
Jam empat pagi Senja terbangun dari tidurnya sebentar lagi adzan subuh, Senja menggeliat namun, tubuhnya tertahan seperti ada beban yang ada di atas perutnya.
Senja dengan mata yang masih enggan terbuka akhirnya pandangannya terpaku pada sosok yang ada di sampingnya.
Sosok tampan Kala yang memeluknya dengan posesif, masih terlelap dalam mimpinya.Senja tersenyum melihat wajah suaminya yang tampan, dan sekarang dia ingin segera terlapas dari dalam kungkungan suaminya.
Senja dengan perlahan menyingkirkan tangan besar Kala. Dia perlahan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga wudhu.
Setelah beberapa saat Senja keluar dari kamar mandi dan segera memakai mukenahnya. Dia mendekati Kala suaminya.
" Mas, bangun.. sholat subuh." ucap Senja dengan menepuk bahu suaminya.
"Eummm, jam berapa ini?" tanya Kala yang terlihat menyipitkan matanya melihat Senja yang sudah memakai mukena nya.
" Jam empat lewat, kamu bangun..jamaah di masjid sama Opa juga papa kan?" ucap Senja
" Hemmm.. " ucap Kala melangkah masuk dalam kamar mandi dengan langkah malas.
Tak butuh waktu lama Kala keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar.
" Ini baju sama sarungnya,itu sajadahnya." ucap Senja memberikan baju koko dan sarung pada Kala.
" Terima kasih." ucap Kala kembali ke work in closet Senja hanya bisa membalas dengan anggukan.
Kala melangkah keluar kamar dan turun kebawah untuk bergabung dengan Papa dan Opa nya ke masjid.
Sementara itu Senja yang sudah selesai melaksanakan sholatnya. Ia langsung ke dapur.
" Assalamualaikum." salam terdengar saat Sekar masuk area dapur sudah ada si. mbok dan bibi.
" Wa'alaikum salam non.." jawab kedua orang ART kepercayaan Keluarga Bahtiar
" Bi.. maaf yaa, tadi malam aku buat beranantakan dapur."ucap Senja tak enak hati saat melihat san bibi membersihkan kekacauan yang dia buat semalam.
" Nggak masalah non, kenapa nggak panggil kami kalau non butuh apa-apa," ucap mbok
" Bukan masalah susah sih mbok, semalam mas Kala aku buatin nasi goreng. Kemarin karena mas Kala makannya dikit-dikit karena sibuk natain barang di rumah baru." ucap Senja mulai duduk membantu para ART menyiapkan sarapan.
Si Mbok dan Bibi sudah tak menolak si nyonya muda keluarga Bahtiar itu ikut sibuk di dapur karena memang, sudah mendapat mandat dari nyonya sepuh untuk membebaskan Senja membantu di dapur.
Saat mereka berkutat dengan kegiatan dapur Senja mendengar suara, dia yakin Kala dan juga Opa dan papa mertuanya baru pulang dari masjid.
" Bi, mbok aku tinggal yaa.. kayaknya mas Kala sudah pulang." ucap Senja menghentikan kegiatannya.
Untung saja semua sudah selesai tinggal menyiapkan saja.
" Silahkan non, biar kita yang bereskan semuanya." ucap Si mbok.
__ADS_1
Senja melangkah menuju ruang tengah dan melihat suami dan juga mertua juga Opa sudah pulang dari masjid.
" Assalamualaikum." ucap mereka.
" Wa'aalaikum salam" jawab Senja yang langsung menyalami ketiganya.
" Mana mama sama Oma kamu Sen? " tanya Opa
" Masih di kamar, kayaknya tadi baru selesai sholatnya." jawab Senja
" Ya sudah kami ke kamar dulu." ucap Opa
Akhirnya Opa dan Papa pun masuk ke dalam kamar mereka.
" Mas, kamu mau aku siapin kopi dulu atau mau siap-siap dulu? " tanya Senja yang masih mengekor di belakang suaminya.
" Aku siap-siap dulu, tapi.. aku mau cek dokumen dulu." jawab Kala.
" Oke, aku bebersih dulu kalau gitu." usul Senja di angguki Kala.
Senja melangkah masuk dalam kamar mandi, dan membersihkan dirinya dan Kala keruang kerjanya mengecek pekerjaannya.
Setelah dua puluh menit Senja selesai dengan ritualnya dan menoles wajahnya dengan bedak tipis dan lipstik yang warnanya soft.
Kala masuk kedalam kamarnya dan melihat sang istri yang sedang bersiap untuk pergi ke tempat kerjanya.
" Harus kamu memangnya buat bangunin Sita,dia sudah dewasa Sen.. " ucap Kala.
" Tapi, biasanya mami yang bangunin dia. Sekarang mami nggak ada, sementara ada aku juga kan.. kasihan kalau mama atau yang lain harus naik ke atas." ucap Senja memberikan alasan.
" Hemm.. " jawab Kala dan melangkah cepat ke dalam kamar mandi dengan menutup pintu sedikit keras.
Hal itu membuat Senja terkejut. Dia tahu Kala pasti kesal karena mementingkan Sita.
Senja langsung keluar kamarnya dan menuju kamar Sita.
Tok Tok tok
" Sitaaaa... bangunnn..!!! " teriak Senja dengan mengetuk pintu kamar Sita.
Lima menit tak ada sahutan dari siempunya kamar akhirnya Senja mengambil kunci cadangan yang biasa Mami Lidya gunakan.
Ceklek.
Senja dengan cepat melangkah mendekati sahabatnya yang masih tergulung selimut tebal, terlihat sajadah dan mukenah yang masih di biarkan begitu saja.
" Sita bangunnnnn...!!" teriak Senja di dekat kuping sahabatnya.
__ADS_1
Suara kencang Senja tentu saja membuat Sita langsung terbangun dari tidurnya.
" Senjaaaaaa..,bisa nggak sih kalau bangunin aku nggak usah teriak-teriak!! " ucap Sita dengan masih menutup mata nya.
" Kalau aku nggak teriak sampe malempun kamu tetep merem.. udah cepet bangun, kalau kamu kayak gini terus, aku yakin..keiinginan kamu buat tinggal di apartemen akan di batalkan sama Opa." ucap Senja sambil merapihkan peralatan sholat milik Sita.
Mendengar penuturan Senja dengan cepat Sita turun dari tempat tidur dan masuk dalam kamar mandi.
Setelah merapihkan tempat tidur Sita dan melihat Sita yang sudah masuk kamar mandi, akhirnya Senja masuk kembali ke dalam kamarnya.
Terlihat Kala yang sedang merapihkan rambut nya sementara dasi dan sepatu juga Jasnya masih tergeletak di pinggir tempat tidur.
" Mas kamu sudah selesai?" tanya Senja basa basi.
" Kamu sudah selesai ngurusin anak manja itu? " tanya Kala balik tanpa menjawab pertanyaan sang istri.
Kala menatap wajah istrinya sekilas dan mengambil dasinya mlalu menyerahkan nya pada Senja.
" Tolong pakaikan!" ucap Kala.
Senja meraih dasi itu dan mencoba memakaikan pada suaminya.
" Nunduk dikit mas,aku nggak nyampe." ucap Senja dengan mengerucutkan bibirnya.
" Makanya minum susu biar cepat tinggi." ledek Kala.
" Ihhh..body shaming."ujar Senja menanggapi ledekan suaminya.
Kala yang mendapat protes dari Senja hanya bisa tersenyum tipis.
Tak butuh waktu lama Senja sudah selesai memakaikan dasi pada Kala, dan tanpa sadar Senja membelai lembut dada suaminya maksudnya dengan melakukan hal itu untuk memastikan bahwa penampilan suaminya sudah rapi, namun.. lain dengan respon yang di terima Kala.Perbuatan Senja tentu membuat dia terkejut dan membuat naga saktinya merespon dengan cepat.
" Kamu mau menggoda aku?" bisik Kala dengan wajah sayu.
"Hahh?? "
Senja bingung dengan apa yang dimaksud suaminya. Kala yang melihat reaksi istrinya langsung merengkuh pinggang ramping Senja.
" Kamu sudah berhasil bangunin naga saktiku Senja." ucap Kala dengan wajah terlihat berkabut.
Suara yang tak biasa dari Kala membuat Senja merinding disko mendengarnya.
Bersambung.
Maaf para readers ku..
Sedang dalam pemulihan, harap bersabar 🙏🙏
__ADS_1