istri.
" Lebay...!!"
" Sayang,maaf yaa...soalnya tadi aku cari rujak mangga tapi,nggak nemu... akhirnya aku mampir ke rumah besar dan mama tadi bikin sambel nya sama bibi buat kamu.nggak papa kan?" ucap Kala dengan jujur.
" Nggak papa mas,terus ..kamu kenapa kayak seneng gitu.lagi seneng apa emang, dapet lotre yaaa?" canda Senja
" Kamu ini ada-ada saja...nggak papa,aku cuma lagi seneng saja...lihat kamu dan anak-anak sudah bisa kumpul sama aku disini." ucap Kala dan memeluk pinggang Senja
__ADS_1
" Aku juga tidak menyangka kalau kita akan seperti ini,dan aku juga tidak menyangka jika hidup sama kamu membuat aku semakin bahagia...terima kasih mas,kamu sudah mau memilih aku untuk jadi pendamping kamu.. walaupun banyak sekali kekurangan ku..kamu masih mau menerima ku." ucap Senja dengan menenggelamkan wajahya dalam dada bidang suaminya.
" Sudah nggak pusing lagi?" tanya Kala membelai lembut wajah istrinya
" Nggak ,aku sudah baikan..kenapa ?" tanya Senja dengan menatap dalam mata suaminya.
" Nggak papa,aku cuma khawatir dengan kesehatan kamu..sudah ngurusin si kembar, ngurusin aku,belum lagi kalau mama ngajak kamu pertemuan ini itu..maaf yaa,buat kamu lelah.." ucap Kala memeluk tubuh Senja erat.
" Mas...kamu ngomong apa sih,semua itu sudah kewajiban aku..ngurus anak-anak juga ngurusin kamu ,kenapa kamu jadi gini sih .?" ucap Senja heran dengan tingkah suaminya.
" Aku inget waktu aku marah sama kamu soal pil KB itu,maaf ..ternyata kamu nggak salah.Pasti kamu lelah sampai kamu membuat keputusan untuk meminum obat itu,apalagi dengan aku yang dulu pernah nyakitin kamu ,pasti kamu...
" Maassss....sudahlah,jangan bahas lagi.. please,aku minta maaf kalau tindakan aku kemarin buat kamu kecewa,terus terang saat itu aku belum yakin banget sama keputusan aku buat kembali lagi sama kamu.Makanya aku jaga-jaga supaya tidak kebablasan.lagipun...anak-anak yang baru bisa dekat sama kamu ,kalau nanti tiba-tiba mereka punya adik..aku takut kamu serba salah atau mereka merasa terabaikan dengan kamu lebih perhatian sama aku atau adik mereka nanti.Ngerti kan..maksud aku?" ungkap Senja dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua sisi pipi suaminya .
" Terus kenapa kamu sekarang nggak minum obat,selama kita berhubungan pun..aku selalu buang di dalam yanggg...apa nggak akan apa-apa,kalau nantnya kamu hamil?" pancing Kala
" Mas aneh nanyanya ..kalau aku hamil nggak papa kali,aku punya suami .. kecuali aku hamil nggak punya suami baru khawatir,kamu itu... ada-ada saja." ujar Senja menepuk bahu suaminya pelan.
" Terus ,apa sudah ada dia disini?" tanya Kala mengelus lembut perut rata Senja.
" Sayanggg...mas pikir,dua bulan ini kamu nggak bilang mas suruh libur buat kita enak-enak,emang kamu sudah periode nya?" tanya Kala
Deg...
Senja membeku seketika,kenapa dia tidak memikirkan hal itu...selama dua bulan ini dia tak mendapat periode nya ,apakah dia sudah hamil..atau cuma karena stress?
" Kamu kenapa sayang,mas salah bicara yaa..maaf yaa bukan..
" Mas,apa yang bilang benar..aku juga baru nyadar.Tapi, aku nggak ngerasain muntah-muntah seperti morning sickness
Cuma aku ngerasa nggak mau jauh dari kamu terus pengen manja-manja and sama kamu,aneh kan..?" terang Senja
" Kamu sudah periksa, maksudnya..test pake alat test kehamilan sayang..?"
" Belum sih mas,aku takut kecewa saja..." ucap Senja dengan tertunduk sambil memainkan ujung kemeja suaminya.
__ADS_1
"Eehh.. sebentar deh,kok mas ngomong kayak gini..apa yang mas pikirin ?" ucap Senja lagi dengan memandang wajah suaminya dengan penuh selidik.
Kala menghela napas panjang dan mengecup kening sang istri." Tadi di rumah besar masinta mama sama bibi buatin sambel rujak buat kamu,terus mama sama Oma nanya..apa kamu lagi hamil,aku bilang belum tahu..soalnya kan memang kamu nggak ngomong,lalu mama namanya apa kamu suka muntah pagi-pagi ,atau mau makan sesuatu ,atau menginginkan sesuatu yang tak bisa di kompromi,aku jawab nggak ..baru pagi ini kamu minta rujak sama aku,terus pengannya nempel mulu sama aku,katanya ..kamu harus periksa ,mungkin salah satu gejala kehamilan yang kamu alami bukan seperti biasa nya ,nggak harus muntah-muntah atau pusing,gitu kata mereka." terang Kala dengan panjang kali lebar.
" Tapi, aku takut kamu kecewa mas.." ucap Senja sendu
" Sayang...anak adalah anugrah ,rejeki yang tak bisa diminta untuk langsung di kabulin atau bisa jadi waktu Allah kasih kita tanpa kita minta ,kita berserah kepada Allah.Allah Maha tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan." ucap Kala dengan wajah penuh kasih.
" Kalau gitu,besok aku test deh.." ucap Senja.
" Atau nanti sore kita kerumah sakit supaya lebih akurat ,kamu bisa cek USG kan..itu bisa lebih akurat ,gimana?" tanya Kala mengusulkan untuk periksa ke dokter kandungan.
" Tapi, kalau aku nggak hamil..mas jangan sampai kecewa yaa?" ucap Senja dengan meyakinkan.
" Iya sayangnya mas ...aku akan menerima apapun hasilnya kok.." jawab Kala dengan mengecup singkat bibir Senja.
.
.
.
Sesuai dengan rencana ,Kala dan Senja mendatangi sebuah Rumah Sakit yang kebetulan ada praktek dokter Obgym di sore hari.
" Nyonya Senja Utami.." suara panggilan seorang suster memanggil pasien untuk masuk ke ruang praktek.
Senja dan Kala masuk dalam ruangan dokter dan duduk di seberang seorang wanita berjas putih.
" Kalandra..kamu benar Kala kan?" ucap dokter itu melihat sosok Kala yang duduk di depannya.
" Iyaa..kamu, Reni anaknya Om Jaka ?" tanya Kala menebak siapa yang ada di depannya saat ini
" Iyaa..nggak nyangka kalo kamu disini sama,istrimu?" tanya Reni mengarahkan pandangannya pada Senja yang sedang merasakan terbakar cemburu dengan interaksi kedua orang yang ada di depannya.
Bersambung
__ADS_1